The Perfect Match

The Perfect Match
Persiapan pernikahan



Setelah selesai makan, mereka berdua berkeliling kota. Biasanya mereka memakai supir, kali ini Ken yang menyetir, mengingatkan nya pada saat mereka pulang dari kastil.


Setelah hampir satu jam mereka berjalan-jalan, mobil Ken berhenti disebuah gedung luas. Donna.Inc, tempatnya dulu menjadi model, hingga Ken datang dan hanya memperbolehkan diri nya menjadi model gaun, membuat Valerie langsung memutuskan kontrak dengan perusahaan pakaian itu.


Ken memeluk pinggang dengan sebelah tangan, Ken masuk dengan begitu santai, tidak dengan Valerie, ia kaku karena beberapa pasang mata memperhatikan mereka. Sudah dapat dipastikan pemberitaan ini akan membuat berita besar kembali, dimana hampir semua penggemar Carl akan menjatuhkannha.


"Selamat siang pasangan hebat. Astaga aku tidak menyangka kalian akan menikah. Aku sudah panik saat kau memutuskan kontrak saat itu. Ternyata Kenrich melarang mu menjadi model pakaian dalam karena ia cemburu melihat mu bersama pria lain." ujar Selly dengan begitu ramah.


Ken terbatuk pelan. "Tidak, dia benar-benar model yang buruk. Aku tidak cemburu." ujar Ken cepat. Membuat dirinya berpikir jika saat itu ia hanya ingin Valerie kesal.


Valerie mengembangkan senyumnya. Rasanya begitu menyenangkan mendengar itu. Ternyata Ken benar-benar sudah menyukainya saat ia kemari. "Kau cemburu?" tanya Valerie membuat Ken sedikit terdiam dan mengalihkan pertanyaan lain.


"Aku ingin melihat pilihan baju pengantin." elak Ken.


Selly yang melihat tingkah keduanya tersenyum geli. "Ohhh. Kalian pasangan yang manis, bahkan aku tidak bisa menebak hubungan kalian." ujarnya, lalu ia menepukkan kedua tangannya pelan. "Aku sudah menyiapkan gaun terbaik yang kami punya, aku yakin kalian menyukainya." Selly terlebih dahulu berjalan, membuat Ken dan Valerie mengekor dibelakangnya.


Mereka memasuki ruangan yang begitu cantik, dinding yang hampir semuanya cermin berwarna gold, dipadukan dengan gorden tebal berwarna cream yang diarsir indah dengan benang gold dan beberapa manekin yang tengah dibalut gaun indah, ada pula beberapa gaun yang tergantung dengan begitu rapi.


"Special untuk kalian." Selly membuka sebuah tirai yang menampilkan dua pasang gaun beserta jasnya.


"Kau suka yang itu?" tanya Ken. Valerie menganggukan kepalanya dengan senang. "Baiklah, aku ingin mencoba yang ini."


Selly tampak semangat memanggil beberapa karyawan untuk membantu Valerie dan Ken. Keduanya masuk kedalam ruangan ganti yang berbeda, dibantu memakainya dengan begitu hati-hati, mereka tahu siapa yang tengah mereka bantu.


setelah selesai, tirai penyekat ruangan terbuka, mata Ken tidak bisa beralih dari Valerie, ini masih make up naturalnya, namun begitu cantik dengan gaun yang indah itu. Sedikit harapan yanh Ken sadari, ia menanti hari pernikahan nya, dimana Valerie menggunakan make up dan menjadi wanita paling cantik di acara itu.


Dengan cepat Ken mengalihkan pandangannya, ini tidak baik, bukan ini yang ia harapkan. Ia berusaha fokus pada cermin yang memantulkan bayangan dirinya. Jas yang terlihat mewah dengan jahitan rapi dan bahan yang begitu nyaman. "Bukan kah aku sudah mengatakan jika kalian sempurna? ini sangat cocok jika kalian yang memakainya." puji Selly.


Valerie tersenyum senang, ia menatap Ken dari pantulan cermin. Pria itu tampak gagah seperti biasanya, membuat Valerie semakin bangga dengan apa yang ia punya sekarang.


---