The Perfect Match

The Perfect Match
Tidak Terpengaruh



Valerie mengembangkan senyumnya saat masuk kedalam mobil merah milik Ken, wajahnya benar-benar ceria saat menerima pesan jika Ken akan menjemputnya. “Bukan kah jam dua siang nanti?” Tanya Valerie sambil memasang seat beltnya.


Ken membalas senyuman Valerie, menengokkan kepalanya pada kursi belakang mobil dan memberikan sebucket bunga. “Untuk mu, kita akan makan siang dan sedikit berjalan-jalan sebelum mencoba baju pengantin kita.” Wajah Valerie tampak memerah, ia tidak akan berdebat lagi dengan hatinya, Ken benar-benar mencintainya, bukan menganggapnya alat balas dendam seperti yang Carl katakan.


“Terimakasih.” Ujar Valerie, Ken semakin tersenyum dan mengelus kepala Valerie lembut, ia memakai seat beltnya dan mulai menyalakan mesin mobil. Valerie memang cantik, bahkan harus ia akui jika Valerie adalah wanita paling cantik yang ia temui.


Bukan masalah jika Valerie bekas siapapun, memang pada kenyataannya hampir semua wanita yang ia kenal begitu, melakukan tanpa dasar cinta dan status, jadi bukan suatu hal mengejutkan jika ia mendengar kabar itu. Yang terpenting bagi Ken adalah Carl tidak bisa memiliki Valerie dan itu satu-satunya target Ken sekarang. Membuat Valerie semakin jatuh cinta, dan tidak akan meninggalkannya, apalagi menggagalkan pernikahan mereka dan membuat Carl senang. Itu tidak akan terjadi.


“Apapun untuk mu sayang. Kau ingin makan apa?” Tanya Ken, ia mulai menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah Alex.


Valerie berbunga mendengar ucapan itu, ini seperti mimpi, padahal dari semalam Ken tidak mengirim pesan apapun hingga siang tadi, namun Ken benar-benar tidak terduga, ia ternyata romantis dan langsung menjemputnya, membuat pikiran buruk yang bersarang dikepalanya terhempas begitu saja. “Aku ingin memakan grilled chicken.”jawab Valerie, ia merasa masih kaku dengan hubungan ini.


“Kalau begitu aku akan mencari restoran terbaik untuk mu.” Valerie hanya mengangguk dalam senyumnya, ia memainkan bibirnya hendak berbicara, namun semuanya terasa berat dan ia tidak berani. “Ada apa?” Tanya Ken yang menyadari sikap Valerie. Seketika Valerie langsung menoleh kearah Ken.


“Umm, itu, aku ingin minta maaf soal kejadian kemarin. Mom terlalu marah dan langsung ingin menikahkan kita.”


“Tidak masalah sayang, memang pada akhirnya kita akan menikah.” Jawab Ken lembut.


“Kau tidak marah? Sungguh?” Tanya Valerie. “Semalam kau benar-benar dingin dan tidak menghubungi ku sampai tadi, aku pikir kau marah.”


Senyum Valerie yang begitu manis seakan tengah mendambakan Ken. “Aku tidak salah mencintai mu.”


Ken yang tengah mengemudi terdiam sebentar, rasanya begitu tak menentu, perasaan senang dan puas menyelimuti hatinya. Namun sedetik kemudian ia tersadar, itu hanya rasa senang karena ia akan benar-benar membuat Valerie terperangkap pada diri Ken seorang, tidak akan pernah Carl mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan kebahagiaanya.


Sesampainya di sebuah restoran mewah, mereka masuk dengan bergandengan tangan untuk pertama kalinya. Memesan meja untuk pasangan dan menu yang mereka inginkan. Suasana yang menampilkan pemandangan dan suara music yang pas membuat mereka nyaman. Perbincangan kecil membuat Valerie tak henti-hentinya kehabisan bahan perbincangan.


 




Ini kenapa sering eror di update ya? setiap review lama banget 🤧


Sumpah aku BT di review nyampe 12jam gini!!😤 (Pengen marah kesiapa?😭)