The Perfect Match

The Perfect Match
Pria Menyebalkan



"$1.000.000! Ini benar-benar menakjubkan! Apakah ada yang bisa melebihi Mr.X? Kita tutup lelang ini dengan hitungan mundur. Tiga. Dua. Satu. Selamat! Mr.X menjadi pemilik si tampan. Aku rasa kalian memang cocok."


"Acara begitu panas bukan? Jangan khawatir tuan dan nyonya, minumlah jus segar yang sudah kami sediakan dengan beberapa dessert. Nikmati pula acara terakhir yang kamu tunjukkan." Ujar sang pembawa acara sambil mengundurkan diri. Ia turun dari panggung dan tirai mulai tertutup. Lampu mulai terang seperti awal mereka masuk, beberapa pramusaji membawa troly mereka dan menyayikan beberapa makanan dan minuman pada sebuah tray, mereka memberikannya pada para tamu yang duduk di deretan kursi seperti tangga.


Terlihat Carl dan beberapa aktor lainnya sedang tampil, mereka membawakan sebuah akting kecil yang benar-benar menghibur. Valerie yang tampak baru tersadar langsung berbalik, bagaimana wajah pria kaya tadi.


Namun sial! Pria itu sudah tidak ada. Valerie melihat pintu darurat diatas terbuka kecil, pintu darurat itu tersedia jika beberapa orang ingin langsung menuju ke toilet, atau langsung ke belakang gedung.


Valerie melirik Carl sekilas, lalu melirik Ella. "Aku ingin ke Toilet."


"Oh, baiklah, hati-hati." Jawab Ella yang tengah fokus pada penampilan para aktor ternama itu.


Valerie dengan cepat keluar dari bangku barisannya, berlari kecil kebawah dan keluar dari ruangan lelang. Ia tidak boleh menjadi sorotan dengan memakai pintu darurat saat lampu sudah menyala.


Valerie berjalan lambat menuju toilet, mencari pria yang ia ingin tau tadi. Namun tampaknya rencana Valerie gagal, beberapa orang terlihat berada dilorong menuju toilet dan ada beberapa yang menuju pintu belakang gedung. Tampak taman indah dengan beberapa lampu yang menemani malam dibelakang gedung ini, membuat siapapun seakan terhipnotis dan ingin mengunjungi taman kecil itu.


Ia menghela nafasnya panjang, dengan rasa penasaran yang tidak tuntas, Valerie berbalik, namun semuanya berjalan tidak baik malam ini, ia membentur dada seorang pria.


"Oh, maafkan aku-" ucapan Valerie terhenti. Ia menatap wajah pria yang ia tubruk.


"Hai. Kita bertemu lagi, mengapa terburu-buru?" Wajah Ken begitu sombong. Bertanya seakan teman dekat yang begitu akrab. Seketika pilihan Valerie berputar, apakah Ken si Mr.X? Menunjukkan dirinya yang paling berkuasa di negri ini?.


"Kau? Sering datang keacara lelang amal?" Valerie merutuki dirinya. Ken bertanya kepadanya, namun ia malah bertanya kembali pada pria itu. Ia selalu diluar kendali jika dihadapan pria arogan ini!.


"Ah ya. Aku tampak terkejut mendengar kabar kau menghentikan kontak dengan Donna.Inc, apa aku terlalu menyinggung mu?"


"Tidak. Hanya saja. Aku bekerja untuk kesenangan ku. Jika aku dibatasi seperti itu, lebih baik aku keluar."


"Ah. Aku kira karena diri ku. Tapi pemotretan kemarin memang benar-benar buruk menurut ku."


Valerie menarik nafasnya panjang. Lalu pria berpakaian rapi disebelah Ken bersuara, membuat Valerie diam dan mengurungkan diri untuk menjawab.


"Maaf tuan. Miss Siena sudah menunggu." Ucapan itu terdengar samar namun Valerie mendengarnya.


Terlihat Ken tersenyum miring pada Valerie. "Sepertinya aku harus kembali. Sampai bertemu kembali, Valerie." Mata Valerie mendelik mendengar kalimat itu.


"Aku harap tidak akan bertemu lagi dengan mu!" Pekik Valerie. Ken hanya tersenyum tipis dan berbalik diikuti asistennya.


---


Jangan lupa Like komen🄰 nih author kasih foto bang Kenrich