
Keesokan paginya, Ken sudah meninggalkan Los Angeles, ia berangkat ke London untuk urusan bisnis. Beberapa pesan masuk membuat Ken sedikit geram dan mengeluarkan ponselnya. Matanya seakan menajam dan melihat beberapa gambar hasil screenshoot dengan beberapa link yang dikirimkan oleh Frand, teman kalangan bisnisnya. ‘Apakah berita ini benar? Waw, aku tak menyangka kau benar-benar mendapatkannya,’
Ken memejamkan matanya, digambar itu terlihat Valerie tengah memasangkan kacamata, bahkan Alex yang saat itu baru keluar dari mobil tak ada didalam gambar. Paparazi memang berbakat memperkeruh suasana, judul yang beredarpun beragam, ada yang fokus pada mobil lelang yang ternyata dimenangkan oleh Valerie hingga judul yang mengatakan bahwa Valerie kini diam-diam menjalin hubungan dengan seorang pembisnis sukses.
Seakan belum yakin, ia membuka internet, memang banyak kabar itu sudah tersebar dalam waktu kurang dari 12 jam. Benar-benar mengagumkan. Membuat Ken semakin muak dengan para pembawa kamera diam-diam itu. Mereka seakan kelaparan bahan untuk gosipnya. “Bas, katakan pada Samuel, bereskan semua berita yang kini menyeret nama ku selain berita bisnis.”
“Baik tuan.” Ken melirik keluar jendela pesawat, hanya ada beberapa gulungan putih awan yang sedikit membuatnya tenang. Ayolah Ken, sudah biasa bagi mu jika tertangkap kamera bersama wanita kalangan selebriti,namun rasanya kali ini berbeda, ia merasa orang lain tidak perlu tahu, ia tidak ingin ada yang mencium kedekatan mereka, ia ingin Carl langsung melihat secara langsung tanpa mendengar desas desus ataupun melihat berita kedekatan mereka. Itu akan mengurangi kadar rasa sakit yang akan ia terima nanti.
-
Valerie menyambut kedatangan Jessy dan Justin di bandara, tentunya dengan pakaian yang tertutup, topi dan kacamata hitam agar tak ada siapapun yang mengenali dirinya, “Astaga, aku sangat merindukan mu anak ku.” Peluk Jessy saat mereka sudah didalam mobil dengan model pintu geser itu.
“Aku juga merindukan mu mom.” Balas Valerie memeluk erat Jessy. Justin yang duduk didepan bersama supir langsung menengok kebelakang.
“Apa kau sudah menyiapkan semuanya sayang?” Tanya Justin. Valerie memajukan bibirnya dan cemberut.
“Apa Daddy tidak akan memeluk ku dulu? Apa tidak merindukan ku?” tegur Valerie. Justin tertawa pelan.
“Nanti saja. Uncle Richard dan aunty Alicia sudah menunggu kita dirumahnya.” Valerie mengerutkan keningnya, ia kira hanya mereka bertiga saja yang akan memberikan kejutan.
Selama diperjalanan mereka menghabiskannya dengan candaan dan rencana yang mereka susun. Valerie sudah menyiapkan kue berukuran besar, dan Alicia sudah menyiapkan kejutan kecil diruangan tamu mereka. Kedua orangtua Kenrich akan meminta Alex untuk datang seperti ulangtahunnya tahun lalu, berkumpul dan makan bersama dengan hangat, namun kali ini, Jessy, Justin dan Valerie ikut merayakan.
Sesampainya disana, mereka disambut hangat, Valerie sudah melepas topi dan jaket tebalnya serta kacamata. Supir mereka membawakan kue besar itu dan meletakkannya dimeja tengah. “Ayah ku akan datang jam berapa?” Tanya Justin.
“Sekitar jam 11, ayo kita siap-siap, mobil yang aku kirim untuk menjemput sudah diperjalanan untuk kemari.” Ujar Richard sambil menatap ponselnya. Semuanya bersiap dan mempersiapkan diri. Agatha menuruni tangga bersama dengan Alicia. Kedua wanita itu cantik dengan aura ceria yang selalu ditampilkan.
“Jessy!” Pekik Alicia, ia memeluk erat tubuh Jessy lalu Valerie. “Kau sangat cantik sayang. Astaga, aku merindukan mu.” Valerie tersenyum dan membalas pelukan hangat, berbincang kecil dan bertawa bersama.
“Kemana para jagoan kalian?” Tanya Justin. Ia tak melihat pria muda diruangan ini.
Alicia menghela nafasnya dan melirik Richard. “Anak-anak ku sudah besar dan sibuk dengan dunia mereka. Carl ada shooting, dan Ken harus mendatangi rapat untuk kontraknya di London.”
Valerie melirik Alicia, London? Apa itu maksud dari ucapan Ken waktu itu? Ia memberi hadiah mobil kemarin.
-TINNN- suara klakson mobil menyadarkan mereka semua.
“Tolong matikan lampunya, Kate. Tutup juga tirai.” Teriak Richard dan mereka mulai bersiap memakai topi runcing dengan terompet kecil untuk ulangtahun dalam keadaannya yang tertutup cahaya.