The Perfect Match

The Perfect Match
Nasihat Mom



Postingan baru Valerie mendapat banyak komentar, dengan kening yang mengerut halus ia sedikit bingung dengan beberapa komentar yang hampir semuanya sama. ‘Ternyata keluarga Frans dan keluarga Alvaron benar-benar dekat.’ Hampir semuanya mengatakan itu. Tak sedikit pula yang memberikannya komentar positif dengan berbagai ucapan selamat untuk Alex. ‘kalian sangat manis, saat sang pria menjelaskan, sang wanita memberikan bukti.’ lalu, apa maksud dari komentar ini?!.


Valerie menggelengkan kepalanya, hari ini ia akan fokuskan pada keluarga. Tidak boleh ada yang ia pikirkan selain bahagia, ini hati yang special dan sangat langka, entah kapan lagi mereka bisa berkumpul seperti ini. Besok, ia akan kembali bekerja dan akan kembali memikirkan citranya pada publik, sedangkan  sekarang ia harus menikmati waktunya sebagai anak dan cucu dari orang yang paling ia sayangi. “Sayang, mom dan dad berubah pikiran, kita akan berada di Los Angeles selama seminggu.” Ujar Jessy, ia duduk disebelah Valerie yang sudah terlebih dahulu duduk menyendiri dimeja makan. Bahkan sebelum para pelayan menyiapkan beberapa makanan untuk makan malam mereka.


“Itu bagus mom, aku senang mendengarnya. Tapi… mulai besok aku kembali bekerja dan tidak bisa bersama kalian di rumah Grandfa.” Jawab Valerie dengan raut wajah yang sedih.


“Tidak apa-apa sayang. Mom dan Dad ingin menghabiskan waktu disini, dengan keluarga Aunty Alicia dan kakek mu. Kami juga ingin berjalan-jalan berdua disini.”


“Ya ya ya, kalian memang selalu berduaan mom, bahkan saat ada aku pun kalian tetap merasa dunia seakan milik berdua.” Ejek Valerie dengan tawa kecil. Jessy ikut tertawa dan mengelus lembut kepala Valerie. Anak tak terasa sudah sebesar ini bahkan kecantikannya benar-benar membuat Jessy bangga sebagai ibunya.


“Mom harap kau mendapatkan suami seperti Dad, tidak terlalu menunjukkan cintanya tapi selalu memperjuangkan Mom.” Valerie memajukan bibirnya, kini perhatiannya penuh pada Jessy.


“Oh, aku ingin mendengar cerita lengkapnya, Mom.” Rengek Valerie. “Aku penasaran mengapa Daddy bisa menjadi cinta pertama mu, Mom.”


“Ya walaupun Dad sedikit tengil, tapi Mom mengakui ada yang berbeda dari Dad saat kita bertemu. Bisa dibilang Mom yang terlebih dahulu tertarik pada Dad. Namun, sebisa mungkin Mom menutupi itu, wanita harus kuat menahan segala godaan, agar pria yang menginginkan kita berjuang lebih keras. Astaga, Mommy jadi ingat waktu dulu sangat galak dan sering bertengkar dengan Daddy!” Jessy memegang dahinya dengan ekspresi yang membuat Valerie tertawa. “Perjalanan cinta Mom dan Daddy tidak terlalu rumit, karena menurut mom perjalanan cinta yang rumit adalah saat datangnya orang ketiga, dimana cinta di uji dan pilihan mempertahankan hubungan bagaikan sebuah labirin yang menyesatkan, tidak ada jalan lain selain pintu keluar yang berujung perpisahan.”


Valerie terdiam, ia menggerakan bibirnya ragu. “Apakah Mommy dan Daddy pernah ada orang ketiga yang hadir?” Tanya Valerie pelan. Jessy mengangguk.


“Maksud Mom?” Tanya Valerie ragu.


“Banyak yang menaruh hari pada Daddy, bahkan yang secara terang-terangan mendekatinya. Tapi dengan kurang ajarnya Daddy merespon mereka dan membuat mereka patah hati, ia mengatakan tidak pernah menganggap mereka lebih dari sekedar teman dan memperkenalkan Mommy pada wanita itu. Apalagi saat aku susah mendapatkan mu, sayang. Aku takut Daddy mencari wanita lain yang akan menawarinya memberikan keturunan, namun Daddy sangat setia, ia tetap memilik ku.”


“Lalu bagaimana dengan Mom? Saat ada yang mendekati Mom apakah Mom langsung menolaknya?” Valerie menggigit bibir bawahnya, Ia ingin mengatakan tegas menolak Carl yang tidak berhasil mendapatkan hatinya, dan juga ia ingin menjauh dari Ken, pria yang selalu memperlakukannya seenaknya dan mampu menjungkirbalikan dunia Valerie. Ia ingin mendapatkan pria lain yang mampu membuat nya bahagia dan bisa saling cinta, hidup bahagia seperti kedua orangtuanya dan tidak ada rasa sakit hati apapun.


“Jangan memikirkan itu sayang, Daddy memegang semua akses sosial media dan kartu ku. Siapa pun yang akan mendekati sudah ditolak terlebih dahulu oleh Daddy mu.”


“Oh, apakah Daddy seorang Hacker?” ingin sekali Jessy tertawa mendengar itu, namun itu segera mengurungkan niatnya. Memang sudah kesepakatan antara Jessy, Justin dan papanya, Jeremy untuk tidak memberitahu siapapun jika Justin pernah menjadi seorang CIA.


“Ya, seperti itulah sayang.” Jawab Jessy pada akhirnya.


---


Jangan lupa baca Senja dikala senja ya🥰 only W a t t p a d-> (Dheaanita7)