
Mereka memasuki tempat itu, terdapat seorang pelayan yang menyambut mereka dengan ramah. Ken menyebutkan reservasi atas nama dirinya, setelah menyesuaikan nama Ken mereka dipersilahkan masuk dan seseorang membantu mereka untuk melepaskan jaket tebal mereka. Udara cukup hangat mulai menyelimuti mereka, kerutan kening Valerie semakin terlihat saat mereka mulai diarahkan pada sebuah lorong tangga yang begitu indah. Pikiran Valerie langsung mengerti, ini seperti di Maldive, mereka akan menunjukan indahnya keindahan laut memalui kaca yang menjadi penghalang.
“Waw.” Komentar Valerie, mereka mulai memasuki sebuah ruangan, atau lebih tepatnya sebuah restoran dibawah laut.
“Kau suka?” Tanya Ken pelan. Valerie mengangguk cepat dan tersenyum pada Ken.
“Aku sangat menyukainya.”
Mereka mengambil tempat yang berada didekat ikan-ikan itu melewat. Uniknya lagi, mereka dapat melihat sebuah bangkai kapal besar dari balik kaca akrilik. Seorang pelayan menghampiri mereka dan memberikan menu pada Ken dan Valerie, menu yang disajikan adalah perpaduan makanan barat dan Asia. Setelah memesan beberapa menu, pelayan itu pun berlalu dengan sopan. Valerie melirik beberapa meja yang terisi, kurang dari sepuluh meja sudah terisi oleh para pasangan, suara music yang tenang menciptakan suasana romantis yang begitu pas. “Sabtu nanti kita akan makan malam bersama keluarga Siena, aku akan mempromosikan GM baru ku pada mereka.”
“GM baru?” Ken mengangguk, kedua tangannya ia tautkan diatas meja.
“Rekomendasi Siena.”
“Apa kalian begitu dekat?” Tanya Valerie pelan, jika dikatakan cemburu jelas Valerie cemburu. Mengingat semua pemberitaan Ken selama ini tertuju pada sosok Siena.
“Ya, seperti diri mu dan Carl, banyak yang menganggap kita berdua pasangan, padahal kenyataanya kami hanya bersahabat.” Mendengar jawab itu Valerie bergumam pelan. Pembicaraan pun berlanjut pada topik yang lebih menyenangkan untuk mereka berdua, seperti rencana berlibur untuk waktu luang mereka dan rencana kegiatan lainnya untuk menyambut salju pertama mereka.
Makan mereka pun hadir dan disajikan dengan begitu indah, aroma yang lezat membuat rasa lapar semakin meningkat. Bagaimana pun, harga memang menjamin dengan apa yang akan mereka dapatkan.
“Kau bisa memasak ini?” goda Ken sambil mengambil alat makan.
“Kau ingin belajar masak?” Tanya Ken yang tampak serius. Bayangan tentang hal menyenangkan itu membuat Valerie mengangguk cepat. Hari-harinya yang tampak membosankan akan sedikit terhibur dengan acara belajar memasaknya. Siang tadi saja ia diajarkan memasak oleh mommy, dan itu benar-benar menyenangkan. “Kalau begitu aku akan mencarikan chef terbaik untuk mu.”
“Kau serius?” Tanya Valerie girang.
“Apapun yang kau ingin lakukan beritahu aku, aku akan mencarikan semua yang terbaik untuk mu.” Senyum Valerie semakin mengembang. Ken mengerutkan keningnya tak suka saat melihat seorang pria tengah diam-diam memperhatikan Valerie, sudah tiga kali Ken memergoki pria itu mencuri pandang pada sosok Valerie, padahal ia sedang bersama seorang wanita dimejanya.
“Terimakasih, aku sangat mencintai mu.” Pekik Valerie. Ken tak menjawab, matanya seakan menajam pada arah lain, membuat Valerie yang penasaran hendak memutar kepalanya pada apa yang sedang di lihat Ken.
“Aku juga sangat mencintai mu.” Jawab Ken cepat, membuat Valerie menghentikan niatnya berbalik. Ken tersenyum miring karena pria itu menyadari sosok Ken, terlihat jelas raut wajah yang seketika panik saat Ken menatapnya tajam.
___
Siap-siap Carl bikin kesalahan lagi dan bikin babang Ken marah🤧