The Perfect Match

The Perfect Match
Pemberitahuan



Malamnya, makan malam terasa begitu canggung. Hanya Carl yang terlihat ceria dan menanti kabar baik apa yang akan ia dapatkan. Sebuah pelayan menaruh begitu banyak hidangan diatas meja. Beberapa buah dan dessert yang begitu menggoda tersusun rapi ditengah meja. Mereka mulai memakan hidangan utama, beberapa percakapan ringan dan pertanyaan seputar kegiatan Carl mulai terdengar. Suara gesekan biola membuat makan malam ini lebih terkesan romantis.


Makan malam kali ini berbeda, tidak dirumah Richard atau pun Justin. Mereka memilih restoran mewah dan akan menyicipi beberapa makanan untuk acara pernikahan Ken dan Valerie nanti. Semua nya sudah tahu, hanya Carl yang belum diberitahu. Semuanya menjadi canggung dan takut Carl akan kecewa.


Setelah makanan utama habis, mereka menyicipi dessert yang tersaji. Rasa manis yang segar membuat tenggorokan terasa ringan. Seorang pelayang datang membawa troli, mengambil semua piring yang sudah kosong. Saat keadaan mulai kembali hening dan yang tersisa hanyalah suara gesekan biola kembali, Richard mulai berdehem membuat semuanya mengalihkan tatapannya kepada Richard. “Carl.”


Merasa dipanggil, Carl tersenyum ceria, “Ya, Dad.” Ia benar-benar menanti apa yang akan disampaikan Richard.


“Perihal kabar baik yang akan kami sampaikah. Seorang teman ku, Abraham Carolus, meminta mu untuk menjadi pemeran utama pada sebuah novel yang akan diadaptasi menjadi sebuah film. Midnight in Paris.” Ujar Richard sambil mengepalkan tangannya, ia tidak siap mengatakan inti dari makan malam ini.


Carl membuka mulutnya, matanya membola dan pekikan senang begitu terdengar. “Astaga Dad, aku tau sutradara terkenal itu! Bahkan novel itu pun sedang menjadi perbincangan hangat saat ini. Oh, aku benar-benar tidak menyangka akan terpilih seperti ini.” Sedikit kelegaan menyelimuti hati Richard, anaknya yang paling tidak pernah membuat masalah kini terlihat bahagia. Richard berfikir keras hadiah apa yang cocok untuk Carl, menggantikan kabar perjodohannya yang akan tergantikan oleh Ken.


“Dan satu lagi Carl, kakak mu Ken, memberikan jet pribadinya untuk mu.” Pandangan Carl pun beralih pada Kenrich, raut wajah yang dingin itu tersenyum.


“Kak? Apakah benar? Oh aku benar-benar berterimakasih.” Carl begitu senang dan ceria, namun ia sendiri bingung dengan semua ini, hari ulang tahunnya masih jauh dan tidak ada hari special untuk hari ini.


“Semoga kau suka atas hadiah kecil ku Carl.” Ujar Ken.


Senyum Carl luntur seketika, keningnya mengerut dan ia langsung menatap Valerie, wanita itu tak hanya tersenyum kecil dan seakan menunjukan rasa minta maaf kepada Carl. “Menikah? Dengan siapa?” Tanya Carl kelu, rasanya begitu seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.


“Dengan aku Carl, maaf baru bisa memberitahu mu sekarang. Valerie mengatakan jika kalian tidak memiliki hubungan apapun, dan untuk semuanya, berita kemarin tidak sepenuhnya bohong, kami memang memiliki hubungan tersembunyi dibelakang media.” Ken tersenyum menang pada Carl, seakan memperikan sebuah peringatan bahwa semuanya sudah terbalas. Ya, Ken merasa ini semua cocok untuk Carl terima, bahkan lebih menyakitkan dari pada hanya melihat mereka berselingkuh dibelakangnya.


“Ken.” Alicia memperingati, ia menyadari senyum Ken yang seakan mengejek pada Carl.


Carl seketika berdiri, memandang semuanya tidak percaya. Ini keterlaluan dan ia tidak terima. “Apa maksud semua ini? Bukankah kalian semua tahu jika aku mencintai Valerie?”


“Carl kembali duduk dan bersikap yang sopan. Hargai para orangtua yang ada disini.” Richard berkata tegas, membuat Carl mengepalkan tangannya dan duduk dengan perasaan kesal. Sakit.


__


siapin bunga ya buat nanti nikahan mereka😘