
"Valerie." gumaman kecil itu membuat Valerie membuka matanya, menatap Ken yang berada disebelahnya.
"Ya?"
Ken membuka mulutnya perlahan, namun ia ketupkan kembali. Lidahnya terasa keluh dan bingung. "Kau belum pernah melakukannya dengan Carl? Mengapa kau tidak memberitahu ku." rasa sakit dan perih seketika menyeruak di hati Valerie, menyadarkannya bahwa itu yang dipikirkan Ken selama ini. Valerie berbalik kearah Ken, jemarinya menyusuri dada Ken. "Val, jangan begini." erang Ken, godaan Valerie benar-benar langsung membangkitkannya. Ken segera menarik selimut dan menutupi tubuh mereka, obrolan mereka lebih penting saat ini dan tubuhnya terlalu lemah menerima godaan kecil dari Valerie.
"Itu bukan masalah besar. Teman-teman ku sudah melakukan nya, dan aku baru merasakan nya sekarang, tidak ada yang perlu dibanggakan." jawab Valerie mencoba tenang, tidak bisa kah Ken menyadarinya langsung? Valerie hanya mencintai Ken dan hanya menginginkannya. Tidak perlu ada pria lain yang harus di sebutkan oleh Ken, apalagi sahabatnya sendiri sekaligus adik kandung Ken.
"Aku serius Valerie. Jika kau mengatakannya terlebih dahulu aku bisa mempersiapkan diri dan bersikap lembut." balas Ken.
"Kau tahu betul bagaimana mom menjaga ku bukan? Dan itu membuat ku sedikit risih saat para pria mendekati ku. Semua rasa penasaran ku tentang hal ini selalu aku tanyakan pada mu, saat dulu, saat kau menolak mu mentah-mentah." jawab Valerie dengan senyuman kecil.
Ken kini memiringjan badannya, membuat mereka saling berhadapan dan menatap matanya. "Tapi... mengapa?"
"Karena aku mencintaimu." jawab Valerie, ia terlebih dahulu memeluk Ken, membenamkan wajahnya di dada bidang itu. "Dan hal yang paling membuat ku senang saat kau memberitahu ku bahwa kau mencintai ku juga." pekiknya senang.
Keadaan tidak akan menjadi sesulit ini jika Valerie sudah terbiasa dengan aktivitas ini, namun kenyataannya, Valerie tidak main-main dalam hal cinta saat is pernah menyatakannya dulu, wanita ini benar-benar menjaga sesuatu yang tidak pernah Ken benari harapkan dari seorang wanita. Semua rencana dan dendam harus lenyap begitu saja, digantikan oleh rasa terkejut yang membuat nya nyaris kebingungan. "Kau tidak menyesal melakukan nya dengan ku?" Valerie tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak akan pernah menyesal dengan semua hal tentang diri mu." jawab Valerie tulus. Ken membalas senyuman itu, mencoba membebaskan hatinya dan menerima semua ini. Bibir Ken kembali mendekat, kulit yang bertemu singkat dan menciptakan percikan gairah yang mulai bangkit.
Malam itupun menjadi malam yang panjang bagi mereka, malam yang indah dan tidak akan terlupakan bagi keduanya. Meluapkan segala cinta dan dendam yang tengah menertawai Ken. Persetanan dengan Carl, ia tengah sibuk dengan kesibukannya sendiri, kebahagiaan nya ada didepan mata, wanita yang ia harapkan kini ada dipelukannya.
Ā
Awal suka sama visual Ken itu waktu dulu banget, liat vidio Blank Space -Taylor Swiftš„° coba deh nonton. ganteng banget! suer.