
...WELCOME !!...
...JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM DI BAWAH INI BESTIEEE !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA ...
...@THEYCALLME.VIORA ...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN DAN LIKE KOMEN JUGA YA!! SEMOGA KALIAN BETAH DAN SUKA TERUS SEMUA CERITA AKU. TINGGALIN JEJAK TERUS YA BIAR AKU TAU KALAU KALIAN SELALU BACA CERITA AKU !! ...
...OH IYA!!!! JANGAN LUPA BACA JUGA ...
...ARCELLA QUEENZIE ...
...DAN...
...XAVIORA KENANYA ...
...TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA !!!...
Mereka tiba di rumah sakit, Di saat mereka tiba bersamaan juga Arion dan keluarga besar juga tiba di rumah sakit. Alana saat ini tengah marah sangat marah dengan Muthia.
“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin” ucap dokter,
Harsa terduduk sambil menangis mendnegar ucapan dokter, Alana yang saat ini sedang marah harus di tahannya sambil memeluk Harsa menguatkan kekasihnya karna kehilangan bidadari tak bersayap nya.
“Kita turut berduka cita” ucap Arion ke ayah Harsa,
“Semua bakal kita yang urus” ujar Arion lagi,
“Terima kasih banyak” hanya itu yang bisa ayah Harsa ucapkan,
Tangis Harsa yang tadinya bersuara kini menjadi tak brrsuara yang mana berarti rasanya sangat sakit membuat Alana tak tau harus berbuat apa cuman bisa menenangkan Harsa,
...🌑🌑🌑...
Setelah di makamkan Alana masih menemani Harsa, sedangkan keluarganya pulang ke rumah kecuali Davian dan Galaxy yang ke markas BBBD. Selama permainan ini hampir lima puluh orang sudah kehilangan nyawanya dan tiga puluhnya ada yang hilang dan terkena gangguan mental akibat isu yang di dapatnya.
Banyak sekali orang yang menunggal akibat game ini karna memang mereka yang mengusik atau ingin terlibat lebih dulu alhasil konsekuensi nya kehilangan nyawa.
“KELUARIN GUE ANJ!!”
“GUE BUNUH LO SEMUA!!!” Teriakan Muthia terdengar jelas menggema seisi lorong,
Orang tua nya tak ada hanya ada Muthia di dalam penjara bawah tanah ini, orang tuanya di rumah hanya tau kalau anaknya pergi liburan menghilangkan stres akibat gagal bertunangan.
Hanya itu yang orang tuanya tau namun nyatanya? Muthia berada dlama kurungan yang bisa saat hari ini adalah hari terakhirnya melihat cahaya.
...STREET...
Belati kecil menancap di bahu Muthia yang tadi di lempar oleh Galaxy tepat mengenai sasaran,
“Keknya Alana kebanyakan ngasih lo obat deh jadi gila teriak-teriak” ucap Galaxy,
“Bngst!! Ach!! Lo siapa anj!!”
“kasar banget mulut lo!”
“Ikat dia” perintah Galaxy,
Muthia di ikat dengan kursi sedangkan Galaxy saat ini tengah measah belati lainnya yang dia mainkan seperti spinner sedari tadi.
“Tangannya di rentangin” perintah Galaxy lagi,
“Lo mau apa!!”
“Lepasin gue!!”
“Gue bakal lapor ke polisi”
“Mulutnya brisik tutup pake kain” ucap Galaxy lagi,
Galaxy berjalan mendekat lalu mengelus pipi Muthia dengan belati baru saja di gunakan mengelus belati itu sudah menyobek permukaan pipi Muthia karna snagat tajam.
“Sangat menyenangkan” Galaxy yang awalnya fokus menjambak rambut Muthia hingga Muthia tak kuat karna kesakitan.
“Harsa? Lo tinggal?” Tanay Galaxy tapi Alana tak menjawab malah duduk di kursi tepat depan Muthia, Galaxy melepas cengkramannya di rambut Muthia.
Karna tak ada jawaban dari Alana, Galaxy berdiri di samping Alana sambil memperhatikan Muthia yang sedari tadi berteriak meminta di lepaskan bahkan memberontak agar terlepas dari tali yang mengikat tubuhnya dengan kursi.
“Bawa Resya ke sini” perintah Alana,
Kakak beradik ini seperti orang yang tak memiliki perasaan sama sekali karna di lihat dari manapun Muthia maupun Resya kondisi keduanya sangat mengenaskan terutama Resya sekujur tubuhnya penuh luka dan sedang hamil.
