The Perfect Match

The Perfect Match
Hadiah kecil



Keesokan paginya Valerie bangun sangat pagi, ia mencari pakaian yang akan ia kenakan, hari ini. Pilihannya tertuju pada sebuah long dress berwarna putih yang senada dengan kalung pemberian Alex. Rambut panjangnya ia urai begitu saja dan hills yang ia gunakan tidak terlalu tinggi.


Valerie menunggu supir yang Alex perintahkan untuk menjemputnya, sambil menunggu Valerie memainkan ponselnya, mencari beberapa berita terbaru diakun sosial media. Mata Valerie terfokus pada berita yang menarik, sebuah kabar yang diberi judul kedekatan Kenrich dengan seorang anak pengusaha asal Inggris, Siena Floy. Dikabarkan kedekatan ini mulai tercium media saat kamis malam, beberapa foto makan malam mereka tersebar. Tak diherankan beberapa bulan terakhir ini Mr.Floy, ayah Siena membuat beberapa kerja sama dengan Mr. Alvaron.


Valerie mematikan ponselnya, ia merasa sesak dan kesal bersamaan. Pantas saja dua hari ini hidup Valerie seakan tenang, ternyata Ken sedang menghabiskan waktunya dengan Siena itu! Valerie berusaha meyakinkan diri, sampai kapan pun mereka tidak akan pernah bersama, penolakan Ken dari dulu sudah membuat Valerie sadar diri. Perasaan yang sudah ia kubur dalam-dalam sebaiknya tidak pernah timbul kembali kepermukaan.


Sebuah pesan masuk memberitahun bahwa seseorang sudah menjemputnya. Valerie dengan cepat mengambil tas tangan dan bergegas menuju parkiran.


Perjalanan mereka begitu hening, Valerie kembali fokus pada berita tentang dirinnya. Ternyata foto saat dirinya memasuki perusahaan pagi kemarin tersebar dengan cepat. Kabar dirinya bekerjasama dengan Victoria Secret tersebar luas, beberapa penggemarnya menunggu iklan yang akan terbitb dengan wajah Valerie. Valerie cukup puas dengan beberapa fans yang mendukungnya diluaran sana.


Tak terasa mobilnya telah sampai dihalaman rumah Alex, rumah ini terlalu besar jika hanya ditempati oleh satu orang, bahkan yang memenuhi rumah ini adalah beberapa pelayan dan supir Alex.


“Grandfa!” pekik Valerie sambil menghamburkan pelukannya pada Alex sang sudah menyambutnya didepan pintu.


“Aku kira kau melupakan kakek tua ini karena sibuk.” Ujar Alex ramah.


“Masuklah, aku sudah memikirkan tempat yang akan kita kunjungi hari ini. Aku yakin kita bertiga akan senang dengan suasana disana.” Valerie mengerutkan keningnya.


“Bertiga?” Tanya Valerie bingung. Alex tak pernah mengatakan akan mengajak seseorang, Alex hanya mengatakan ingin menunjungi suatu tempat pada minggu ini.


Perlahan mereka masuk kedalam rumah, dada Valerie seakan sesak. Kenrich, pria itu tengah duduk degan santai, dengan senyuman yang tanpa dosa itu ia arahkan pada Valerie.


“Hai Valerie, akhirnya kita bertemu kembali, sudah lama rasanya.” Ucapannya benar-benar tenang. Valerie merutuki Kenrich dalam hari. Ya, sudah lama sekali, dua hari yang lalu!


“Sebenarnya aku sudah 4 hari disini, mengingat dirimu yang terlalu sibuk membuatku tidak berani untuk menunjungi. Apa lagi kabar mu dan kekasih mu itu ”


“Ah, padahal aku sangat menunggu teman kecil ku yang sudah terkenal ini. Saat kemarin malam Kakek memberitahu ku bahwa kau akan berjalan-jalan, aku langsung antusias menawarkan diri untuk ikut.”


Keduanya seakan menatap tajam dan saling mengejek, membuat Alex yang tak mengerti dengan tingkah mereka langsung berdehem. “Bagaimana jika kita berangkat sekarang? Kau pasti senang bukan ada Kenrich dalam acara kita? Dulu kau sangat menginginkan bermain dengan Kenrich kan?” Senyum Kenrich semakin menampilkan kemenangan, membuat Valerie semakin berdebar tak karuan.


Kenrich berdiri dan menghampiri Alex, membuat Valerie dapat mencium aroma maskulin yang pria itu gunakan. “Sebelum kita pergi, aku ingin memberikan hadiah kecil untuk mu.” Ujar Kenrich sambil tersenyum lembut pada Alex.


---


Guys komen yang banyak ya tentang sosok Ken. aku membutuhkan Ilham nih wkwk