The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 71



Tengah malam inti Alderioz berada di halaman belakang yang sudah di sediakan tenda dan alat barbeque semua lengkap.


“Tebak-tebakn yok!!” Ujar Bale.


“Nyanyi aja mumpung Arga megang gitar” ujar Galaxy.


“Bisa tuh”


“Sabi sih”


“Kuy gas aja” ucap mereka.


“Mau lagu apa?” Tanya Arga.


“Geisha yang Cinta dan Benci” ujar Sam.


“Wait” ujar Arga.


Arga mulai mencoba senar gitar milik Galaxy, mereka duduk melingkar di samping api unggun. Tak ada Alana maupun Varez juga twins karna sudah malam Kaila tak mengijinkan yang lain untuk ikut bergabung.


“SUNGGUH AKU TAK BISA, SAMPAI KAPANPUN YAK BISA MEMBENCI DIRIMU” Arga mulai bernyanyi.


“Gak masuk, ganti yang lain aja Sam” ujar Arga setelah mencobanya.


“Bentar scroll tiktod dulu siapa tau ada yang pas” ujar Ucup.


“Seventeen judulnya memikirkan dia” ucap Ucup lagi setelah menemukan lagu yang pas menurutnya.


“Okey baru juga mo bilang itu gua” Ucap Arga.


“Gue duluan” ujar Arga.


“TUHAN KU LAGI SENDIRI. MEMIKIRKAN DIA”


“SELALU TENTANG DIRINYA! TUHAN INI JERITAN JIWAKU! CERITA TENTANG HATIKU!!”


“SEMUA KELUH KESAHKU!! SEMUA KELUH KESAHKU!!” Arga memberi kode agar mereka ikut bernyanyi.


“RESAH HATI INI TANPANYA!! MEMIKIRKAN DIA SELALU TENTANG DIA YANG MEMBERIKAN INDAHNYA CINTA” Nyanyi mereka semua.


“UNTUK KU MILIKI !!!”


“MENGGENGGAM INDAHNYA DUNIA! SAMPAI WAKTU MENGHENTIKAN SEMUA!!”


“HOOOOO OWOOOO”


“TUHANN SETIAP DETIK DEMI DETIK!! KU SELALU MERINDUKANNYA” Galaxy bersama Arga bernyanyi bersama.


“SELALU TENTANG DIRINYA!! SEMUA TENTANGNYAA!!” Galaxy bernyanyi dengan penuh perasaan dan nada tinggi.


“RESAH HATI INI TANPANYA!! MEMIKIRKAN DIA!! SELALU TENTANG DIA YANG MEMBERIKAN INDAHNYA CINTA UNTUK KU MILIKI” Abi menggantikan Galaxy bernyanyi.


“MENGGENGAM INDAHNYA DUNIA! SAMPAI WAKTU MENGHENTIKAN SEMUAAA”


Baru Arga ingin melanjutkan langsung di minta berhenti oleh Davian, Davian merasakan ada sesuatu yang salah di area dalam hutan lindung yang ada di mansion ini.


“Kenapa Dav?”


“Idih ko berhent” ujar Ucup.


“Kenapa Bos?”


“Kenapa bang?” Tanya mereka semua.


“Gue ngerasa ada yang gak beres” ujar Davian.


Galaxy mengerutkan keningnya, Gakaxy juga nerasakan ada sesuatu di dekat jalan masuk menuju hutan tersebut.


“Gak beres gimana maksud lo Dav?”


Mereka semua menunduk, seketika terdengar suara tembakan. Semua penjaga langsung berkumpul untuk melindungi tuan muda mereka juga teman-teman.


Mansion mereka di serang, untung saja mansion ini memiliki kaca anti peluru dan langsung terkunci rapat otomatis.


“GAL BAWA YANG LAIN MASUK KE DALAM!!” Perintah Davian.


“Jaga yang lain dari dalam! Jangan sampai daddy dan mommy panik!!” Perintah Davian lagi.


“Ini kenapa cok!!”


“Jangan gila lo Dav!! Kita gapapa kita bantu lo!!” Ujar Sam yang tak mau pergi.


“Shit!! Pergi anj” ujar Davian.


Davian tak bisa leluasa jika ada orang yang penting di dirinya ikut berada di sini. Galaxy memaksa teman-temannya untuk segera masuk.


“Semua udah aman?” Tanya Davian.


“Aman Prince”


Davian melirik sekilas ke arah mansion sebelum benar-benar masuk mengejar penyusup tersebut, terlihat wajah Kaila yang khawatir dan seperti berkata.


“Davian masuk! Mommy yang akan ke sana mencari penyusup!!” Mungkin seperti itu kalimat yang Kaila ucapkan.


Davian tak tersenyum dan tak merespon Kaila, dirinya bersama puluhan pengawal masuk ke dalam area hutan tersebut.


“Prince hati-hati” ucap salah satu pengawal.


“Kalian urus diri kalian sendiri, jangan mengurusi hidupku! Aku tau dan aku bisa jaga diri sendiri” ujar Davian.


“Baik prince”


Mereka mencari ke sana kemari seperti nya orang itu sudah kabur, walau hutannya luas tapi percayalah ini semua milik Kaila. Jika sudah begini mungkin para anak buah BBBD bakal mendapat siraman rohani oleh para petinggi terutama yang akan menceramahi mereka semua.


Walau bukan sepenuhnya salah mereka, tpai tetap saja penjagaan mansion kembali lemah entah ada penyusup atau bagaimana masih belum di ketahui.


Sekitar dua jam Davian dan yang lain berada di dalam hutan. Davian memutuskan untuk kembali ke mansion.


Baru saja melangkah masuk Kaila langsung memeluk sang anak. Kaila akan benar-benar membantai habis semuanya jika salah satu anaknya luka lagi.


“Dav gapapa” ujar Davian sambil tersenyum dan mengecup pipi sang mommy agar merasa tenang.


Inti Alderioz hanya diam saja, mereka terkejut tadinya namun setelah mengingat siapa pemilik rumah ini tentu bakal ada hal seperti ini terjadi. Bahkan orang tua mereka juga meletakkan para pengawal di rumah.


Karna mereka orang penting dan bakal jadi incaran siapa saja tentunya, lengah sedikit entah terluka atau nyawa mereka langsung yang menghilang.


“Maaf kalian harus berada di situasi seperti ini” ujar Arion kepada inti Alderioz.


“Tidak apa-apa om, kita paham ko” Arion mengangguk.


“Galaxy mana?” Tanya Davian.


“Ke kamar adik-adik kamu” Davian mengangguk.


“Bang” panggil Arion sambil mengode ke arah tangan Davian.


Yaps! Davian masih menggenggam pistol di tangannya.


“Sorry” Davian memberikan ke pengawal yang ada di dekatnya.


Mereka semua bersda di ruang keluarga dua yang mana untuk kunpul bersama, Entah bagaimana jika Davian tak menyadari jika ada penyusup bisa salah satu dari mereka akan terkena tembakkan tersebut.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


...JANGAN LUPA VOTE**!!...