
Keesokan harinya, mereka sudah bersiap, berpamitan dengan keluarga mereka sebelum menaiki jet pribadi Ken.
"Hati-hati sayang ku." pesan Alex pada Valerie dan Agatha pada Ken.
Kedua orangtua mereka memberikan pelukan bergantian, memberi pesan dan memperingati agar tidak ada yang sibuk dengan dunianya sendiri. Setelah berpamitan mereka akhirnya masuk kedalam jet, duduk dengan nyaman dan memulai penerbangan ke Kanada.
Hampir dua jam, jet pribadi mereka mendarat sempurna dan selamat di landasan, seseorang menghampiri dan menunjukkan mobil yang sudah menunggu mereka, dua koper mereka pun sudah diambil dan disimpan di belakang mobil.
"Aku tidak menyangka berbulan madu disini, tempat aku tumbuh besar." ujar Valerie saat masuk kedalam mobil, Ken hanya tersenyum kecil tanpa menjawab apa pun."
Perjalanan tampaknya belum selesai, mereka menempuh waktu hampir dua jam lebih hingga sampai di sebuah tempat dengan pemandangan yang memanjakan mata. Danau Moraine, tempat yang tepat untuk menciptakan suasana romantis.
Setelah di tunjukan sekilas dari dalam mobil, mereka kembali pergi ke daerah Alberta. Sebuah tempat penginapan yang hanya ada beberapa di hamparan rumput yang luas. Tempat penginapan itu begitu besar, identik dengan kayu dan kaca. Mungkin akan lebih pas jika saat musim salju mereka kemari.
"Kau lelah?" tanya Ken. Valerie menggelengkan kepalanya.
Sesampainya didalam, orang yang membantu membawa koper pun pamit pergi meninggalkan keduanya, digantikan oleh seorang pramusaji yang datang membawa beberapa makanan berat untuk menyambut mereka.
Valerie memandang seisi kamar mereka, semuanya tampak indah dan ruangan yang diberikan cukup luas. Kaca dari kamar dapat melihat isi kamar mandi, hanya terbatas oleh kaca yang di hiasi tirai putih yang tipis, dan kain tebal yang sedang digulung di pinggi kaca besar itu. Beberapa kelopak bunga berhamburan diatas ranjang, tersedia pula lilin aromaterapi yang bisa dinyalakan kapan saja, membuat Valerie sedikit penasaran dengan indahnya tempat ini dimalam hari, jauh dari suara kendaraan, jauh dari padatnya kota dan menikmati keindahan alam dimalam hari.
"Ada apa didalam?" tanya Ken yang tiba-tiba saja ada dibelakangnya.
"Kolam pribadi. Cantik bukan?" tanya Valerie.
"Ya, kita akan mencobanya besok. Sekarang makan lah terlebih dahulu." ajak Ken. Ia memeluk pinggang ramping Valerie dan membawanya masuk kembali kedalam kamar, makanan yang disajikan begitu beragan dan ditata dengan rapi diatas meja.
"Setelah makan kita langsung menuju danau?" bukan pertanyaan, lebih tepatnya sebuah ajakan yang Valerie inginkan.
Ken yang baru mengambil alat makan terdiam sebentar, lalu mengangguk kepalanya. "Kita habiskan sore kita disana." jawab Ken membuat Valerie tersenyum senang. Karena tidak sabarnya, Valerie makan dengan begitu lahap namun tetap teratur. Menyicipi beberapa dessert manis dan minum dengan perlahan.
Setelah selesai, mereka keluar dari kamar, memulai perjalanan mereka yang segar ke sebuah danau indah. Jembatan yang terbuat dari kayu dengan beberapa lampu kecil memberikan kesan indah yang begitu elegant. Sebuah pemandangan indah terhampar didepan mata, hutan dan gunung yang mengelilingi danau membuat Valerie tak sabar untuk berfoto.
----