
Ken masuk kedalam mobilnya dengan cepat, melepaskan jas nya dan mencium kemeja yang sangat harum dengan wangi feminim seorang wanita. “Bas, siapkan satu pakaian lengkap untuk ku dan tunggu aku di basement.” Ken menatap arloji yang melingkar ditangannya, masih ada waktu dua jam untuk menghilangkan bau wanita ditubuhnya “Ah, satu lagi, aku juga ingin parfum dengan wangi yang biasa aku pakai, kau pasti tau bukan?” setelah mendapat jawaban yang puas Ken pun menutup panggilan teleponnya dan menatap supir dari kaca kecil ditengah. “Apa kau sempat mengira yang masuk kedalam mobil adalah istri ku?” tanya Ken tiba-tiba.
Dengan kaku supir itu menggelengkan kepalanya dan menegakkan tubuhnya. “Tidak tuan.” Jawabnya terbata. Ken menghembuskan nafasnya besar, bersandar pada kursi mobil yang begitu nyaman, semoga saja hanya satu hati Valerie tidak menyukai parfum Ken. “Berapa lama parfum ini akan hilang.” Gumam Ken pelan.
Mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang, keadaan tidak terlalu padat, membuat Ken dengan cepat sampai diperusahaannya. Tampak Bas sudah menunggunya dengan sebuah paperbag ditangan, ini yang membuat Ken mempercayai Bas, ia begitu sigap dan dapat diandalkan. Dalam keadaan genting seperti ini saja, entah bagaimana caranya Bas sudah mendapatkan apa yang Ken inginkan.
“Kerja bagus.” Ken mengambil paper bag itu dan berjalan kearah toilet yang semoga saja tidak ada satupun orang didalamnya.
Bas yang awalnya bingung untuk apa semua ini mendadak tersenyum kecil saat Ken mengambil paper bag dan melewatinya. Sebuah wangi yang sangat berbeda dengan Ken seakan tersebar disekelilingnya. Bahkan jika Bas tidak menyadari Ken melewatinya Bas sudah pasti akan mengira seorang wanita tengah melewatinya.
Ken selesai mengganti pakaiannya dengan yang baru, menyemprotkan wangi yang mendadak ia rindukan saat ini. Setelah selesai, Ken memasukan pakaiannya untuk pulang nanti didalam paper bag. “Kau mencium parfum wanita disini?” terdengar suara pria menggema ditoilet, membuat Ken menghentikan kegiatannya.
“Ya, apakah diujung sana ada seorang wanita?” walau seakan membisik, namun Ken tetap bisa mendengarnya, padahal ia sudah menyemprotkan parfum aroma musk, namun tetap saja parfum milik Valerie yang seakan dominan.
“Ya bagaimana pun dia salah masuk kamar mandi. “
“Sudah diam saja, mungkin dia terburu-buru dan salah masuk. Kau bersihkan kaca, aku akan membersihkan bagian closset.”
Ken memejamkan matanya geram, tampaknya jika ia tidak keluar akan semakin lama lagi diterkurung disini. Dengan menguatkan hati dan mempertaruhkan wajahnya, ia membawa paper bag dengan erat, membuka pintu toiletnya dan berdehem lumayan keras. Tampak kedua office boy itu langsung menundukkan wajah mereka dan berdiri sopan. Ken berjalan melewati mereka dengan wajah yang terpaksa santai. “Kalian.” Ken berbalik sebelum keluar, membuat keduanya menggenggam erat peralatan mereka dengan tengang, mereka takut mendapat masalah karena sudah berbuat gaduh seperti tadi. Ken melihat bibirnya sesaat, dan dengan berat berucap, “Jika aku tidak mendengar gosip miring tentang ku pagi ini, akhri bulan nanti aku pastikan gaji kalian naik.” Setelah mengucapkan kata-kata yang berat itu, Ken langsung keluar dari toilet, sedikit melemparkan paper bag pada Bas yang masih menunggunya.
Kedua OB itu saling bertatapan sesaat, terlalu terkejut dengan apa yang mereka dengar, jantung mereka sudah hampir lepas karena Ken memanggil mereka, namun tak disangka, rejeki pagi ini datang tanpa diundang, membuat mereka memekik gembira dan dengan semangat yang tinggi membersihkan toilet dengan cepat.
---
Guys lanjut siang ya🥺 Author lagi pusing dengan PPKM yang diperpanjang terus kaya debat sama doi🤣