
“Hay Ken, bagaimana bulan madu mu?” Tanya Siena saat masuk kedalam ruangan Ken, tangannya membawa sebuah paper bag berwarna hitam dengan arsiran berwarna gold yang begitu mewah.
“Menyenangkan, ada apa kau ke kantor ku?” Tanya Ken, “Dan apa ini?” sebelah alisnya terangkat saat paper bag tersebut Siena tahun hadapannya.
Senyum Siena begitu bahagia, ia berdiri diujung meja kerja Ken. “Ini jam terbaru yang susah didapatkan. Aku memberikan ini untuk mu.”
“Waw, dalam rangka apa ini?” Tanya Ken sedikit mengejek.
“Karena Ethan mengatakan kau baik padanya.” Ujar Siena ceria, mendengar itu Ken mengerutkan keningnya. Sejak kapan ia baik pada seorang pria?.
Ken menggelengkan kepalanya, memutar kursi dan menghadap Siena yang kini tengah menyandarkan tubuhnya di meja kerja Ken. “Aku tidak pernah baik padanya, bahkan aku selalu menuntutnya.”
“Tetap saja menurut Ethan kau orang yang baik. Ah ya, aku akan membuat jadwal pertemuan mu dengan ayah ku, dan sesuai janji yang sudah disepakati kita sepakati, kau promosikan Ethan sebagai GM terbaik mu.”
“Apanya yang terbaik, dia lambat dan aku tidak bisa berbohong soal itu.”
Siena berdecak, “Jangan mempersulit Ken, kita sudah membicarakan soal ini.” Protes Siena.
“Ya, ya, ya terserah mau mu.”
“Aku anggap kau menyetujuinya. Sekali lagi aku berterima kasih dan meminjam Ethan sebentar untuk makan siang.”
Belum sempat Ken menjawab, pintu ruangan kerja terbuka. Jessy dan Valerie berdiri didepan pintu ruangan. Raut wajah keduanya sedikit terkejut melihat Siena yang bersandar dimeja Ken, rasanya begitu terlalu aneh dan tidak biasa.
“Hai sayang, mengapa tidak mengabari ku dulu jika kemari?” sapa Ken dengan santai, tidak menyadari tatapan Jessy yang sedikit menajam. Siena yang mendengar itu langsung berbalik, tersenyum kaku dan menjauh dari meja kerja Ken.
“Sepertinya aku harus pergi sekarang, aku pinjam Ethan sebentar ya.” Ujar Siena pada Ken, berjalan dengan santai dan melemparkan senyum pada Jessy dan Valerie. Siena memang dikenal dengan keramahannya,membuat Jessy dan Valerie mau tak mau membalas senyuman itu saat ia keluar dari ruangan Ken.
“Apa kedatangan kita mengganggu mu?” Tanya Jessy dengan wajah khasnya yang acuh saat mereka berjalan masuk kedalam.
“Tidak mengganggu sama sekali mom, Siena hanya datang untuk memberikan ini.” Ujar Ken santai sambil menatap paper bag.
Valerie mengerutkan keningnya, “Apa itu?”
“Jam tangan, tanda terimakasih karena aku telah membantunya.” Ken beranjak dari duduknya, ia menghampiri Jessy dan Valerie, mempersilahkan mereka untuk duduk disofa yang ada diruangan.
Valerie menaruh tas tangan diatas meja, mengeluarkan sebuah kotak makan. “Aku baru saja belajar masak dengan mom, cobalah.” Ujar Valerie dengan ceria, ia tersenyum sambil membuka tutup kotak makan itu, aroma harum masakan tercium langsung.
“Wah, sepertinya ini sangat lezat. Harumnya membuat aku tak sabar mencicipinya.” Melihat raut wajah tenang dan jawaban yang manis dari Ken membuat Jessy sedikit mengurangi rasa ketidak sukaannya tadi, bahkan jika ada wanita yang dekat dengan Justin seperti tadi ia akan segera menarik wanita itu.
“Bagaimana?” Tanya Valerie, wajahnya begitu berharap saat Ken menyuapkan satu sendok kedalam mulutnya.
“Apa ini sungguh masakan mu? Rasanya menakjubkan. Kau pintar sekali.” Ken tersenyum bangga, membuat Valerie semakin menggulum senyumnya dan senang.
“Bagaimana bulan madu kalian? Apa menyenangkan?” Tanya Jessy, ia sudah kembali ramah, menghempaskan segala pikiran negative yang memenuhi pikirannya.
Ken menaruh alat makannya dan tersenyum, membuat tingkat ketampakannya meningkat. “Sangat menyenangkan mom, Valerie sangat bahagia disana. Tempat yang sangat pas.” Komentar Ken.
___
Tengah malem up lagi🙌
Nih foto mommy Jessy