The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 92



...Gimana? Biasa ajaaa? ...


...Ya gimana mau gimana gimana gimana kalau gimana aja wkwkwk...


...Aku gak bisa double up untuk minggu-minggu ini karna sedang uas weee:) doain gais ip aku tinggi biar gak di coret dari kk wkwk, mengsedih mana temen-temen aku yang awalnya care kek iya nanti spill jawaban ko taunya kagak:) untung aku gak bodoh-bodoh amat aku ngerjain sebisa aku:)....


...Doain ya huhu takut banget kadang overthinking takut rendah:)...


...Malah curhat akunya maafkan:)...


...Aku gak tau mau curhat keluh kesah aku kemana:)...


...Kemarin aku ada curha di akun @Arcellaqueenzieg maaf banget ya malah curhat:) emang kondisinya lagi ya tidak baik-baik saja wk, kemarinnya lagi deng dan makasih kalian udah paham kondisi aku🙏...


...Jangan lupa follow ig anak-anak yaa!...



Alana menangis sedari tadi, bagaimana tidak Galaxy baru saja memberitahu kalau dirinya sehabis mengantar Alana ke sekolah akan langsung menuju bandara. Bahkan Varez saja sampai badmood dan tak menghiraukan ucapan Galaxy hanya diam saja sepanjang jalan.


“Jagain ade gue!” Perintah Galaxy ke Caca dan yang lainnya.


Galaxy masuk ke dalam bandara di kawal orang tentunya, Galaxy berulang kali mengirimkan pesna ke Alana dan Varez untuk tidak marah dengan dirinya karna tak memberitahu sebelumnya.


“Huft! Okey gue harus selesain ini semua dengan cepat!”


Banyak orang-orang terkagum dengan Galaxy bahkan ada yang mengenali kalau itu Galaxy putra dari Arion karna memang sedari lama identitas Davian dan Galaxy sudah di publikasikan.


“Galaxy ganteng banget!”


“Itu tuan muda Nelwash?”


“Ganteng iya cantik iya”


“Bismillah jodoh gue!!”


“Tentram hidup gue kalo punya pacar kek dia”


Bisikan-bisikan itu terdengar jelas di telinga Galaxy namun hanya dirinya acuhkan saja toh tak penting juga.


...🌑🌑🌑...


“Muka lo kenapa si Rez!” Tanya Aiden dan Ray yang sedari tadi ingin menanyakan ke Varez cuman terhalang pelajaran.


“Bisa diem gak lo pada?” Keduanya saling pandang lalu menghela nafasnya.


“Kantin yok laper!!” Ujar Aiden,


Varez di seret ikut oleh keduanya dan Varez pasrah saja mengikuti karna memang dirinya juga lapar tadi pagi sudah sarapan tapi yang namanya Varez walu badan hit berbentuk abs tetap saja makannya banyak.


“Tinggal jalan doang males banget lo!!” Ujar Aiden berceramah.


“Bacot lo pada! Tapi ngajak gue!!”


“Lo kan kek cewe ambekan kalo gak di ajak!!”


“Tau lo!” Rey ikut-ikutan berucap.


“Y!”


“Tuh tuh kan!!” Ujar Rey,


“Sebenarnya lo cewe kan?” Tanya Aiden.


“Gue congkel mata lo trus gue remukin depan kepala lo mau gak!!” Ucap Varez ngegas


Mereka berada di kantin, mood Varez benar-benar down dirinya overthinking takut kedua abangnya kenapa-kenapa dan juga dirinya tau penyerangan akan di lakukan jika perusahaan sudah berjalan dengan normal.


Varez tak bisa tenang belum lagi anak buahnya yang memang selalu bisa di andalkan untuk mengawasi abang-abangnya jika sedang sekolah tak memberikan kabar pergerakan sedari dirinya pulang.


Hanya berkata kalau semua berjalan seperti biasa seperti saat dirinya ada, padahal anak buah yang di percaya Varez sudah di ancam oleh Davian setelah Varez dan Galaxy masuk ke dalam pesawat.


Mau tak mau mereka mengikuti perintah Davian demi keselamatan mereka, walau Varez juga bisa membunuh mereka saat itu juga kalau tau mereka berkhianat namun untuk sekarang mereka mengikuti perintah Davian.


“Oh iya! Ade gue ulang tahun besok lo berdua harus datang!’ Ujar Rey.


“Emang lo punya ade?”


“Punya baru empat tahun” jelas Rey,


“Ko lo baru ngasih tau kita?” Tanya Aiden,


“Ade gue kan sering ikut keluar negeri sama bonyok jadi gue lupa”


“Siapa namanya?” Tanya Varez.


“Rayyana Afilion” Varez dan Aiden mengangguk.


