The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 100



...Welcome back with meeeeeeee….....


...DAHHH BAB 100 WOYYY ...


...TAPI DOUBLE UP NYA UDAH KEMARIN WKWK...


...Apa kalian senanggg?? Tidak aduh giman nih pada gak seneng! Bentar lagi bakal 100 bab ini mau kita end di bab keberapa? Biar gak banyak kan wkwkw, tapi sayang banget gak si kalo end? Iyakann huhu ...


...Kalian dah pada follow belum ig nya?...


...Kalo udahhh makasih banyak yaa, itu kalian di situ bisa curhat atau apa gitu mutualan lah wkwk oh iya menurut kalian ceritanya akhir-akhir ini gimana?...


...Harus opening tapi bingung opening gimana:) ...


...Jangan lupa like dan komen ya! ...


...Share juga dong biar makin banyak yang baca dan semoga terus betah kalian dengan cerita ini....


...Apa yang mau kalian bilang ke ? ...


...The little devils?...


...Atau ke ...


...Kesayangan tuan muda mafia?...


...Coba deh aku tanya apa yang buat kalian tertarik awalnya baca kedua cerita ini?...


...Aku penasaran, dan juga tau dari mana? Kek lewat gitu aja atau kalian cari? Atau ada rekomendasinya?...


...Yuk kasih tau aku! Aku kepo tauuuuu!!...


...Paste opening sebelum nya aja ya!!...


...Biar gak cape aku wkwkwkwkwkwk...



...BRUKKKK...


Galaxy tak kuat lagi berjalan, Davian menangis benar-benar mangis melihat Galaxy terluka.


“Luka? Ini luka?” Tanya Davian kala mendapati basah di bagian perut sebelah kiri Galaxy.


“Sorry” Davian menggeleng kencang, nafas Gaalxy sudah tak beraturan.


“Jan ngan nang is Dav” ucap Galaxy terjeda-jeda.


“Prince!!”


“Cepat!! Ke rumah sakit!!” Perintah Davian.


Galaxy di bawa dengan tandu nafasnya semakin pelan dan penglihatannya mulai buram dan akhirnya tertutup. Davian terus menerus menanggil nama Galaxy.


Sepanjang perjalanan Davain terus berdoa jalanan sudah di kosongkan mereka menuju rumah sakit dengan cepat,


Perihal Carlon? Carlon tertembak tepat di kepalanya oleh para sniper bahkan ada yang menghajarnya sampai benar-benar hancur tubuh Carlon saat mendapat kabar Galaxy tertembak mereka semua menghajar habis-habisan Carlon.


(Maaf kalo gak menarik gak se bar-bar cerita orang tuanya ya ges yaa!!)


“Gal!!” Panggil Davian namun tak ada sahutan,


Setiba di rumah sakit Galaxy lngsung di larikan ke ICU untuk langsung di tanangi. Davian dan beberapa anggota menunggu di depan ruang operasi, Davian bingung dirinya harusk menghubungi kedua orang tua mereka atau tidak.


“Prince, kepala Carlon sudah kita simpan” Davian hanya mengangguk saja.


Bar itu benar-benar kacau puluhan orang mati ada di dalam situ semua dan tentu anak buah Davian dan Galaxy akan membereskannya agar tak di ketahui publik.


Hampir sepuluh jam operasi di lakukan, namun dokter belum juga keluar rasanya Davian ingin masuk untuk memastikan operasi tersebut. Dua timah panas berada di dalam tubuh Galaxy belum lagi letak dua timah panas itu di dekat organ pital semua.


“Prince anda belum makan”


“Brisik!!”


...Drttt...


...Drttt...


...Drttt...


...Princess (calling)...


Davian menatap lama layar ponselnya yang memperlihatkan nama Alana di layarnya.


“Jangan ada yang mengangkat telpon dari siapapun apalagi Daddy mommy!” Perintah Davian.


Diam beberapa saat hingga ponselnya kembali berdering, Davian yang tak bisa berpikir jernih langsung melempar ponsel itu ke dinding hingga pecah berhamburan.


Clik


Davian langsung berdiri kala dua dokter keluar.


“Pasien sudah melalui masa kritis namun masih dalam belum sadar akibat bius” Davian mengucapkan terima kasih ke dikter tersebut.


