
...JANGAN LUPA LIKE KOMEN YA!!...
...Mau double up gak? Kalo mau hayukkk spam komen sampe 50 komen wkwkwk....
...Kalau di bab ini top 50 komen aku bakal double up! Tetapi kalau gak ya nanti kita tunda dulu,...
...Oh iya! Dah mau tahun baru nih kalian pada liburan bareng keluarga? Atau di rumah aja kumpul keluarga?...
...Buat yang ujian atau ulangan semangat yaa❤️🔥...
...Aku juga lagi uas huhuhu, demi dah gak ada yang masuk satu pun ke dalam otak aku pelajarannya sedih gais....
...Doain ip aku bagus ya biar gak di coret dari kk wkwk...
...Jangan lupa juga follow ig kita!!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...Sekin Terima komentar kalian....
...Terima kasih, dari pada kalian nunggu hayukk langsung ke ceritanya wkwkwk....
...MENURUT KLEAN? TEBAKAN KLEAN KALAU GALA NGAMUK BENER GAK SI? COBA KOMEN DI BAWAH, ATAU JANGAN JANGAN INTI ALDERIOZ YANG NGAMUK?...
“Kang..” Galaxy langsung sigap memeluk Alana, Varez kaget dan langsung memegangi badan Alana mereka inti Alderioz bahkan Caca dan para bodyguard panik langsung mbuat lingkaran agar tak ada yang melihat.
“Alana! Jangan bercanda!!” Galaxy menepuk pelan pipi Alana.
“Ka!!” Varez memeriksa mata Alana.
“Tadi Alana jatoh” ujar Abi memberitahu ke Galaxy dan Varez.
“Jatoh?” Cengok Varez
“Jatoh kedepan?” Tanya Galaxy
“Hmm” gumam Sam,
“Kebentur gak kepalanya?” Mereka semua ada yang menggeleng ada yang mengangguk.
“Udah! Bawa ke rumah sakit dulu!” Ucap Varez,
“Jangan”
“Abang gila? Kalo kenapa-kenapa gimana?”
“Ck! Minta dokter yang ke rumah!” Perintah Galaxy.
Galaxy menggendong Alana untung saja tak jauh dari pintu keluar, walau badan Alana kurus tetap saja berat.
Galaxy tak jadi menyetir meminta Sam yang menyetir sampai ke rumah sedangkan Galaxy terus-menerus mengelus pipi Alana sesekali mengecupnya.
“Woy bangun dong! Gue laper nih!!” Menepuk-nepuk pipi Alana pelan.
“Eugh!!” Galaxy tersenyum kala Alana bereaksi akibat tepukannya.
“Pala Ala nyut-nyut” ujar Alana padahal matanya masih tertutup.
“Iya abang pijitin” Varez bernafas lega kala tau Alana sudah sadar dan tak kenapa-kenapa tidak amnesia.
Bisa-bisa Kaila menangis lagi karna Alana amnesia, tak boleh tak boleh Galaxy dan Varez tak ingin itu terjadi bisa-bisa mereka menghancurkan negara ini dengan ribuan rudal.
Setiba di rumah..
Alana langsung di periksa untuk tak terjadi apa-apa, Galaxy dan teman-temannya berada di ruang tengah tempat biasa Arion dan Kaial berkumpul bersama anak-anak.
Galaxy dan Varez sudah mengabari Davian dan orang tuanya saat tiba di rumah, Varez saat ini sedang bermain dengan komputer kesayangannya.
Bermain Varez adalah mencari orang yang sudah menyenggol tubuh Alana sampai terjatuh tentu bakal di buatnya orang itu merasa tak tenang. Varez tak bakal menyerang fisik atau berkelahi dengan orang itu tetapi menyerang mental orang itu membongkar aibnya ke media sosial dan menjadikannya sebagai cemooh netizen.
Jahat? Varez tak peduli sedari awal dirinya sudah berkata bukan? Jika ada yang menganggunya maka siap-siap menerima konsekuensi yang akan di dapatkan.
Apalagi menyentuh atau menbuat Alana terluka tak akan Varez biarkan dengan bebas para pelaku, sengaja tidak sengaja tetap harus mendapat pelajaran agar tidak ceroboh lagi.
“Ck! Kurang ajar!” Ucap Varez kala menemukan siapa yang mendorong Alana.
Orang itu mendorong Alana tanpa alasan membuat Alana terjatuh, sedari awal Alana masuk dirinya sudah di ikuti. Varez memeriksa akun sosmed laki-laki itu dan ternyata, Laki-laki itu seorang yang suka sesama jenis bisa Varez tebak kalau alasannya mendorong Alana karna Alana berada di kumpulan pria tampan.
“Mengerikan!!” Ujar Varez sambil mengelus bahunya karna merinding.
“Mari kita cek chat nya” mata Varez membelalak dan langsung keluar dari chat yang di bukanya dengan sengaja.
