
Ken keluar dari dalam mobil, cahaya matahari sudah digantikan senja yang bahkan mulai meredup dan bersiap menggantinya dengan kegelapan malam . Udara musim salju pun mulai terasa, hembusan angin dingin yang cukup membuat beberapa orang bergidik. “Istri ku sudah pulang?” Tanya Ken pada seorang pelayan yang berjalan. Ia menundukan kepalanya sopan dan menjawab.
“Sudah Tuan, sekitar lima belas menit yang lalu.” Ken mengangguk pelan dan melanjutkan langkahnya, menaiki tangga dan berjalan membuka pintu kamar dengan pelan.
Ken masuk kedalam kamar yang sepi, hanya ada suara air yang mengalir dan itu sudah menandakan Valerie tengah berada didalam sana. Ken membuka jas dan menaruhnya diatas ranjang, melepaskan rompi lalu kancing kemejanya. “Astaga, kau membuat ku terkejut.” Ken seketika berbalik, menatap Valerie tengah memasang wajah syok sambil satu tangan didada, membuat Ken tertawa kecil.
“Kau terkejut karena melihat suami mu sendiri sayang?” Tanya Ken. Valerie cemberut mendengar itu, ia melangkahkan kakinya mendekati Ken, kimono putih dan lilitan handuk kecil diatas kepala membuat Ken harus menelan air ludahnya. Wajah dan tubuh Valerie begitu segar.
“Aku hanya terkejut karena kau tidak berkata apa-apa saat memasuki kamar.”
Ken menaikan alisnya, “Apa yang harus aku katakana saat memasuki kamar?” Tanya Ken menggodanya. Membuat Valerie menarik nafasnya dengan wajah yang menahan rasa sabar.
“Oh ayolah sayang, kita hentikan saja perdebatan ini. Lebih baik kau juga bersiap untuk acara kita.” Valerie membantu Ken melepaskan kemejanya, mendorong pelan agar pria itu segera memasuki kamar mandi dan tidak mengganggu atau berbuat ulah disaat Valerie bersiap.
“Siapkan baju untuk ku sayang!.”Teriak Ken dari dalam kamar mandi saat Valerie menutup pintu itu.
“Ya sayang, aku akan menyiapkannya.”
Valerie berjalan kearah ruang pakaian yang terhubung dengan kamar ini, memilih pakaian casual namun rapi yang senada dengan pakaiannya. Setelah menemukan Valerie membawanya keluar, menaruhnya diatas ranjang dan mulai duduk meja riasnya.
Ia membuka lilitan handuk dirambutnya, mengeringkannya dengan hairdryer dan memberikan segala perawatan rambut agar tetap terawat. Setelah dirasa cukup kering, Valerie berjalan menuju dress yang sudah ia siapkan tadi, mengenakannya dengan begitu rapi dan menatap pantulan cermin besar yang ada didalam kamar, setelah itu kembali kemeja rias dan mulai bermake up dengan tidak berlebihan.
__
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, keduanya sudah bersiap dengan penampilan yang memukau. Keadaan jalan cukup lenggang malam ini, tidak sepadat sore tadi.
“Gunakan jaket mu dengan besar sayang.” Valerie seketika mengeratkan jaket tebalnya, apa Ken bersungguh-sungguh?.
Ken terlebih dahulu keluar dari mobil, lalu pintu Valerie dibukakan oleh sang supir. “Kita benar-benar akan kepantai?” Tanya Valerie memastikan.
“Ya, bukan kah kita sudah dipantai? Ayo turun.”
“Tapi disini sangat dingin.”
“Aku akan memeluk mu.” Valerie menghela nafasnya, dengan terpaksa ia turun dari mobil.
Ken memeluk pinggang Valerie lembut, angin pantai pun terasa begitu kencang. “Kita akan kesana.” Ken menunjuk sebuah jembatan kayu kecil yang menghubungkannya pada tempat yang berada atas air. Terdapat lampu-lampu redup menghiasinya, membuat tempat itu tidak terlalu mencolok.
__
Gak kerasa ya udah awal bulan aja💞 Makasih buat kalian semua yang udah baca cerita ini❤️
Selamat untuk para pemenang giveaway 🥳
Terimakasih banyak ya buat partisipasi nya🥰 untuk hadiah, ditunggu bukti ss profil dan kirim ke Instagram @Dheanvta.
Thanks banget🥺