The Perfect Match

The Perfect Match
Menagih Janji



Ken memposisikan pose yang ia inginkan, seorang pria gantle yang seksi. Siapa yang menyangka Ken akan melakukan itu, membuat wanita yang ada diruangan ini menahan nafasnya.


"Oh, bagaimana caranya agar mata ku bisa mengabaikan makhluk semenakjubkan itu!" Pekik Ella yang begitu terdengar ditelinga Valerie, membuat wanita itu menatap Valerie dengan kesal.


"Bisakah kau diam dan nikmati saja." Bisik Valerie geram. Ia kembali mencuri pandang, bagaimana bisa seorang CEO bergaya seperti itu, ia terlalu menggoda. Ah Valerie tahu, pria itu tengah pamer dan mencari perhatian.


Terlihat sang model pria dikenakan jubah dan duduk di kursi istirahat.


"Aku ingin menunjukkan juga pose yang aku harapkan dengan model wanita nantinya." Ucapan itu begitu tenang. Membuat Valerie mencerna perkataan tersebut. Pandangan orang-orang seketika menuju kepadanya. Membuat Valerie mengerutkan keningnya bingung.


"Apa?" Tanya Valerie seperti orang bodoh.


"Mr.Alvaron ingin menunjukan pose yang ia harapkan bersama mu, Valerie." Ujar Jack. Valerie mendelik.


"A..apa?!"


"Kemari lah, kau sudah profesional bukan? Kau harus mengikuti keinginan klien." Ken berkata dengan begitu santai. Menatap Valerie seakan menantangnya, sorot mata itu benar-benar seperti menggoda.


"Ayo Valerie, ini benar-benar hari baik mu! Kau beruntung bisa dekat dengannya nanti?" Bisik Ella antusias, membuat Valerie ingin menghilangkan Ella dalam sekejap.


Perlahan Valerie bangkit, ia mendekati sofa dengan begitu berani. Jantungnya semakin berdebar saat Ken membaringkan diri sendiri dengan begitu pasrah disana. Valerie tidak bisa! Ini tidak baik bagi jantungnya.


"Bertemu lagi Valerie." Senyuman nakal dari wajah Ken terlihat. Membuat Valerie menelan air liurnya.


Ella berlari kecil datang menghampiri nya. Menanti Valerie membuka jubahnya. Dengan begitu pelan dan ragu ia membukanya, tubuhnya kembali kaku dan ia tidak akan siap!.


"Ayo Valerie, kita mulai." Ujar Jack. Sial!


"Kemana hilangnya keahlian mu dalam menggoda ku dulu? Apa selemah ini kau sekarang?" Ejekan itu begitu lembut. Membuat Valerie memerah, ternyata Ken masih mengingat dengan jelas.


"Valerie perlihatkan kemari, jangan menutupi kamera." Jack benar-benar pria berisik!.


Valerie menatap Jack kesal.


"Aku tidak ingin diatas seperti ini! Tubuhnya terlalu besar!" Terdengar suara yang riuh yang berisikan ketidak percayaan atas apa yang dilakukan Valerie."


Pandangan Valerie menjadi salah tingkah, ia beringsut duduk terlebih dahulu. Terlihat jelas Jack yang sepertinya frustasi dengan sikap Valerie.


"Ada apa dengan mu. Bukankah kau sudah tau pose saat diri mu yang diatas. Pegang saja perutnya dan tunjukan ekspresi senatural mungkin."


"Tidak apa-apa. Sepertinya ide itu bagus." Terlihat Ken beranjak duduk. Sedikit menggerakkan otot tubuhnya, seakan merelax kan sejenak otot-otot itu. Melihat itu, Valerie menelan kembali air liurnya. Pikiran liar mulai menghantui.


Valerie memekik keras saat Ken mendong tubuhnya, membaringkan tubuh keduanya dengan gerakan tiba-tiba. Sorot mata pria itu begitu tajam, membuat Valerie seakan terhipnotis dan terus menatapnya.


"Aku benar-benar tidak ada merekomendasikan untuk memperpanjang kontrak mu jika ini gagal." Ucapan itu membuat Valerie sadar. Ia ingin mendorong tetapi Ken mampu menahannya.


"Sebenarnya apa mau mu!" Bisik Valerie begitu tajam.


"Kau." Jawab Ken santai.


"Aku ingin menagih janji mu."