“Gila ni orang dan stres!!” Varez langsung menyebarkan chat tersebut di story akun orang itu tanpa peduli.
“Jelek-jelek jadi uke” ucap Varez.
Setelah membuat chat itu ke story Varez memilih untuk menghubungi kedua temannya kalau dirinya sudah berada di Indonesia dan besok bakal berangkat sekolah.
...🌑🌑🌑...
“Belajar yang bener!! Awas lo pcaran-pacaran masih bocil jangan pacaran!!” Ceramah Galaxy di depan mobil.
“Dih! Bikin malu aja!!” Ujar Varez sambil meronggoh tangan Galaxy untuk salim.
“Ntar kita jempus ye” ujar Alana yang langsung di angguki Varez.
Galaxy hanya hari ini sekolah karna besok dirinya akan kembali ke Paris untuk segera menyelesaikan misinya. Dirinya sudah lelah karna selalu berkelahi dengan orang-orang tua, Galaxy ingin berkelahi dengan seumurannya saja.
Jika dengan orang tua dirinya harus menyusun strategi dan mengecek perlengkapan segala macam, kalau dengan seumurannya Gakaxy hanya perlu datang dan baku hantam d tempat.
“Ayo! Mereka masih SD gosah jadi pedofil!!” Galaxy memutar bola matanya malas padahal dirinya hanya senyam-senyum ke anak SD yang menatapnya.
Mereka berangkat ke sekolah, jam sudah siang jam tujuh namun Galaxy ya Galaxy tak ada yang tidak mungkin bagi dirinya telambat? Biasa saja bagi dirinya.
Setiba di sekolah...
“Pak bukain dong” pinta Galaxy,
“Gak bisa dek”
“Ya elah pak, ntar Gala kasih rokok sama cepe dehh”
“Tetep gak bisa ntar saya di pecat”
“Cuman di pecat pak gak di bunuh”
“akhhh!!!” Alana mencubit pinggang Galaxy.
”sakit!!”
“Mulutnya itu loh!!”
“Iye maaf! Pak bukaain dong!”
“Maaf dek gak bisa”
“Ya Allah pak!”
Alana hanya diam saja menunggu biarkan abangnya ini yang memikirkan, setelah sepuluh menit menunggu Abi, Ucup dan Bale datang ke gerbang.
“Pak di panggil kepsek” ujar Abi berbohong.
“Masa? Gak ada tuh pak kepsek hubungin saya”
“Gak ada pulsa katanya gak bisa telpon” jelas Abi,
“Yang beber kamu”
“Ya Tuhan, muka saya ada tampang pembohong pak?” Tanya Abi,
“Ada banget” Abi melotot mendengar jawabab bapak satpam itu.
“Yaudah! Awas aja kalau bohong” mereka bertiga mengangguk.
Bapak satpam itu sepertinya lupa kalau ada Galaxy yang masih di luar gerbang, Galaxy tersenyum bangga dengan teman-temannya ini. Resiko di hiukum jmkarna berbohong belakangan yang penting masuk dulu dari pada bolos.
“Ala gak ikut-ikutan ya!” Galaxy mengangguk.
Ketiganya ikut masuk ke dalam mobil menuju parkiran, sesultan apapaun mereka tetap saja bakal di hukum seperti yang lain jika di sekolah kalau ketahuan berbuat salah.
...🌑🌑🌑...
“Sa, noh Alana” ujar Aksa.
Alana sedang berjalan memasuki kantin bersama kedua sahabatnya, Dara dan Clarita. Masalah Dara yang waktu itu sama sekali Alana tak mengetahuinya karna memang Dara tak bercerita dan Davian juga tak mengatakannya ke Alana.
“Suapin!” Baru saja Galaxy hendak memasukkan makanannya ke mulut tiba-tiba Alana minta suapin tentu Galaxy langsung menyuapinya.
“Mau nasgor juga” Galaxy memberikan nasgornya karna memang tinggal itu saja.
Jam istirahat terakhir makanan semua nya sudah mulai habis dan Nasgor Galaxy itu juga yang terkahir setelah ketiga temannya memesan juga.
Alana sebenarnya tak ingin ke kantin terapi Clarita memaksa untuk menemaninya membeli dessert mau tak mau keduanya menemani.
“Abang ko gak makan?” Tanya Alana,
“Ni bocah! Kan makanannya lo makan bege!!” Ujar Dara,
“Abang mau?” Tanya Alana polos.
“Makan aja” Alana hendak tersenyum namun Galaxy langsung menutup mulut Alana.
“Lephasin ghak!!”
“Jangan senyum!” Alana mengangguk saja.
Di meja Harsa dkk, Harsa tersenyum tipis melihat wajah cemberut Alana karna di tutupi Galaxy mulutnya. Pipi seperti mochi putih membuat siapa saja ingin mencubitnya namun sayang hanya bisa dari jauh kalau dekat siap-siap saja Galaxy meratakan tulang orang itu.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...