The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 76



“Varez astagfirullah!!” Kaila kaget kala melihat wajah Davian dan Galaxy.


Padahal Kaila sudah meminta pengawal untuk tidak membiarkan Varez masuk ke dalam kamar namun tetap nihil sepertinya si bocah genius ini dengan mudahnya masuk ke dalam ruang keluarga tanpa sepengetahuan siapapun.


“Kenapa abang kamu jadi kaya tante gatel Rez” Varez berekspresi tidak bersalah.


“Bukan Varez mom” ujar Varez


“Bukan Varez tapi tangan kamu megang lipstik” seketika Varez terkekeh.


“Sekali-sekali mom” ujarnya.


“Huft! Yasudah kita coret lagi aja” ujar Kaila yang membuat Varez tersenyum senang.


“Mommy dulu waktu kecil pernah bunuh orang?” Tanya Varez sambil tangannya fokus mencoret wajah Galaxy.


“Iya karna mereka ngebunuh oma mommy trus mommy ngamuk”


“Mom, abang mau sekolah, abang kalo di rumah gak ada temennya”


“Minggu depan kalian boleh ke sekolah” Varez menatap Kaila lalu melompat-lombat sampai lupa kalau ada Galaxy di bawahnya.


“Uhukk tol uh mo akh!!” Rengek Galaxy.


“Mau bunuh abang ya!!” Tanya Galaxy ngegas sambil menatap tajam Varez.


“Abang mulutnya”


“Kesel mom! Lagi enak tidur di loncatin ranjangnya!!”


“Ya kan Varez lupa kalo ada abang di situ!”


“Sudah-sudah! Abang bangun mandi trus sarapan baru boleh tidur lagi” perintah Kaila.


“AWAS LU!!” Kesal Galaxy ke Varez.


“Iye awas iyee!!” Ujar Varez.


Davian masih nyenyak tidurnya karna dia berada di sofa dan Galaxy yang di ranjang. Awalnya Davian berada di ranjang tapi entah kenapa bisa berada di sofa.


Kaila meninggalkan Davian yang masih tertidur lelap, twins Al yang sedang bermain di ruangan bermain milik mereka berdua.


Alana sedang latihan piano sedangkan Arion sudha berangkat ke kantor. Kaila nanti siang juga akan mengecek perusahaan dan beberapa toko yang mereka punya.


“Ponsel aku mana ya” gumam Alana,


Alana pun keluar dari ruangan latihannya menuju kamar. Berjalan menuju kamar seketika mendengar suara gaduh dari kamar adiknya itu.


...Clikk...


“ASTAGFIRULLAH!!!” Teriak Alana.


Alana melihat Galaxy dan Varez bertengkar di dalam kamar Varez. Barang-barang berhamburan bahkan ada yang pecah seperti kaca dan meja kaca yang ada di dekat pintu.


“MOMMY!!!!!” Teriak Alana dari lantai tiga yang mana lngsung menghebohkan satu rumah. Sedangkan kedua laki-laki yang bertengkar seakan tuli dari teriakan Alana.


“Kenapa Ala?” Tanya Davian. Davian baru saja bangun lalu mendengar teriakan Alana dari lantai atas langsung berlari takut sesuatu terjadi.


“Itu coba abang liat ke dalam!!” Alana sudah memijit kepalanya yang sakit melihat tingkah kedua kembar beda umur itu.


Davian diam memperhatikan keduanya saling pukul bahkan sesekali barang-barnag yang di dekat mereka, mereka lempar seperti granat.


“Astagfirullah!! Ini kamar apa tempat sampah!!!” Davian menghela nafas mendengar ucapan sang mommy.


“GALAXY!!! ALVAREZ!!!” Panggil Kaila sedikit berteriak.


Galaxy langsung menahan tangannya yang ingin menonjok lagi wajah Varez, melihat celah dari Galaxy Varez langsung menendang perut sang abang yang mana membuat Galaxy tersentak kaget.


“Bang minta uncle Kevin siapkan pesawat, asingkan kedua bocah itu ke Afrika!” Perintah Kaila ke Davian.


“Iih mom!! Gak mau Varez gak mau!!!” Rengek Varez.


“Iya mom abang juga gak mau!!” Ucap Galaxy.


“Siapkan dalam dua jam bang” Galaxy dan Varez langsung berlari mengejar Kaila yang meninggalkan kamar.


“Mom”


“Mom gak mau!!” Ucap keduanya, Kaila berhenti lalu berbalik badan.


“Jangan ikutin mommy!” Keduanya langsung diam di tempat wajah keduanya sangat memprohatinkan belum lagi di ujung bibir keduanya bahkan lengan mereka ada bercak darah.


“Tapi mom!!”


“Gak ada tapi-tapian Gala!!” Galaxy langsung diam mommynya benar-benar marah jarang sekali Kaila memanggilnya Galaxy atau Gala biasanya Abang atau Bang namun kini memanggilnya dengan nama.


“Abang si” kesal Varez.


“Ko gue!! Lo yang mulai duluan!!”


“Kalo bang Gala gak nyenggol Varez gak mungkin Varez senggol balik!!” Keduanya adu mulut.


“Siapin barang kalian!!” Perintah Davian yang menyadarkan keduanya kalau mereka akan di asingkan.


“Gak mau!!!” Ucap keduanya bersamaan.


“Rasain!!” Ujar Alana.


“Ka Ala tolongin kita dong!! Masa gitu si jadi kakak!!” Alana memutar bola matanya malas.


Kaila sudah turun ke bawah, Kaila jika sednag marah sulit mengontrol emosi makanya memilih pergi dna memberikan amanat ke Davian saja untuk menghukum sang adik.


“Hukumannya di sini aja dong bang!!!” Tawar Galaxy.


“Iya di sini aja” ucap Varez ikutan.


“Jalan kaki ke puncak” keduanya memelototkan matanya tak percaya.


“Yang lain bang! Ngadi-ngadi banget hukumannya!!” Ujar Galaxy.


“50jt/orang buat korban banjir” Keduanya langsung mengangguk setuju dari pada mereka di kirim ke Afrika mending mengorbankan uang mereka saja.


“Okey” ujar Keduanya.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...