The Perfect Match

The Perfect Match
Undangan Siena



Ken masuk kedalam ruangan rapat, dihadiri kurang lebih lima belas orang. Dengan sedikit menghembuskan nafas lega ia duduk dikursi bagian kepala meja. Ia tidak bisa membayangkan jika ia masuk kedalam rapat dengan wangi wanita yang feminim seperti tadi, hampir semua diruangan ini adalah pria dan hanya ada satu wanita yang tengah berdiri didekat layar untuk menjelaskan.


“Ya. Mulai saja,” ujar Ken. Rapat pun dimulai, beberapa penjelasan dan tanya jawab terdengar, hampir dua jam mereka habiskan didalam sana. Ken menatap arloji yang melingkar ditangannya, sudah terasa cukup mengenai menjelasan rapat hasil perusahaan bulan lalu, dan rapat itu pun selesai.


Ken keluar dengan langkah lebarnya, mengeluarkan ponsel dan terdapat pesan masuk yang cukup mendebarkan. Valerie, istrinya mengirim dua pesan. Dengan menarik nafas terlebih dahulu ia membuka pesan itu, berharap cemas semoga saja buka sebuah pesan yang berisi jika Valerie akan datang kekantornya saat ini. Demi apapun, Ken tidak ingin mengubah wangi ruangannya menjadi harum Violet lagi! Ken menghembuskan nafasnya dengan lega.


-Aku akan kerumah sakit menemui Earl bersama Mom.-


-Keadaan Earl mulai membaik sayang, akhir pekan kau harus melihatnya!-


Ken tersenyum membacanya, ia pun tidak tega melihat seorang anak kecil berusia dua tahun itu harus selalu dipasang infus. Namun Ken yakin, Earl akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan kuat. –Ya, aku akan melihatnya sayang, kita harus membeli hadiah untuknya sayang.- Send.


“Maaf Sir, nona Siena ada didalam, dia mengatakan sudah memiliki janji dengan anda,” ujar Bas, Ken mengerutkan keningnya sesaat, sudah hampir dua bulan wanita itu tidak terlihat muncul dihadapannya dan kini tiba-tiba saja Siena didalam ruangannya.


Ken pun mengangguk mengerti dan masuk kedalam ruangannya, dan benar saja! Siena berada disofa tengah sibuk memaminkan ponselnya. “Kau masih hidup?” tanya Ken sambil menutup kembali pintu ruangannya. Tampak Siena menghentikan kegiatannya dan menatap Ken dengan raut wajah gembira.


“Ken!” pekik Siena, ia berdiri dan menarik Ken untuk cepat duduk di sofa bersamanya. “Aku ada sesuatu untuk mu.” Tampak Siena mengeluarkan sebuah undangan yang begitu indah, Ken menerimanya dengan sedikit bingun dan membaca baik-baik sampul undangan itu.


“Apakah ini serius? Kau menikah?” Siena menganggukan kepalanya cepat, bahkan ia menunjukan cincin dijari manisnya, sebuah cincin pertunangan yang entah kapan.


“Tidak, ini lamaran yang sangat dadakan. Aku mendapatkan cara tercepat agar Ethan dan aku bisa menikah. Kau tahun sendiri bukan, Ethan sangat lama mengumpulkan keberaniannya untuk melamar ku!”


“Cara tercepat?” ulang Ken bingung. Namun dengan cepat raut wajah itu berubah. “Astaga, jangan bilang kau yang melamar dan menemui kedua orangtua Ethan.”


Siena mendelik kearah Ken, pria itu terlalu gegabah menyimpulkan apa yang ia pikirkan. “Tidak! Aku hamil, dan Ethan yang tetap datang kepada orangtua ku!” ujar Siena dengan kesal.


“Kau? Hamil? Astaga itu cara tergila yang pernah aku dengar Siena. Bagaimana jika Ethan kabur dan menolak bertanggung jawab? Kau sendiri yang akan kebingungan.”


“Tapi nyatanya tidak bukan? Ethan pria yang bertanggung jawab, dia akhirnya memberanikan diri melamar ku, dan dua minggu lagi aku akan menikah, jangan lupa beritahu istri mu untuk datang.” Siena berdiri dan merapikan tasnya. “Aku akan menemui calon suami ku dulu.” Ken tidak menjawab, ia mengerutkan keningnya yang terasa pening. Ada apa dengan para wanita hari ini?.


___


Cerita Carl di Up tanggal 2 September ya guys. Judul yang pas buat cerita Carl apa ya? Secret Deddy?.


visual mereka juga udah aku cari yang bagus-bagus 😍