The Perfect Match

The Perfect Match
Mempersiapkan Sebelum Menjemput



“Hei! Laire, apa kau didalam sana bersama kuda ini? Kau tidak dingin?” Tanya Jeremy panik pada anak kecil itu. Bagaimana bisa mereka tega menaruh seorang anak gadis bersama seekor kuda dengan cuaca dingin seperti ini.


Anak itu tampak tertawa kecil. “Didalam banyak jerami, dan Laire adalah si cantik ini paman.” Kikiknya sambil melihat kuda putih yang tenang itu.


“Namanya adalah poppy, dan Laire adalah kuda yang paling ia sayangi disana. Kalian boleh mengganti namanya.” Ujar pria yang tadi menurunkan kuda. Ia tampak tengan menyentuh kepala kuda itu, sedangkan Anna menatap ngeri pada hewan besar itu, ia takut kuda itu kabur dan berlari kearahnya.


“Mengapa kau memberinya nama Laire?” Tanya Valerie, ia tidak akan menggantinya, namanya seakan cocok dengan kuda putih yang cantik itu.


“Karena Laire memiliki arti nama Kuda betina.” Jawab Poppy dengan lantang. Membuat suasana hangat dan tampak tersenyum mendengar anak itu berbicara riang.


Justin menatap kuda itu, “Kuda ini benar-benar luar biasa. Tapi, sepertinya kalian bisa membawanya kembali, karena keluarga kami tidak ada satu pun yang bisa menungganginya.” Ujarnya membuat Valerie dengan cepat menolah.


“Tidak Daddy! Aku bisa, Ken pernah mengajari ku! Dan aku memutuskan untuk menerimanya disini!”


“Ya Justin, lagi pula halaman kita terlalu besar, lebih baik membuat kandang saja diujung sana, kuda ini sangat cantik.” Bela Jeremy. Beberapa pembelaan untuk Valerie pun membuat Justin akhirnya menyerah, ia menerima kuda ini dan membuat semuanya tersenyum senang.


Justin mengeluarkan ponselnya. “Baiklah. Aku akan mengirim orang untuk membuat kandang kuda secepatnya.” Ujar Justin. Ia berjalan sedikit menjauh, menghubungi seseorang untuk membuat kandang dan kembali bergabung dengan yang lainnya.


“Kau tidak sedih melihat kuda kesayang mu terjual?” Tanya Valerie. Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya.


“Aku senang bila yang membelinya keluarga baik seperti kalian, dan aku pun tidak memiliki hak untuk marah, kami hanya bekerja di Tuan Aaron yang baik.” Jawabnya seperti orang dewasa.


Sedikit percakapan yang hangar mereka saling lontarkan satu sama lain, namun mereka memiliki pekerjaan masing-masing. Membuat supir dan Poppy masuk terlebih dahulu kedalam mobil, sedangkan Liam membungkukan badannya terlebih dahulu.


“Terimakasih banyak sudah menerima hadiah ini, kami pamit, permisi..” Ujar Liam dengan sopan.


“Ya. Lain kali jika memberikan sebuah hewan berikan juga seseorang untuk merawat nya. Katakan itu pada Ken.” Pesan Justin membuat Liam tersenyum kaku.


-


Ken baru saja duduk dikursi ruangannya, menyimpan jas pada tempat khusus untuk menggantung pakaian. Dering telepon disaku celana membuatnya langsung mengeluarkan ponsel dan mengangkat panggilan itu. “Bagaimana? Untuk hadiah ini bagaimana?” Tanya Ken tanpa basa-basi.


“Berhasil tuan. Istri anda menerimanya.”


“Apa? Kau serius?” Tanya Ken, sedikit kelegaan menelusup keharinya.


“Benar tuan, bahkan semua keluarga itu menerima kuda putih yang cantik itu.”


“Bagus. Aku menyukai pekerjaan mu. Besok malam aku akan kesana, kau boleh kembali ke Los Angeles sekarang.”


“Baik tuan.” Ujar Liam dengan patuh. Ia sudah bersiap akan berteriak atas kemenangannya. Tentunya setelah Ken menutup telepon.


Ken menutup panggilan itu, wajahnya menampilkan garis senyum, rasa bahagia yang tidak bisa ia samar kan. “Hallo, Marco? Bagaimana dengan cincin yang aku pesan?”


“Hallo Mr. Alvaron, aku sudah selesai membuat bingkai cincin yang begitu indah untuk batu permata Padparadscha Sapphire. Aku sangat percaya diri jika istri mu akan menyukai cincin ini.” Jawab Marco dengan bangga. Ia seorang ahli perhiasan yang begitu ternama, berbagai batu permata akan dengan mudah ia dapatkan dengan koneksi yang ia miliki. Dan batu permata jenis ini adalah yang paling terindah serta terlangka, safir ini memiliki warna yang cantik pula perpaduan antara pink dan jingga.


“Ya, aku tidak pernah meragukan mu. Kalau begitu aku akan mengirim orang untuk mengambil cincin itu.” Jawab Ken.


___


Guys aku udah ada rencana cerita baru. Judulnya Married With Mr.Perfect ya. Ini tentang Aaron yang punya peternakan kuda itu. Mau vote dulu nih, pada penasaran ga sama sinopsis nya?.