The Perfect Match

The Perfect Match
Dua pangeran



Selesai pembicaraan itu, beberapa pelayan datang menyimpan beberapa hidangan dan menata setiap tata letak piring, garpu dan lain sebagainya. Setelah selesai, mereka yang tengah asik berbincang ditaman belakang langsung duduk bergabung dan makan malam bersama Jessy dan Valerie. Acara makan malam ini begitu berisik, disela-sela makan mereka selalu ada perbincangan yang tak pernah berhenti, benar-benar reuni yang menyenangkan.


“Andai saja kedua cucu ku tidak sibuk. Pasti pemandangan masa kecil para cucu ku yang sudah besar ini akan terulang. Oh, bahkan aku masih ingat kejadian yang selalu terjadi jika kalian bersama. Dimana Carl yang selalu tidak ingin berjauhan dengan Valerie, sedangkan Valerie yang selalu menjahili dan mencoba mendekati Ken yang selalu marah-marah karena tidak ingin diganggu.” Semua tertawa mendengar ucapan Agatha. Bahkan Valerie pun tertawa, namun tertawa getir. ‘Sekarang terbalik. Ken yang menjahili ku dengan cara yang kurang ajar, dan hati ku yang lemah ini tidak mampu marah.’ Sahut Valerie dalam hati.


Acara itu pun selesai, Alex dan Justin masuk kedalam mobil yang menjemput mereka, sedangkan Valerie dan Jessy masuk kedalam mobil yang tadi mereka bawa. “Untuk apa kau membawa koper dibagasi belakang sayang?” Tanya Jessy. Valerie tertawa kecil.


“Karena aku ingin tidur bersama kalian mom.” Kekeh Valerie. Dan pada akhirnya pula Valerie berkata dengan jujur pada saat ia sampai di LA, ia bukan menginap di hotel selama sehari, namun menyewa Apartment yang sudah ia pesan beberapa hari sebelum ia pindah. Sebenarnya sudah sering Valerie berbohong, namun pada akhirnya ia akan tetap jujur pada Jessy, menurutnya Jessy benar-benar seorang ibu yang mengerti dan bijak.


-


Keesokan harinya, Valerie sarapan bersama kedua orangtuanya dan Alex. Ia pamit saat Ella mengabari jika ia sudah berada dihalaman bersama seorang supir yang menjemput.


“Bagaimana bisa kau tidak memberitahu ku atas berebarnya berita miring itu?” Sindir Valerie saat ia duduk di kursi belakang. Ella tampak mengigit bibirnya seakan bersalah.


Valerie mengerjapkan matanya, apakah ia salah dengar? Bukan kah pria itu tak pernah memperdulikan tentang gosip miring yang membawa namanya?. “Menghentikan bagaimana? Bukankah Carl yang menghentikan itu? Aku sudah melihat pagi tadi siaran langsung yang ia bagikan kemarin.”


Mata Ella seketika seakan berbinar, raut wajahnya seakan antusias akan menjelaskan. “Aku sangat iri pada mu. Dan kau akan tidak percaya dengan apa yang aku katakana.”


“Katakan saja langsung, Ella!” tegas Valerie yang sudah gemas.


“Ternyata orang pertama yang menghentikan berita itu adalah dari pihak Kenrich, mereka keberatan dengan berita yang beredar dan memberikan uang terimakasih agar saluran televisi tidak meliput berita apapun mengenai dirinya dan dirimu. Dan yang membuat ku iri adalah… saat akun-akun gosip itu masih mengungkit berita mu, membuat orang-orang disosial media panas, Carl membuat klarifikasi atas berita itu. Efek yang ditimbulkan benar-benar bersih. Astaga! Kau dilindungi oleh dua pangeran sekaligus!” Teriak Ella dengan begitu semangat. “Saat yang kakak menutup akses berita itu menyebar pada berita internasional, sang adik memfilter berita disosial media dan menghilangkan gosip yang beredar!”


“Stt.. Bisakah kau tidak terlalu berisik!” ujar Valerie mengingatkan. Pikirannya tak karuan, apakah benar seorang Kenrich menolongnya? Valerie menggelengkan kepalanya pelan. Tidak, Ken hanya tidak ingin namanya buruk dipublik!. TAPI, saat beberapa berita yang mengatakan dirinya kejam dan pemain wanita, pria itu tak pernah memperdulikan itu. Semua pemikiran itu melayang dan membuat otak Valerie pening.