
Valerie sudah kembali pada tempat duduknya semula. Beberapa menit kemudian suara tepuk tangan memenuhi ruangan besar ini, membuat Valerie dengan malas melakukan hal yang sama.
"Hai, ada apa Valerie?" Tanya Carl yang berjalan menghampiri. Ella menaikan bahunya saat Carl melirik Ella seakan bertanya.
"Tidak apa-apa. Hanya saja aku kesal tak mendapatkan mobil tadi." Carl tertawa kecil dan mengambil tangan Valerie, menggenggamnya lembut.
"Aku akan mencari yang sama persis. Ayo kembalikan wajah ceria mu." Valerie tersenyum samar dan menarik kembali tangannya, ia berdiri dan mengambil tasnya.
"Yang aku inginkan bukan itu, aku ingin memenangkan lelang tadi." Sebenarnya Valerie tidak terlalu memikirkan kekalahan lelang, namun moodnya mendadak berubah saat Valerie tahu Kenrich akan makan malam bersama wanita lain. Ternyata pria itu benar, cinta pertama memang susah dilupakan, dan saat Ken mengungkit cintanya, seakan mendekati disetiap pertemuan mereka, pria itu justru menghancurkan harapannya, merobek pikirannya yang terlalu berlebihan terhadap Ken. Ia pikir dirinya sudah begitu bersinar dan membuat Ken selalu melakukan cara apapun untuk mendekati nya. Semua pemikirannya salah, Ken memanglah seorang brengsek yang bertopeng tampan.
"Diatas langit masih ada langit Valerie, kita tidak bisa selalu mendapatkan apa yang kita inginkan." Ujar Carl membuat Valerie terdiam sesaat.
"Aku akan berangkat malam ini ke New York. Jaga dirimu selama aku di sana ya. Semangat untuk pemotretan mu besok."
Valerie cemberut dan merapikan kembali rambutnya yang sedikit diberantakan, ia baru teringat jika Carl ada shooting selama seminggu disana.
"Jaga dirimu juga, Carl. Aku seperti sia-sia pindah kemari, kontrak ku dengan Donna.inc sudah berakhir."
Terlihat raut wajah Carl yang tampak terkejut.
"Apa? Mengapa?" Tanya Carl pada Valerie dan Ella dengan wajah bingung.
"Valerie sudah tidak nyaman. Dan besok akan mengadakan rapat dengan pihak Victoria Secret, Valerie ditawarkan menjadi model parfum terbaru mereka." Jelas Ella.
"Ah, aku kira ada yang mencari masalah dengan mu. Aku selalu mendukung mu, semangat." Carl tersenyum tulus, mengangkat tangannya dengan ceria seakan memberikan dukungan. Membuat Valerie tidak tega dan melakukan hal yang sama.
"Semangat juga untuk mu." Pekik Valerie yang sudah merasa ceria kembali.
-
Valerie duduk dikursi belakang sedangkan Ella duduk dikursi depan bersama sang supir.
"Selain tampan Carl juga sangat lembut. Jika aku menjadi mu sudah aku jadikan ia sebagai kekasih tanpa pikir panjang." Pekik Ella sambil menutup pintu kencang. Valerie menggelengkan kepalanya. Ella memang fans Carl secara diam-diam, saat Valerie menawari foto bersama Carl, Ella menolaknya. Ia hanya ingin mengagumi Carl secara diam-diam, itu lebih menyenangkan dibandingkan memperlihatkan langsung.
"Tidak mungkin. Bagaimana bisa seorang aktor Carl Alvaron bersanding dengan rakyat jelata seperti ku." Lirih Ella dengan nada memelas yang berlebihan.
Perjalanan pulangnya diwarnai dengan percakan tak masuk akal. Ella membacakan nominasi pria lajang terkaya tahun ini. Ella berkata urutan pertama dimenangkan oleh seorang Sheikh muda yang tengah menjalankan perusahaan kilang minyak dengan beberapa perkebunan raksasa yang ia miliki, wajahnya menurut Valerie tampan dengan beberapa bulu halus menghiasi wajahnya yang putih, terlihat muda dan cukup matang, sorot mata tajam dengan alis tebal.
"Lalu peringkat dua ada... Kenrich Alvaron, ALVARON! Keluarga itu memang menakjubkan, dimulai dari Richard, lalu kedua anaknya yang berwajah tampan itu. Ah, Carl yang menurut ku paling tampan!" Valerie melirik foto Kenrich yang terpampang di sebuah halaman Blog. Pria itu tampak berkarisma, sorot mata tajam, memiliki bahu lebar dan tentunya otak yang cerdas.
"Lihatlah keluarga kecil mereka." Ella memperlihatkan halaman yang ia simpan. Valerie tersenyum, ini saat Carl berumur 10 tahun, aunty Alicia tampak cantik dan anggun, sedangkan Uncle Richard tampak percis seperti Ken, hanya saja tubuh Richard lebih besar.
Keluarga Alvaron memang begitu tersorot, begitu juga Valerie, tidak heran jika ada artikel yang begitu lengkap mengenai mereka. Terdapat pula foto Carl dan Kenrich bersamaan, dimana saat itu Kenrich menerima jabatan pertama nya menjadi CEO paling muda. Berselang hanya beberapa minggu Carl debut sebagai aktor yang langsung melejit. Banyak foto-foto bersama antara Carl dan Kenrich dari mereka kecil hingga remaja.
"Apakah ada foto terbaru mereka?" Tanya Valerie.
Ella tampak menggelengkan kepalanya ragu. "Sepertinya tidak, sudah beberapa tahun ini tidak ada foto mereka bersama. Apa kau tidak pernah mendengar gosip mengenai mereka?" Valerie mengernyitkan bingung.
"Gosip miring tentang apa?"
"Beberapa orang mencium bau persaingan antara Carl dan Kenrich, bahkan mereka tidak tampak akrab tiga tahun yang lalu. Kabarnya, Kenrich merebut semua bagian Carl, membuat Carl kabur ke Kanada dan memulai shooting ketiganya. Setidaknya itu yang aku dengar dari para vans Carl." Valerie terdiam. Shooting itu Carl bertepatan dengan hadirnya Carl yang menemui dirinya di Kanada. Gosip itu hoax, jelas-jelas Carl pernah bercerita jika ia tidak menginginkan bekerja dikantor, ia lebih menyukai tour keberbagai negara dan mengasah kemampuan akting nya.
Sambil nunggu ceritanya up, baca juga yuk cerita Hidden Rich Man oleh author NuKha. Ga kalah seru ceritanya. Update setiap hari.
Btw kalo viewer nya udah 500k aku crazy up lagi ya🙌 beberapa hari ini mau nyari referensi dulu buat konflik dan ending.
Oh iya! Makasih banyak ya buat dukungan dan komentar kalian🥰 gak ada satu pun komentar yang haters, semuanya pada mendukung 😍 Love youuuuuuu dari DHEA💞
sumpah deh sayang banget sama kalian🥺