
“M-maksud mu tiga tahun yang lalu? Carl! Tiga tahun yang lalu Amber dan Ken masih berpacaran bukan?” Tanya Alicia mulai histeris.
“Apa ini?!” teriak Richard. Jessy, Justin dan Alex diam seketika, mereka mengerti keadaan ini terlalu canggung dan merasa tidak karuan berada ditengah-tengah permasalahan keluarga seperti ini.
Justin yang mengerti amarah Richard mencoba untuk menenangkannya, memang terlalu mengejutkan jika selama ini mereka tidak mengetahui sudah memiliki cucu. “Carl sudah memberitahu ku terlebih dahulu, aku mohon kalian memberi mereka kesempatan.” Ujar Agatha, bagaimana pun ia sudah berjanji akan membantu Carl.
“Ma.” Geram Richard, ia mendudukan kembali tubuhnya pada kursi, menarik nafasnya panjang. “Mengapa kau baru membicarakan ini? Apa ada sesuatu mengenai Ken? Jangan katakan Ken sudah mengetahui ini?” Tanya Richard masih dengan suara tinggi.
Carl mengepalkan tangannya, nafasnya tidak teratur, ia terlalu takut dan cemas. “Kakak sudah mengetahui ini. Saat itu aku terlalu egois dan begitu terobsesi pada Valerie, aku berangkat ke Kanada-“
“Siapa yang mengajarkan mu seperti itu?! Sepertinya aku kurang keras mendidik mu!” Lagi-lagi Richard meledak, jika saja jarak Carl berdekatan dengan Richard saat ini mungkin tamparan akan mendarat dipipinya. “Kalian?! Astaga, aku sudah tidak bisa mencerna ini dengan baik. Sepertinya acara makan malam ini kita batalkan, aku butuh mencerna semua ini dengan baik.” Richard menggelengkan kepalanya sebentar, sebelum ia berdiri dan meninggalkan meja makan.
Mendengar itu Amber langsung berdiri, mereka harus menerima ini. Earl butuh pengobatan agar cepat sembuh. Amber tidak ingin mendapatkan Carl dilarang bertanggung jawab pada Earl. “Sebentar, biar aku yang menjelaskan ini secara jelas.” Kata-kata itu sukses membuat Richard berbalik, menatap penuh kekecewaan dan tanpa semangat.
“Ini semua kesalahan ku juga.” Amber menelan air liurnya. “Aku diusir oleh keluarga ku karena tidak berani mengatakan ayah dari anak yang aku kandung, bahkan mereka pun kecewa karena aku mengkhianati Ken.”
“Amber, mengapa kau melakukan itu? Kau seorang wanita yang berhak meminta pertanggung jawaban, kedua orangtua mu juga orang berpengaruh.” Kini Alicia yang berucap.
Amber memantapkan hati, semuanya tidak boleh sia-sia, ini demi Earl. “Saat itu Carl langsung pergi mengejar Valerie ke Kanada, bahkan aku pernah memohon pada Ken untuk membantu keadaan ku. Tapi Ken sudah tidak peduli dan menganggap ku orang asing. Semua ini menghancurkan hati ku. Aku tidak ingin memohon dan merendahkan diriku lagi hanya untuk meminta pertanggung jawaban. Aku juga tidak ingin Carl menikahi ku secara terpaksa, aku berfikir Carl nantinya akan mengacuhkan ku dan tidak akan menganggap Earl, membayangkan kehidupan ku yang akan semakin menderita dan tidak berharga membuat ku memilih pergi, menjadi single mom dan membesarkan anak ku sendiri. Tidak ada bedanya dengan menikah bersama pria yang mencintai wanita lain, aku sama sama akan merawat anak ku sendiri, dan lebih memudahkan ku tanpa tekanan batin seorang pria yang hanya menyandang status ayah dari anak ku.”
Jessy yang memejamkan matanya, ia terlalu cerdas mengenai pemikiran seseorang, bahkan kasus seperti ini pernah ia temui dengan pasiennya saat ia masih menjadi psikiater. “Jika ceritanya seperti ini, apakah Ken mendekati Valerie untuk berbalas dendam karena tiga tahun yang lalu kau merebut kekasihnya dan mencampakkannya begitu saja sebab kau lebih memilih Valerie?” Tanya Jessy tajam. Membuat semua orang menatap Jessy.
-