
Valerie membuka pintu kamar mandi saat suara ketukan yang tak sabaran itu terdengar. “Mom? Ada apa?” Tanya Valerie panik, bahkan ia tidak mengikat handuknya dengan benar.
“Ken akan kemari malam ini, bersiaplah yang cantik.” Ujar Jessy riang.
Seketika senyum Valerie muncul, rasa bahagia menyelinap dihatinya, rasa rindu yang sudah dalam segera terobati. “Mom serius?” pekik Valerie.
“Ya, sayang. Daddy mu yang memberitahu mom, bersiaplah dengan cepat dan bantu mom dibawah. Bye sayang.” Valerie langsung menganggukan kepalanya dengan cepat, menutup pintu kamar mandi dan kembali membilas rambutnya yang masih terdapat busa shampoo.
Hampir satu jam Valerie bersiap, memililh pakaian paling anggun dan memoles wajahnya dengan senaturan mungkin. Dan hal yang paling menyita waktu adalah mengeringkan rambut, ia harus memberikan vitam dan hair tonic, belum lagi meluruskan rambut yang sedikit bergelombang dengan catokan.
Setelah dirasa cukup, ia turun kebawah, menemui Jessy dan melihat meja makan yang lebih indah dipenuhi makanan dari makan malam sebelumnya. Selain menyambut Ken, ada Shawn, istri dan kedua anak nya pun datang tadi pagi. Membuat malam ini seakan menjadi makan malam yang ramai.
“Wah, ratu kecantikan kita sudah turun rupanya.” Terdengar suara Shawn yang tampak menggodanya saat Valerie menuruni anak tangga.
-
Ken masuk kedalam mobil, rasanya Justin tidak sejahat yang ia pikirkan. Sikapnya bertolak belakang dengan Richard. “Ikutin mobil depan.” Ujar Ken yang langsung diangguki oleh supirnya. Saat mobil Justin mulai melaju, mobil Ken pun ikut melaju dan menyesuaikan dengan kecepatan mobil Justin.
Sesampainya dirumah Justin, Ken keluar dari dalam mobil, membenarkan sedikit tata letak dasinya dan berjalan menghampiri Justin.
“Kau tahu?” Tanya Justin. “Hadiah mu sedikit merepotkan ku. Aku membangun sebuah kandangan kuda itu dengan waktu kurang dari lima jam, bahkan aku menyediakan penghangat ruangan agar Laire tidak sakit.” Ken menatap kandang itu dengan seksana. Kandang dari kaju yang terlihat seperti kandang peternakan disebuah desa.
“Harusnya kau menyadari itu dari awal. Sudahlah, ayo kita masuk.” Justin berjalan terlebih dahulu, langit sudah mulai menggelap dan waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam.
Mata Ken langsung mencari sosok Valerie saat ia masuk dan menyapa keluarga Valerie, pesan yang ia kirim tadi rupanya baru dibalas oleh Valerie. Namun, dimana wanita itu?.
“Wah, ratu kecantikan kita sudah turun rupanya.” Terdengar suara Shawn yang tampak menggodanya saat Valerie menuruni anak tangga. Mendengar itu, Ken langsung membalikan tubuhnya, mendapati Valerie yang tampak sangat cantik tengah turun dengan begitu anggun.
Valerie tampak belum menyadari kehadirannya, namun saat wanita itu mengedarkan pandangannya, tubuh Valerie seakan menegang dan senyumnya mengembang. “Jemputlah ratu kecantikan itu Ken.” Tampaknya Shawn benar-benar tengah menggoda Valerie, melihat Valerie yang hanya diam ditangga dan tersenyum kearah Ken. Dengan pipi yang sudah memerah Valerie langsung tersadar, ia kembali turun dan langsung berlari kecil kearah Ken, memeluk erat pria yang ia rindukan.
“Aku merindukan mu.” Bisik ken dengan pelukan erat dipinggang Valerie.
“Aku pun sangat merindukan mu.” Jawab Valerie berbisik.
Ken memeluk pinggang Valerie dengan sebelah tangannya, mereka berjalan kearah meja makan yang sudah ramai dan menunjukkan wajah bahagia melihat Ken dan Valerie kembali.
____
Guys karena banyak juga yang tanya 'Kisah Carl gimana?' 'Ko enak banget jadi Carl kaya gak dapet karma apa-apa?'. jadiii, Carl nanti ada Novelnya ya, tunggu aja pengumuman kapan upnya. Dan untuk awal-awal dipernikahan mereka Carl emang masih santuy, tapi setelah keadaan Earl mulai membaik, Amber mulai rencana yang udah dia susun sama Amanda. Itu bakalan jadi pukulan berat buat Carl karena Amber cuma morotin dia buat kesembuhan Earl dan kabur cari tempat tinggal baru yang lebih layak buat mereka.