
“Bang” Davian dan Galaxy langsung menoleh bersamaan.
“Lo gak ikut bonyok?” Tanya Galaxy.
“Gue suruh berangkat duluan”
Davian mengecup kening Alana lalu beranjak duduk di sofa bergabung dengan kedua adiknya, Alana tadi sudah bangun dari pingsannya namun Davian meminta untuk kembali istirahat sebentar.
“Jam 4 kita berangkat” ujar Davian.
“Bawa baju gak?” Tanya Galaxy
“Bawa, lo berdua balik duluan prepare kalo udah balik ke sini ntar gue lagi yang balik ke rumah, minta maid siapin barnag Alana” jelas Davian.
“Okee” Gala hendak berdiri namun tak jadi karna mendengar ucapan Varez.
“Varez di sini aja, barang-barang Varez sudah di siapkan tinggal di ambil atau di antarkan” Galaxy memutar bola matanya malas.
“Jangan kebisaan gitu!” Ucap Galaxy
“Gitu gimana?” Tanya Varez.
“Gapapa” Galaxy menahan diri agar tidak bertengkar dengan Varez saat ini juga.
“Media yang memberitakan Oma tua meninggal sudah di take down?” Tanya Davian.
“Sudah” ucap Galaxy.
Mereka pun diam-diaman setelah Galaxy berangkat pergi, menunggu Alana istirahat dan menghabiskan satu botol infus baru mereka berangkat.
Varez sibuk memantau pesawat orang tuanya sudah tiba dimana dan keadaan bandara yang akan orang tuanya mendarat.
“Rez, jaga dulu abang mau ke supermarket depan” Varez mengangguk.
Suasana rumah sakit masih ramai karna sekarang masih siang, Davian sedang menunggu jalanan sepi untuk menyebrang tiba-tiba dirinya melihat Dara teman Alana sedang bertengkar di pinggir jalan.
“LEPASIN GAK!! LO COWO TOXIC GILA!!!”
...PLAKKKK...
Wajah Dara di tampar laki-laki itu, Davian yang melihat itu hanya diam beberapa langkah dari mereka. Dara masih belum menyadari ada Davian disitu.
“KITA PUTUS!!” Ucap Dara.
“Putus? Hahaha gak bakal bisa dan gue gak bakal putus sama lo!!”
“ANJ LO!!”
“Akh!! Lepasinn!!” Rambut Dara di jambak oleh laki-laki itu dan di paksa masuk ke dalam mobil.
...BUGGGG...
...BUGGGG...
Dara syok melihat Davian yang langsung menghadar laki-laki itu tanpa memberikan celah perlawanan.
“Bang!! Bang Dav udahh!!!” Dara gemetar takut.
“Bang!! Dia bisa matii” Dara mencoba menarik tubuh Davian agar menjauh, banyak orang-orang yang melihat dari seberang jalan maupun dekat.
Mereka sedari tadi acuh kala melihat perempuan yang di jambak bukan acuh tetapi takut dan terlalu malas untuk ikut campur urusan orang lain.
“Bang hikss udahh lo jangan hikss jangan jadi pembunuh hikss” pengawal bayangan Davian saja sampai panik dan bingung harus bagaimana.
BUGGG
Laki-laki itu pingsan dengan berlumuran darah di wajahnya, Davian benar-benar menghajar nya walau itu bisa di bilang belum semua tenaga Davian keluarkan.
“Bang” Davian menatap Dara.
“Antarkan dia pulang” perintah Davian entah ke siapa namun beberapa detik dua orang datang mendekati Dara.
“Lo aman” ujar Davian kala melihat dua ornag berbadan kekar mendekatinya.
“Urus diri lo sendiri aja jangan mikirin dia” Dara mengangguk.
“Makasih” Davian langsung berjalan menuju supermarket.
Lengan bajunya penuh darah oleh laki-laki itu, Davian jadi pusat perhatian kala bercak darah pekat di seragam sekolah putihnya.
“Prince”
“Hmm?”
“Saya membawakan pakaian untuk anda”
“Terima kasih” Davian langsung mengambil pakaian itu dan pergi menuju toilet.
...🌑🌑🌑...
Mereka berempat sudah berada di bandara, Alana menangis sedari di rumah sakit tadi tak berhenti hingga tiba di bandara.
Setelah di beritahu kalau oma tua meninggal dunia, Alana langsung menangis tak ingin oma tua pergi dan akhirnya berhenti menangis saat tiba di bandara itupun Alana tertidur dalam deapan Galaxy.
“Aiden gila” Varez mendapatkan pesan dari Aiden yang membuat Varez sedikit merinding.
Mereka berempat jadi pusat perhatian apalagi Alana yang dalam dekapan Galaxy di dalam mobil mini menuju landasan itu.
“Mereka artis?”
“Itu cewe pasti cantik banget dia dari keliatan punggungnya aja cantik banget apalagi mukanya”
“Itu Davian!! Davian ketua Alderioz”
“Idol ya?”
“Gila ganteng banget”
“Itu yang di gendong siapa ya?”
“Di pangku itu cewe nya ya?”
“Ada yang lebih lama dari ini?” Tanya Davian dengan suara deep nya.
“Maaf tuan” Davian menghela nafasnya.
Mereka sudah berada di dalam pesawat, Alana masih tertidur dengan nyenyak dalam pelukan Galaxy dan Galaxy tak masalah itu dirinya malah suka jika Alana bermanja dengannya.
Varez memilih untuk tidur otaknya sedari tadi terus berputar-putar tentang pesan yang di kirimkan Aiden.
“Minggu depan jadi?” Tanya Galaxy ke Davian.
“Hmm” Galaxy tersenyum devil.
Davian fokus dengan ipad nya yang sedang membaca novel “Kesayangan tuan muda mafia” entah sejak kapan bocah itu suka membaca.
“Eugh” Alana menegakkan tubuhnya sambil mengucek-ucek matanya yang mana langsung di tahan oleh Galaxy.
“Ala pusing” Dengan nada seperti anak kecil Alana berucap.
Davian menoleh lalu berdiri dan menghampiri Alana mengecup pipi sang adik lalu meminta pramugari menyiapkan makanan.
“Jangan nangis lagi princes” ucap Davian.
“Abang bakal buat orang itu menghilang dari bumi jika buat princes nangis kecuali tangis kebahagiaan dan itu keinginan princes sendiri untuk nangis” ujar Galaxy.
“Iya bang” ucap Alana lalu kembali menyenderkan dan menelungkupkan kepalanya di bahu Galaxy, Aroma tubuh Galaxy itu khas dan bikin candu.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
GAISS...
...KALO AKU JARANG UP TOLONG CHAT DI INSTAGRAM YA KEK KASIH TAU UP THOR GITU😭...
GAK MAKSA JUGA SI**