
Wanita itu Valerie, hingga saat mereka mengerjakan tugas dirumah Carl, Ken datang dengan pesona yang begitu nyata, sikapnya yang lembut dan begitu manis. Amber mengira jika Ken memang selalu begitu pada setiap wanita, namun nyatanya tidak, Ken begitu menjaga jarak dengan wanita lain. Hingga beberapa kali kedekatan mereka membuat Amber melupakan Carl yang begitu terobsesi pada Valerie. Dan Amber pun mulau mencintai Ken.
Beberapa bulan setelah Amber dan Ken memutusan untuk berpacaran, Amber mulai terbiasa dengan sibuk nya Ken pada pekerjaannya, tak jarang waktu luang yang seharusnya mereka pakai bersama dihabiskan dengan pertemuan yang mendadak bersama kliennya, berangkatnya Ken kebeberapa kota dan Negara, hingga membuat Amber terkadang menyesal pernah menolak ajakan Ken untuk ‘berhubungan’ , ia saat itu belum siap, dan Ken tidak pernah memintanya lagi, mereka percaran sehat yang lebih banyak dihabiskan melalui chat dibandingkan bertemu. Hingga saat perayaan kedua tahun mereka, Ken tidak datang, Amber tidak dapat menghubungi Ken, hampir dua jam ia didalam restoran dengan beberapa waiter yang menatapnya dengan aneh. Amber malu, kecewa dan ingin menangis saat itu juga. Apakah Ken bosan? Ucapan serius apa yang akan Ken ucapkan hingga tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali. Seketika Amber menyesal, ia memang membosankan, pria sesempurna Ken tidak akan bisa berpacaran seperti anak sekolah seperti ini. Amber yang menangis langsung keluar dari restoran, menghentikan seriap taksi yang penuh dan pada akhirnya bertemu Carl.
Carl tampak sama hancurnya dengan Amber, mereka sedikit meminum wine didalam apartemen Carl, melakukan kesalahan dengan alasan menumpahkan emosi mereka, Amber memberikan apa yang seharusnya ia berikan pada Ken saat itu, pikirannya kacau dan tidak bisa berpikir jernih, hingga kedatangan Ken dengan amarahnya yang membludak membuatnya perih, kabar meninggalnya nenek mereka seperti tamparan keras. Dan dunia Amber seakan runtuh saat Ken memberikan kotak cincin tadinya akan Ken berikan malam ini.
Tidak ada kesempatan untuk Amber kembali pada Ken, namun Carl yang tidak pernah menghubunginya lagi sejak saat itu membuatnya bingung, ia hamil! Hingga kabar keberangkatan Carl membuatnya frustasi, ia kembali ke Brazil, beberapa bulan mungkin aman, namun gejala orang hamil terlihat jelas oleh orangtuanya, ia pun mengakui jika ia hamil namun anak ini milik Ken. Tampak kekecewaan dari wajah keduanya, Amber tidak memilih jujur jika ini adalah anak Carl, ia malu, tidak bisa membayangkan kedua orangtuanya semakin hancur mendengar kenyataan ini. Bagaimana bisa ia memiliki hubungan dengan Ken dan tiba-tiba saja memiliki anak dari adik kekasihnya sendiri.
Berbagai cemoohan dan hinaan ia dengar dari keluarganya, membuat Amber merasa ia diusir secara tidak langsung, tidak ada satu orangpun yang menguatkan bahunnya. Ia memilih keluar dari rumah itu, mencari kota baru untuk membuka lembaran baru, hingga pertemuannya dengan Amanda membuat Amber terharu, ia menerimanya dan membantu Amber mencari pekerjaan yang mau menerimanya saat hamil. Mereka berjuang bersama hingga Earl lahir dengan kondiri yang lemah, membuat Amanda bekerja keras dengan memberikan banyak biaya untuk membantu Amber. Saat itu Amber tidak mengetahui pekerjaan Amanda seorang wanita malam, yang ia tahu Amanda adalah seorang penyiar radio seperti yang Amanda katakana. Namun lambat laun Amber mengetahuinya, tidak menyudutkan Amanda dan Amber memilih mencari beberapa perusahaan yang menerima ijazah S1 nya.
__
Oh iya, di laptop aku udah bikin stock cerita Carl ya, karena akan aku crazy up sebulan tamat. Soalnya Author lagi ngejar misi. Nanti bantuin Author buat vote ya🥰 biar lencana author kumplit hehe.
Siap-siap 2 September kita mulai cerita baru ya🥳