Hebatnya lagi, anak dalam kandungan Resya cukup kuat di lihat dari berulang kali Resya ingin bunuh diri tapi selalu gagal dan melukai perutnya. Janin dalam perut Resya sama sekali tak kenapa-kenapa malah saat di cek sehat walafiat cuman agak kurang gizi akibat Resya tak mau makan.
“Dia siapa!!” Marah Resya ke Galaxy,
“Pelakor ya lo!!” Resya hendak menampar wajah Muthia namun penjaga langsung menariknya mundur karna Alana mengode agar membuat Resya sedikit menjauh.
“GALA!! KAMU SELINGKUH YA!! AKU HAMIL ANAK KAMU KO KAMU MAIN BELAKANG!!!”
“Lepasin gue!! Atau lo pada nyesal!!”
“Alana!!”
...PLAKKKK...
“Mulut busuk lo gak berhak sebut nama gue”
“Bngst lo ya!! Lo bakal abis liat aja!!”
“Abis gimana? Sama orang suruhan lo?” Tanya Galaxy,
“Orang suruhan lo aja di ruang sebelah, ah gue ada ide” ucap Galaxy,
Gaalxy meminta penjaga membawa beberapa pembunuh bayaran yang menjadi suruhan Muthia untuk membunuh Alana itu ke temapt mereka, Davian tak peduli bakal terjadi perang antara kedua mafia mereka selagi sejak awal mereka yang menyentuh Alana semua wajib di musnahkan.
“Lo!!!” Marah Muthia melihat tujuh orang pembunuh bayaran yang dia sewa hampir tak memiliki lengan.
“Psikopat lo semua!!” Ujar Muthia,
“Gila!! Gue laporin ke polisi lo!!”
“Ck, sedari awal gue udah peringatin sama lo! Tapi lo ngeyel jadi menjeritlah dengan merdu Muthia” ujar Alana,
Senyum Alana yang begitu manis terbit sambil berjalan anggun menuju kumpulan para senjata di atas meja tersusun rapi.
Alana tak jadi mengambil belati dirinya memilih berjlaan ke salah satu pembunuh bayaran yang sudah menjadi sandera mereka itu, salah satu tangannya sudah hilang akibat Davian tebas menggunakan katana tentunya.
“ARKGHHHHHHH!!!”
Mencolok salah satu mata orang itu dan menarik paksa keluar hingga terlepas dari uratnya, Muthia menatap tak percaya perlakuan Alana sedangkan Galaxy dan yang lain terutama Resya cuman diam saja.
“Lo!! Gila psikopat!!!”
“Pendosa lo!!!”
“Psikopat gila!!”
“Psi...ummmhummm” bola mata tadi Alana masukkan ke dalam mulut Muthia dengan paksa Alhasil Muthia hanya bisa bergumam tanpa suara dan menangis.
“Buka mulutnya!! Cabut semua kuku nya tanpa bersisa!!” Perintah Alana,
“Gue mohon!! Lepasin gue lepasin!!!”
“Kasian!! Ala kamu gak boleh kaya gitu” ujar Resya,
“Aaaaaaa hikss lepasin hikss lepasin gueee”
“Sakittttt hikss sak aaaaaaa”
“Gal telinganya cantik” puji Alana,
“Apapun untuk lo my princess” Alana mengecup pipi Galaxy lalu mengambil alih kursi yang Galaxy duduki tadi.
Jeritan Muthia semakin kencang saat Galaxy dengan pelan tapi pasti menguliti telinga Muthia hingga terlepas darah sudah berserakan di mana-mana muncrat, jari tangan dan kaki Muthia juga sudah hilang semua tersisa darah saja.
Saat telinga sebelahnya sednag Galaxy kuliti, Muthia pingsan entah kesakitan atau kelelahan yang jelas dia pingsan membuat Alana cemberut.
“Gak asik!! Sya cabut semua kuku lo!!” Perintah Alana ke Resya,
“Sakit Alana aku gak mau!!!”
“Cabut kuku nya semua!!” Perintah Alana,
Alhasil siksaan Muthia berslih ke Resya yang saat ini tengah di canuti kuku-kukunya, jeritan Resya kini yang mengisi sunyi nya ruang tahanan ini.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
GAK BISA KASIH DOUBLE UP DULU!! SABAR AJA YA HEHE MOHON PENGERTIAN NYA!! DAN JUGA BAB NYA UDAH AKU USAHAIN PANJANG KO BIAR PADA GAK NAGIH ATAU KOMPLEN:))