
Varez baru di perbolehkan pulang jika sudah di pastikan benar-benar tidak apa, untungnya Varez cuman demam karna kelelahan. Entah apa yang di perbuat anak ini sampai kelelahan.
“Ala mau ke supermarket bentar ya boleh kan?”
“Sama abang” ujar Davian.
“Ala sendiri aja, abang tungguin Varez sama twins kalo abang ikut siapa yang jagain mereka? bang Gala aja masih di rumah kan?” Davian mau tak mau mengangguk.
Alana pergi ke supermarket sendirian, sekarang sudah pukul 20.57 wib. Menggunakan mobil menuju supermarket tak terlalu jauh cuman Alana memilih naik mobil saja.
Firasatnya seperti tidak enak, tapi dirinya harus ke supermarket membeli pembalut juga cemilan dan makanan walau pasti Galaxy akan membawa makanan dari rumah.
Setiba di supermarket Alana membeli beberapa cemilan tentunya hampir penuh satu keranjang kecil yang Alana dorong.
BRUKKK
“eh sorry maaf banget” ucap Alana ke laki-laki yang di tabraknya karnya tak memperhatikan sekitar .
“Hmm” Alana pergi dari situ karna memang sudah minta maaf dan yang di carinya tak ada di rak bagian situ.
Selesai berbelanja Alana memasukkan ke dalam bagasi belanjaannya itu. Alana merasa dirinya sedang di awasi.
“Sialan” gumamnya seraya terkekeh pelan.
“Keluar sendiri atau perlu gue yang datangin kalian” tanya Alana
Lima pria berbadan kekar keluar dari kegelapan mereka sedikit terkejut karna Alana dapat mendeteksi keberadaan mereka.
“Lima” ujar Alana santai.
“Mau apa hmm?” Tanya Alana.
“Kata bos tangkap dia terserah dengan cara apa aja kan? Asal tidak mati?” Mereka berbicara tanpa memperdulikan Alana.
Mereka tak tau saja walau Alana perempuan tapi bela dirinya setara dengan laki-laki ya walau perempuan satu ini mageran.
“Okeyy” salah satu pria berbadan besar tersenyum ***** ke arah Alana.
“Gue lagi buru-buru lo pada bisa gak jangan ganggu gue?” Tanya Alana santai.
Di dalam mobil Alana itu banyak terdapat senjata bahkan di bagasinya saat ini ada senjata AR makanya Alana sangat santai walau tak menggunakan salah satu senjata itu juga Alana bisa menghabisi mereka.
“Ikut sama om baik-baik apa cara kasar”
...BUGGGGG...
...BUGGGGG...
“Banyak bacot lo! Gue bilang gue ini lagi sibuk makin bertele-tele lo nya!!”
...BUGGGGG...
“akh!! Sialan lo!”
Untung saja cuman terkena lengannya bukan pipi nya bisa-bisa Kaila murka dan menghancurkan negara terutama kota ini kan berabe brader.
...BUGGGGG...
“Luka sialan!!” Ternyata belati yang tadi terlalu dalam membuat tubuh Alana merasa perih.
...BRUKKKKK...
“Anj” umpat Alana kala tenaganya mulai habis belum lagi pinggangnya sakit hari ketiga mens memang sangat sakit bukan?.
...BRUKKKKK...
...BUGGGGGG...
...BUGGGGGG...
“siapa lo!! Jangan ikut campur urusan kita!!”
“Ah sepertinya kalian tak sayang nyawa?” Ucap laki-laki itu.
...BUGGGG...
...DOOPPP...
...DOPPPP...
...DOPPPP...
...DOOPPP...
...SREKKKKKK...
Alana tersender lemas di tiang lampu untung ada yang menolong dirinya.
“Liat aja lo!! Dalang di balik ini semua bakal gue buat menderita!!” Batin Alana.
“Lo gapapa?” Alana mendongak.
Sedikit terpana kala melihat wajah pria itu, wajahnya sangat tak manusiawi walau ya para raja dan pangeran di rumahnya lebih ganteng Alana tak menyanggah kalau pria ini sama tampannya.
“Gapapa, makasih udah nolongin gue”
“Lo gak takut? Gue udah bunuh mereka?”
“Eh? Lo bunuh mereka?” Alana berpura-pura terkejut.
“Gila lo gak takut masuk penjara?”
“Gue gak mau masuk penjara tau!!!”
“Hidupin lagi berabe urusannya ntar!!” Laki-laki itu terkekeh entah perempuan di depannya ini takut beneran atau bohongan dirinya tak tau harus percaya yang mana.
...Ting...
...Bang Galak👿(chat)...
Dimana La?
Kata Davian ke Supermarket
kenapa lama banget?
abang susulin?
^^^Gak usah bang^^^
^^^ini mo pulang ^^^
^^^antri kasirnya^^^
Oke hati-hati,
Tair nangis nyariin kamu dari tadi
^^^bilangin tunggu bentaran^^^
Oke
^^^Read^^^
“Sekali lagi makasih ya” Alana berdiri dari duduknya.
Tenaganya sudah sedikit terisi kembali setelah istirahat beberapa saat.
“Ikut gue dulu! Gue obatin” ujar laki-laki itu seraya menarik pelan Alana ke arah supermarket tadi.
“Eh? Tap..”
“Sebentar doang luka lo kalo gak di obatin ntar infeksi”
“Anu itu mayatnya gapapa?”
“Biarin aja mereka gak mati beneran”
“Truss?”
“Kena bius” Alana sedikit terkejut.
“Seriusan? Itu berdarah”
“Berarti gue yang salah gunain pistol” Alana tak lagi bertanya kalau dirinya semakin bertanya nanti malah semakin lama berada di sini.
Laki-laki itu mengibati lengan Alana dengan telaten sesekali Alana meringis perih dan laki-laki itu minta maaf karna tak sengaja mengenai lukanya.
“Nama lo siapa?” Tanya laki-laki itu.
“Alana”
“Nama panjang lo?”
“Ko ribet ya? Lo ospek gue dari tadi nanya mulu” ketus Alana.
“Ck, judes banget lo”
“Trus?”
“Nama lo Alana, nama panjang lo?”
“Kalena Eugenia Alana” laki-laki itu mengangguk.
“Selesai”
“Makasih, gue cabut”
“Lo gak mau kenalan atau tau nama gue?”
“Gak”
“Yaudah”
“Ya, bye thx semoga kita gak ketemu lagi” Alana berjalan pergi menuju mobilnya. Sedangkan laki-laki itu hanya memperhatikan Alana dari tempat mereka tadi
“Cantik” puji laki-laki itu.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
...YUK TEBAKK YUKKKK...
... SIAPA TUCH LAKI-LAKI...
...ADA YANG BISA NEBAK GAK?...
DIA COWO
GANTENG
TINGGI
HOBI 11 12 KEK DAVIAN GALAXY
BUKAN ANAK MOTOR TAPI BANYAK YANG KENAL.
NACK ORKAY KEKNYA
POKOKNYA COWO**!