
“Makasih!” Ujar Galaxy dengan nada judes ke Harsa,
Walau kesal Galaxy tetap tau aturan dan tau sopan santun selalu mengucapkan maaf dan terima kasih tentunya.
“Hmm”
“Gimana?” Tanya Galaxy kala Davian keluar dari UGD.
Iya Alana awalnya di bawa ke uks oleh Harsa tetapi ketika kedua abangnya datang langsung di bawa ke Rumah sakit. Keduanya hanya takut kalau Alana kenapa-kenapa apalagi hari pertama mereka sekolah setelah kejadian teror itu.
“Gapapa, maag nya kambuh karna telat makan”
“Tadi pagi Alana sarapan gak ya? Astagfirullah enggak!!” Ucap Galaxy sambil menepuk jidatnya.
“Dav Gal bonyok lo!” Ujar Sam.
Arion dan Kaila memakai masker ke rumah sakit tentu di kawal puluhan bodyguard, Davian dan Galaxy sedikit merasa bersalah kala membiarkan Alana sampai pingsan.
“Abang abis ini langsung temui uncle Wilasa!” Keduanya menelan ludah kala mendengar ucapan Arion.
“Kenapa Dad?” Tanya Galaxy.
“Daddy gak minta kalian bertanya!” Davian menatap tajam Galaxy sedangkan yang di tatap cengar-cengir.
Arion dan Kaila masuk kedalam untuk mengecek keadaan Alana, Kaila tak bersuara karna memang untuk kali ini Kaila serahkan semua ke Arion.
“Bokap lo serem dari biasanya” ujar Ucup seraya mengelus kedua lengannya karna merinding.
“Lo pada balik ke sekolah aja” usir Davian.
“Yakin lo?” Tanya Ucup
“Bentar lagi juga bell pulang tanggung balik ke sekolah Dav” ujar Abi
“Yodah sana pulang gue lagi gak mood” ucap Galaxy.
“Lo ngusir kita Gal?” Tanya Bale.
“Iya, kenapa? Gak suka lo?”
“Kagak! Nanya doang gua mah” ujar Bale nyalinya ciut.
Mereka pun bubar jalan, Harsa juga ikut di usir oleh Galaxy. Keduanya menunggu di depan ugd tak lama Kaila keluar dari ruangan sambil menelpon seseorang. Setelah telpon di tutup Kaila mendekati kedua anaknya.
“Mommy kenapa?” Kaila langsung memeluk kedua anaknya sambil menangis.
“Oma tua udah gak ada hikss” tangis Kaila pecah.
Oma tua adalah Oma Kaila yang mana Datuk nya anak-anak, pantas saja hari ini Kaila ingin menangis terus dan mood nya kacau.
“Mom” panggil Davian.
“Honey” Arion datang lalu menarik Kaila ke dalam pelukannya.
“Oma tinggalin aku hiks Oma hikss” Arion mengelus punggung Kaila sesekali Arion mengecup kening dan pucuk kepala Kaila menenangkan sang istri.
“Oma hikss Oma gak sakit hikss Oma lagi sholat trus badanya hikss badannya kaku hikss sakit hikss dada aku sakit hikss” Davian dan Galaxy juga merasa kehilangan mereka tak bisa berkata apa-apa menahan air mata mereka agar tak keluar di tempat umum.
“Sttt, kita berangkat sekarang jangan nangis dong” ujar Arion.
“Daddy dan yang lain berangkat sekarang. Kalian berdua jaga Alana jika sudah bangun baru susul kita”
“Baik dad”
Davian terduduk setelah kedua orang tuanya pergi meninggalkan rumah sakit, baru dua hari lalu Davian dan yang lain melakukan Video call dengan datuk mereka dan berkata akan liburan ke pantai bersama namun semua itu hanya wacana belaka ternyata.
“Datuk” ucap Galaxy seraya menekan dan menepuk dada nya. Air mata Galaxy tak bisa di tahan sakit sangat sakit.
...🌑🌑🌑...
“Rez! Ada yang nyariin lo tuh!!” Ujar ketua kelas Varez.
“Makasih” ujar Varez lalu berjalan keluar kelas.
“Tuan muda” Varez mengerutkan keningnya.
Bodyguard yang datang bukan bodyguard yang biasa mengawalnya tetapi elit BBBD langsung yang menemuinya.
“Ada apa?” Tanya Varez dengan nada judes dan tak lupa aura tak bersahabat yang di keluarkannya.
Bukan apa, Varez sengaja mengeluarkan aura membunuh nya karna merasa aura yang tak bersahabat dari orang di depannya ini dan ini juga sebagai salam pertemuan dari keduanya.
“Tuan ingin saya menjemput anda dan membawa anda langsung ke bandara”
“Ada apa? Kenapa kebandara?”
“Nyonya Laras (datuk) telah berpulang ke sisi tuhan” Varez mengerutkan keningnya.
“Maksudnya?”
“Nyonya Laras meninggal dunia tuan muda” Varez mundur selangkah kebelakang.
Setelah mendnegar itu dada Varez seperti tersayat-sayat nafasnya tak beraturan kepalanya seketika memutar memori-memori bersama datuk nya.
“Siapa anda?” Tanya guru yang akan mengajar.
“Saya uncle nya Alvarez ingin meminta ijin menjemput Varez”
“Kamu kenal Varez?” Varez masih menekan dadanya.
“Tuan muda” Varez menutup matanya beberapa detik lalu kembali membukanya.
“Ayo!!” Dengan nada yang berbeda setelah menetralkan rasa sakitnya. Varez seperti orang yang berbeda raut wajahnya tak enak di kihat tatapan matanya tajam seperti ingin mencabik-cabik setiap orang yang menatapnya.
“Permisi” ujar orang itu ke guru Varez yang masih tercengang tak mengerti situasi apa yang di alaminya.
“Abang twins sudah di bandara?” Tanya Varez.
...(Abang twins \= Davian x Galaxy walau tak kembar tapi memang di juluki si kembar)...
“Tuan muda Davian dan Galaxy berada di rumah sakit karna Nona muda masuk rumah sakit” Varez berhenti melangkah.
“Ada apa tuan muda?”
“Bilang daddy, Varez akan berangkat bersama yang lain”
“Tapi?”
“Katakan saja! Menunggu ku mommy bakal semakin sedih jadi biarkan mommy dan daddy berangkat duluan” Bodyguard itu mengangguk.
“Kerumah sakit!” Ucap Varez seraya melanjutkan langkahnya.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...