
Galaxy mengetuk kamar Davian, dari pagi abangnya ini tak ada keluar kamar menbuat Galaxy sedikit resah takutnya bunuh diri kan berabe.
Tok tok tok
“Dav!” Panggil Galaxy dari luar,
Davian masih tak membukakan pintu.
“Dav!!” Sambil mengetuk pintu.
Davian membukakan pintu kamarnya, tak mengenakan baju hanya boxer rambut aca-acakkan wajah bangun tidur terlihat jelas ketampanan natural Davian.
Jangan lupa di bayangin biar di bawa mimpi...
“Hmm?” Sambil mengucek mata nya karna terkena cahaya lampu.
“Lo mabok?” Davian mengangguk.
“Makan dulu ayo!” Ajak Galaxy karna saat sarapan pagi tadi,
Galaxy merasa ada yang kurang dari dirinya ternyata Davian tak ikut bersama sarapan, karna keduanya selalu bersama dan kemanapun bersama kecuali tidur dan mandi juga keperluan pribadi lainnya.
“Ngantuk gue, lo aja” ujar Davian dengan suara seraknya bangun tidur.
“Ayo Dav! Lo belum makan njir mana bau alkoholnya ngeri banget lagi”
“Hmm”
“Alana gapapa, lukanya gak parah” Davian mengangguk.
“Yaudah ayo makan”
“Brisik banget lo!!”
“Ya Allah bang! Gue ngaj....”
...BLAMMM...
Pintu kamar tertutup kencang untung saja tak mengenai hidung mulus bak menara monas itu patah.
“Gue santet baru tau rasa lo!!” Kesal Galaxy,
Abangnya ini memang menguras tenaga dan dosa, Galaxy memilih turun ke lantai satu menghampiri Alula dan Varez, keduanya sedang mengerjakan pr.
Ralat hanya Alula yang mengerjakan pr sedangkan Varez yang mengoreksi pelajarannya, biarpun jahil Varez itu smart dan cerdas.
“Rez temenin gue dong” Varez menoleh ke belakang.
“Kemana?”
“Ada, ntar gue traktir regal tiramitsu” Varez berpikir sejenak lalu mengangguk.
“Lula sama Ka Ala ya belajarnya?” Ujar Galaxy
“Oke bang”
“Halah paling ntar malah ngedrakor atau gak maraton Run BTS” sindir Varez.
“Ngapa si gak boleh” ujar Alula
“Ntar abang gojekin cemilan” ujar Galaxy.
“Mau kemana?” Tanya Kaila yang baru datang seraya di ikuti dua curut berlarian ke arah mereka.
“Sembarangan mulut nya, gak mom Gala cuman mau main bolling”
“Sekalian cari cewe?” Sindir Kaila sambil tertawa.
“Siapa yang mau nyari cewe?” Tanya Arion.
“Ini bang Gala dad, kasian jomblo akut gaka da yang mau” ucap Varez.
“Mana ada, ku sentil ginjalmu Rez” ujar Galaxy yang sudah gemas.
“Yaudah sana, jangan pulang pagi” keduanya mengangguk.
Galaxy dan Varez berangkat tentu sebelum berangkat mereka mengecup pipi sang mommy bersalaman dengan kedua orang tuanya.
Nanti malam mereka akan pulang ke negara A karna besok senin dan mereka harus sekolah, sepertinya kedua orang tuanya akan pulang beberapa hari lagi memastikan oma nya benar-benar sehat.
Galaxy dan Varez kini berada di tempat bolling keduanya akan adu skill setelah itu baru pergi nongki seperti anak muda pada umumnya.
Permainan berjalan lancar sampai keduanya mulai lapar dan memilih untuk langsung pergi ke caffe and resto yang tak jauh dari lokasi mereka.
“Pesen aja” Varez mengangguk dan memesan beberapa cemilan dan makanan yang ingin di makannya.
Galaxy mengecek beberapa file yang di kirimkan oleh anak buah BBbD juga mengecek grub Alderioz, kasian geng motornya tak terurus untuk beberapa saat untung saja para inti Alderioz bisa menghandle semuanya.
“Americano drink buat gue Rez” Varez menyebutkan menu yang di inginkan sang abang.
“Cewe nama Thea-Thea itu yang Alana temui saat di bandara?” Gumam Galaxy.
“Ya, tapi perempuan itu sepertinya hanya mengikuti sampai bandara”
“Udah di cek dengan benar?”
“Udah, kejadian di aula lelang juga sepertinya bukan ulah perempuan itu”
Kakak beradik itu fokus dengan cemilan juga ponselnya namun mulut mereka saling bersahutan, Varez dan Galaxy sesekali bertatapan sekilas lalu kembali fokus ke kesibukan mereka.
“Rekaman cctv di acara lelang sudah tak bisa di temukan” Galaxy melirik sang adik meragukan ucapannya.
“Ck, percaya dikit kenapa si” kesal Varez.
“Ka Ala udah keluar dari gedung sebelum ledakan terjadi sama seseorang kayaknya cowo gak tau siapa dia pake topeng, Varez kehilangan jejak karna panik waktu ledakan dan fokus ke abang” Galaxy mengangguk.
“Untuk saat ini fokus ke Alana dulu takutnya cowok yang menolong Alana ada maksud lain” ujar Galaxy.
“Oke”
Walau mereka seperti sibuk dengan pekerjaan masing-masing percayalah di balik semua kesibukan mereka juga selalu saling menjaga walau terhalang jarak, Galaxy memang meminta Varez untuk mengawasi cctv saat mereka ke acara lelang,
Dan tentu Varez mengawasi nya walau sambil tertidur semua sudah terkontrol oleh Varez, sedangkan Alana pergi itu mereka kecolongan karna mereka kira Alana tak akan memaksa ikut.
“Ayo balik dah jam makan malam” ujar Varez.
“Ke bandara jam berapa?”
“Jam 20.35, jam negara B” Varez memberitahukan keberangkatan mereka.
Setelah membayar mereka pun langsung menuju pulang, takut terlambat makan malam bisa-bisa Kaila ngambek dengan mereka karna tak smepat kumpul makan malam bersama.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
...JANGAN LUPA JUGA ISTIGHFAR ABIS LIAT ABS COWO ORNG 😭**...