The Perfect Match

The Perfect Match
Wedding



Setelah persiapan pernikahan mewah itu selesai dalam waktu yang begitu singkat, tepatnya hanya beberapa hari menjelang hari pernikahan. Kini acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, mobil keluarga Richard baru saja tiba. Ken terlebih dahulu turun dari mobil. Namun telinganya menangkap sesuatu yang tidak menyenangkan dari suara didalam mobil.


Agatha menatap beberapa kali kearah belakang mobil. "Apakah Carl benar-benar tidak akan datang?" tanya Agatha cemas. "Apa yang harus kita jawab jika orang-orang bertanya adik nya sendiri tidak datang ke acara pernikahan mereka?"


"Ma, jangan dulu memikirkan itu, hari ini Ken akan menikah, lebih baik kita fokus pada Ken dulu." Richard memperingati.


Kenrich menghirup nafasnya dalam, ia melonggarkan sedikit dasi lalu berjalan pelan menuju jalan yang sudah dikerubuni oleh orang-orang yang membawa kamera membuat Ken mau tak mau harus tersenyum dihari bahagianya, setelah Ken melirik keluarganya turun dari mobil, Ken kembali meneruskan jalannya, ia mengeluarkan ponselnya. "Hallo. Ya, aku ingin tahu apakah adik ku sudah menggunakan Jet pribadi nya?"


"Baiklah, kirim laporan penerbangan nya pada ku. Oh, dan satu lagi, buat laporan palsu mengenai shooting Carl di sana, kirimkan pada nenek ku. Ia sangat mengkhawatirkannya." Ken memasukan kembali ponselnya pada balik jas.


Ken sedikit bingung dengan Carl, apa maksud dari perginya Carl? apakah begitu aja ia merelakan Valerie dengan Ken? ini tidak masuk akal, benar-benar tidak masuk akal. Semenjak Carl pergi, ia sama sekali tidak mengganggu Valerie, bahkan ponselnya mati tak bisa dihubungi oleh siapapun. Namun tadi, Ken mendapatkan kabar dari pilot nya jika Carl tiga hari yang lalu, tepatnya disore hari meminta sang pilot untuk mengantarnya ke Washington, ia seperti sedang mencari seseorang.


Ken berfikir cepat, sebenarnya apa yang sedang Carl rencanakan? bahkan dihari pernikahan nya pun tidak ada tanda-tanda Carl akan mengacaukan acara pernikahan nya.


"Aku kira akan menarik." decak Ken. Semuanya terasa datar, tidak memiliki tantangan lebih dan kini Ken sendiri menjadi bosan dengan pernikahan yang belum ia mulai. Ken berharap bisa melihat wajah tertekan Carl yang menghadiri acara ini, namun buktinya? ia pergi begitu saja dan seakan merelakan semuanya.


____


"Kau sangat cantik sayang." Jessy tampak cantik seperti biasa, ia memakai gaun indah yang begitu serasi dengn tema pernikahan Valerie.


"Terimakasih mom."


Justin tersenyum lebar dan memegang bahu Valerie, mata mereka beradu pandang pada cermin dihadapannya. "Dad." panggil Valerie sambil memperlihatkan giginya.


"Daddy, senang melihat mu bahagia seperti ini sayang. Daddy yakin Ken dapat membuat mu bahagia. Katakan saja pada Daddy jika Ken berani menyakiti mu. Karena Daddy akan memberikan pelajaran bagi siapa saja yang berani membuat mu menangis."


"Stt, sayang. Tidak baik berbicara seperti itu dihari bahagia ini." Jessy memperingati halus.


Valerie mengangguk kecil dengan senyum yang tak memudar. "Ken selalu membuat ku bahagia dengan caranya Dad. Daddy dan Mom tenang saja, aku sendiri yakin akan bahagia bersama Ken.


Suara ketukan dari luar menghentikan pembicaraan mereka, hingga pintu terbuka dan menampilkan seorang pria tinggi besar tersenyum. "Permisi, mempelai pria sudah hadir."