
Ken sampai di klub malam dengan cepat, waktu baru menunjukkan pukul 9 malam, angin dingin begitu terasa saat Ken keluar dari mobilnya.
Langkah kaki yang begitu lebar itu dengan cepat sampai didalam klub, disambut suara yang begitu bising dan pandangan mata yang mulai beredar mencari keberadaan temen-temennya. Tak lama mencari, mata Ken langsung menemukan ketiga temannya, dengan segera ia bergegas menghampiri kearah tempat duduk setengah bulat itu.
"Wah, apa yang dihadapan kita ini? pengantin baru yang tersesat didalam klub?" ejek salah dari mereka. Wild.
Ken dengan santainya hanya mengibaskan tangan dan ikut bergabung, memesan minuman yang paling keras dan memabukan. "Apa ada sesuatu dengan istri mu yang cantik itu?"
"Ah aku tau, kau dicampakan oleh istri mu sendiri?" Ken menggelengkan kepalanya, meneguk cepat isi gelas yang di sodorkan bartender.
"Aku hanya butuh pemanasan." jawab Ken asal, membuat ketiganya bersorak dengan nada mengejek.
"Wah aku menjadi penasaran dengan gosip miring tentang mu akhir-akhir ini. Apakah kalian hanya berpura-pura menikah?"
Ken berdecak dan mulai memasang wajah malas, seperti nya ia salah memilih tempat untuk membuatnya tenang. "Wild. Tidak bisa kah kau tidak menjadi kompor dalam sehari?" tegas Ken. Lagi-lagi ia meminum cairan terkutuk itu lagi.
"Sudahlah Wild, jangan menggodanya seperti itu. Tunggu dia mabuk dan kita mulai interogasi." gelak tawa membuat semuanya tampak gila, hawa panas, suara bising bahkan asap rokok yang tampak dari segala penjuru seakan berkumpul menyesakan.
"Sialan! aku tidak akan pernah mabuk separah itu." sombong Ken. Mendengar itu, Ketiganya langsung bersemangat memesan minuman keras beberapa botol. Salah satu orang pria menuangkan isi botol pada keempat gelas dengan isi yang sama rata.
"Minuman pertama untuk merayakan pernikahan Kenrich! yang... tampaknya tidak menyenangkan." ujar Wild sambil mengangkat gelasnya.
"Kau akan lama bukan? satu jam lagi kita akan melihat hiburan wanita cantik menari indah disana." seru Evan. Hiburan yang dimaksud adalah tarian erotis seorang wanita dengan pakaian super s e k s i disebuah tiang. Namun ditempat ini berbeda, wanita itu memakai topeng dan sedikit menjauh dari para tamu, membuat para pria tidak dapat menyentuhnya, hanya bisa melihat dan menikmati tarian indahnya.
Ken tersenyum miring, sepertinya itu adalah ide yang bagus, ia akan panas dengan sendirinya, ditambah minuman yang udah sedikit membakar ini. Ken harus pulang dalam keadaan lepas, tidak memperdulikan masalah 'bekas' dan menjalani hidup sesuai rencananya.
___
Valerie keluar dari kamar mandi, ia mengenakan handuk jubah, menggosok pelan handuk yang melilit rambutnya.
Suara hairdryer sudah terdengar, Valerie melepaskan handuk itu perlahan, malam ini benar-benar menjadi begitu berdebar baginya. Rasa hangat hairdryer dikulit kepala memberikan sedikit rasa relax bagi otot kepalanya.
Setelah dirasa cukup kering, ia berjalan kearaj lemari, melihat beberapa baju yang sudah disiapkan. Wajahnya lagi-lagi memerah melihat beberapa baju malam yang begitu indah dan transparan berjajar rapi. Jemari Valerie memilih diantara kain tipis itu, pilihan terhenti pada warna hitam, warna yang begitu elegant dan menantang. Bukankah Ken mengatakan untuk mempersiapkan diri? ini adalah saat yang pas untuk menunjukkan cinta mereka. Ia akan merasakan jemari kekar itu menelusuri tubuhnya, memberikan sensasi memabukan seperti kemarin dan-. Cukup.
Valerie menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum kecil. "Astaga, memikirkan Ken selalu membuat otak ku tidak berfikir baik."
Guyssss! Maaf banget ya aku up sedikit. Aku lagi mau persiapin naskah novel baru buat dikirim ke penerbit, mohon doanya ya🥰.