Masih belum tahu apa Galaxy akan bangun atau tidak karna semua tergantung keinginan yang di atas. Percaya atau tidka dokter itu gemetar kala berhadapan dengan Davian dirinya takut jika tak bisa menyelamatkan Galaxy apa nyawanya akan terancam.


“Gue harus bilang apa ke mommy” tanya Davian yang saat ini berada di luar ruangan Galaxy sambil melihat ke arah Galaxy.


...🌑🌑🌑...


“Abang gak angkat telpon Ala!!” Kesal Alana.


Varez hanya bisa menghela nafas sedari tadi Alana komat-kamit saking kesalnya Davian maupun Galaxy tak ada yang mengangkat telponnya.


“Dari pada marah-marah ayo jalan!!” Ajak Varez.


Malam ini malam minggu di Indonesia, keduanya sednag bingung ingin kemana karna memang biasanya mereka kan ada berempat.


“Gak mau!!”


“Temenin Varez ke ulng tahun adenya temen Varez!!”


“Mager!!”


“Yaudah Varez berangkat sendiri” Varez sedari tadi sudah siap karna dirinya dilema ingin meninggalkan Alana sendiri atau mengajak Alana makanya Varez berada di kamar Alana sejak habis sholat magrib.


“Varez!” Varez menghela nafasnya kakaknya ini sepertinya ingin mengajaknya baku hantam.


“Ayo makanya! Udah telat tau!!” Alana mengerutkan keningnya tanda kesal.


“Iya Varez tunggu ayo sana dandan yang cantik” smabil tersenyum terpaksa Varez berucap.



(Style Varez)



“Bagus gak?” Tanya Alana.


“Gak! Jan pernah berharap bisa pake celana atau rok pendek segitu ya!!”


“Padahal bagus”


“Gak bagus ganti” Alana masuk lagi ke dalam,



“Kalau ini?”


“Tema nya gak warna biru” ujar Varez.



“Ini?”


“Okee”


Keduanya pun berangkat menuju lokasi yang di mana acaranya di selenggarakan, Alana dan Varez bak pasangan muda namun siapa sangka mereka kakak beradik.


Banyak wartawan di depan hotel memotret mereka untuk mengabadikan momen dan akan masuk berita utama.


Alana dan Varez menggunakan masker dan kacamata menutupi wajah mereka agar tak di ketahui media, sebenanrya bisa langsung ke basemen khusus karna memang ini hotel milik keluarga mereka namun Varez berkata tak sopan kalau kita lewat sana atau tidak menghargai pemilik acara.


“Gue kira lo gak datang” ujar Rey.


“Siapa Rez?” Tanya Aiden,


“Kakak gue” mereka terpesona kala Alana membuka maskernya.


“Dimana ade lo?” Tanya Varez karna mereka tak bisa berlama-lama di sini.


Rey mengantarkan Varez dan Alana menemui orang tuanya, Varez memberikan sebuah kado dan amplop yang mana isi amplop itu adalah tiket jalan-jalan ke Disneyland untuk empat orang.


“Kakak kamu ini?” Tanya ibu Rey,


“Iya tante”


“Wahh cantik banget, namanya siapa?” Alana tersenyum lalu memperkenalkan dirinya.


“Kalena Eugenia Alana Nelwash” kedua orang tua Rey kaget mendengar nama belakang Alana.


Rey pernah berkata kalau memiliki teman yang memiliki nama belakang Nelwash tapi mereka tak pernah bertemu hanya mendengar namanya saja dari cerita anaknya.


“Alvarez Agler Lemuel Nelwash” saat ibu Rey menatap Varez tanda bertanya nama Varez.


“Kalian benar-benar anak Tuan Arion ?” Keduanya mengangguk.


“Mami lebay” ujar Rey yang membuat ibunya memutar bola matanya malas.


Setelah beberapa saat di situ Varez dan Alana memilih pamit pulang karna mereka akan pergi makan malam di restoran yang Alana inginkan.


...🌑🌑🌑...


Davian masih setia menunggu Galxy bangun, berulang kali asisten Davian mengingatkan untuk istirahat namun tetap saja bocah ini tak mau.


“Kenapa belum bangun juga!” Tanya Davian ke dokter.


“Mungkin masih pengaruh obatnya Tuan” ujar Dokter itu takut-takut,


Padahal Davian bertanya biasa saja namun membuat dokter itu ketakutan, dan juga Davian tak mungkin membunuh dokter yang sangt berjasa menyelamatkan orang-orang.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...