“Datang ya!!” ucap Rey lagi,


“Serba salah hidup gue! Diem salah banyak omong salah!”


“Mending lo pesen makan” ucap Varez yang langsung membuat Rey mencibikkan bibirnya kesal.


Rey pun memesan makanan untuk mereka, Varez hanya diam saja membuat Aiden bertanya-tanya sebenanrya ada apa. Niat ingin bertanya dirinya urungkan kala terus menerus mendengar helaan nafas Varez.


...🌑🌑🌑...


Alana sedang malas ikut jam pelajaran olahraga jadi dirinya berada di uks saat ini sendirian. Padahal kedua temannya dan juga inti Alderioz mencari-cari Alana.


“Lo kenapa?” Tanya Harsa,


Entah sejak kapan Harsa berada di kursi samping ranjang uks yang Alana rebahi, langkah kaki pun Alana tak dengar saat Harsa masuk. Harsa? Orang ini mencurigakan menurut Alana.


“Lo ngapain di sini?” Ketus Alana,


“Gue dari tadi di situ” Harsa menunjuk kasur di belakangnya.


“Pantas langkah kakinya gak kedengaran” batin Alana.


“Lo kenapa?” Tanya Harsa lagi,


“Jangan ajak gue ngomong!” Alana menjawab dengan nada kesal,


“Huft! Kenapa lo selalu marah kalo gue ada di dekat lo? Atau ajak lo ngomong?” Alana terdiam benar yang di katakan Harsa dirinya selalu judes dan ketus jika di dekat orang lain apalagi pria kecuali teman abang-abangnya dan teman sekelasnya.


“Waspada itu harus kata abang Dav!” Harsa mengangguk,


Sekarang dirinya tau kalau penyebab Alana selalu cuek, judes, muka datar, bertatapan dengan orang lain akan menatap balik dengan tatapan ingin membunuh penyebabnya adalah dua abangnya.


“Tapi gue gak ada niat jahat sama lo” Alana diam saja terus fokus dengan ponselnya.


“Gak sopan orang ngomong di diemin” ucap Harsa lagi,


“Gue gak ada nyuruh lo ngomong padahal” Harsa diam setelah mendengarkan jawaban Alana.


“Kita boleh temenan?” Entah kalimat dari mana itu yang pasti Harsa berucap secara prontal.


“Lo bisa keluar gak? Atau gak gue yang keluar dari sini” Harsa mengerutkan keningnya.


“Gue lagi butuh ketenangan! Tapi lo banyak omong dari tadi bikin otak gue mau pecah!!” Emosi Alana sedang tak terkontrol mengingat misi kedua abangnya yang sangat berbahaya,


Sedari tadi Alana melihat ponselnya yang mana menanpilkan foto mereka sekeluarga ada orang tuabya abang dan adik-adiknya di dalam foto tersebut, Alana benar-benar takut kalau mimpi nya kemarin malam terjadi.


“Plis! Gue mau lo keluar” dengan suara kecil Alana berucap namun tetap dapat Harsa dengar.


...BRAKKKK...


“Ketemu!” Ujar Abi setelah membuka pintu uks dengan kita santai dan juga membuka tirai-tirai yang memberikan jarak setiap sisi tempat tidur.


“Ala! Lo kita cariin juga ternyata di sini” ujar Dara.


“Lo skit Al?” Tanya Clarita


“Mau ke RS?” Tanya Ucup


“Gue gapapa, gue mau pulang” ujar Alana,


“Gue anter” ucap Sam,


“Gue bawa mobil” ucap Alana,


“Lo kan di anter Galaxy tadi” ujar Bale, Alana terdiam.


“Sa anterin gue balik!” Harsa langsung mendapatka tatapan tanda tanya dan tatapan tajam dari orang-orang yang ada di situ.


Alana tak bisa menunjukkan kesedihannya di hadapan teman-temannya karna bisa saja mereka memberitahukan kedua abangnya dan membuat mereka kepikiran.


“Sama gue aja!” Ujar Sam,


“Iya Al, sama Sam atau gak sama gue” ujar Arga.


“Gue sama Harsa aja, lo pada harus latihan kan bentar lagi ada lomba” benar ucapan Alana mereka harus latihan karna akan ada pertandingan antar sekolah nanti.


“Atau sama gue!” Ucap Dara,


“Udah dia sama gue!” Ujar Harsa.


Alana memeluk Dara sambil berbisik.


“Gue pulang ke apart nanti, lo pada ke situ aja” ucap Alana yang langsung di angguki.


“Varez biar gue yang jemput nanti” mereka mengangguk saja.


“Ala minta jangan lapor ke abang, karna mereka bisa kepikiran” bisik Alana ke Sam dan Arga bersamaan karna Alana berdiri di belakang mereka berdua dan di belakang mereka.


...đź–¤ JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN đź–¤...