
Perjalanan yang memakan waktu hampir 2 jam itu akhirnya sampai ditempat tujuan. Valerie langsung keluar dari mobil, menatap bangunan tua yang begitu besar bagaikan berada di dunia Disney!. Jam ditangannya menunjukkan pukul 9 pagi, namun udara disini bagaikan sedang pagi buta dengan cuaca yang begitu cerah.
Valerie menghirup udara segar itu, udara yang begitu asri dan bagai tak tercemar apapun. Terlihat Alex yang juga keluar dari mobil, ia tampak belum bisa lepas dari mobil itu, ia memutari mobil dan melihat detailnya disetiap sisi.
"Anak kecil seperti mu jangan sampai berlari ke belakang kastil." Valerie mengerutkan keningnya dan menatap Ken dengan tatapan tak bersahabat.
"Binatas buas akan menyeret mu masuk kehutan belantara disana." Ken seakan menunjukan letak hutan tersebut dengan matanya. Membuat Valerie melirik sekilas kearah yang dimaksud, lalu menatap Ken kembali.
"Oh, aku menjadi takut." Ejek Valerie dengan wajah datar. Ia masih kesal dengan sikap tak sopan Ken, membuat dirinya panik didalam mobil, dan setelah melakukan hal memalukan tadi dengan santainya pria itu duduk sepanjang perjalanan tanpa rasa bersalah. Dan kini! Dengan tidak tahu malunya Ken membicarakan sesuatu yang konyol, membuat dirinya merasa seperti anak berusia 7 tahun yang dapat dibuat ketakutan dengan ucapannya.
Ken tersenyum saat Valerie meninggalkan nya dan berjalan kearah Alex. Membuat Ken memasukan tangannya pada saku celana. Ia tahu pertahanan wanita itu hampir runtuh.
"Grandfa. Memangnya kita boleh masuk?" Tanya Valerie. Ia begitu bingung dengan acaranya kali ini. Ia lebih menyukai mall dan menghabiskan uang mereka dengan belanja berbagai barang yang membuat perasaan begitu senang.
"Boleh sayang ku. Aku mengenal baik pemilik tanah kastil ini. Tapi aku tidak tau apakah dia masih mengenalku atau tidak. Tunggu saja penjaga menyambut kita." Alex berkata sambil berlalu, ia meninggalkan Valerie dan berjalan mendekati Ken. Membuat Valerie mengerut kesal merasa diabaikan.
"Sekali lagi terimakasih untuk mobilnya Ken. Kau harus tau, mobil ini sudah menjadi incaran ku saat masih kecil, saat aku beranjak remaja unit mobil yang hanya 3 ini susah sekali di temukan." Suara Alex terdengar begitu senang, layaknya basa basi busuk yang biasa dilakukan para orang kaya.
Ken menyunggingkan senyumnya. Membalas basa basi itu dengan ucapannya tutur kata yang lembut.
Mereka disebut hangat oleh seorang pria seumuran Daddy-nya hanya saja ini lebih tua beberapa tahun. Mereka dipersilahkan masuk dan Valerie baru menyadari betapa menakjubkan nya isi kastil ini. Begitu bersih dan terawat.
Sementara disana, Ken tersenyum samar memperhatikan tingkah laku Valerie yang sepertinya baru melihat kastil. Wanita itu begitu menakjubkan dengan tubuh ramping yang dibalut long dress putih tengah berdiri diantara anak tangga. Wanita itu bagaikan seorang Lady yang begitu anggun jika saja mengenakan baju pada zaman kerajaan dulu.
Seorang pelayang terlihat sedang membersihkan lorong panjang diatas sana. Kadang Kenrich berfikir, siapa yang membayar semua perawatan kastil ini.
"Silahkan melihat-lihat. Hanya saja kami tidak menyarankan untuk memasuki perpustakaan disayap kanan." Ujarnya ramah, membuat kedua anak muda itu menoleh penasaran.
"Mengapa tidak boleh?" Tanya Valerie, suaranya tampak menggema lembut di ruangan besar itu.
"Itu hanya perpustakaan tua yang tidak terurus nona. Kami hanya membersihkannya satu bulan sekali. Kami tidak ingin membuat kalian tidak nyaman dengan debu disana."
"Haha, baiklah Gilp. Aku sangat berterima kasih kau mengijinkan kedua cucu ku untuk melihat-lihat disini." Ujar Alex akrab.
___