
...WELCOME BESTIEEE🖤...
...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...
...YUKKK FOLLOW YUKKK...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...
...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...
...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........
...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........
...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...
...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...
...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...
“Dia? Cewek lo?”
“Dia adek gue” Davian yang tadinya berdiri di samping Vio menjadi berjongkok sambil mengelus batu nisan Alula.
“Lo mau lihat waktu dia masih ada?”
“Boleh”
Davian mengambil ponselnya lalu membuka galery terlihat di room khusus ada nama Alula di sana,
“Cantik banget, tapi sorry gue kepo soalnya ko dia bisa?”
“Panjang, yang jelas ini pilihan dia dan dia bahagia”
Vio tak tau harus bagaiamana dirinya bingung, terlebih lagi cowok di sampingnya ini adalah cowok yang dirinya tak suka.
“Lo udah makan?” Tanya Davian, setrlah nyekar.
“Udah!!”
“Yaudah, lo temenin gue makan”
“Makan sendiri gak bisa?”
“Gue mau makan sama lo”
“Dih?”
Vio lagi dan lagi tak bisa apa-apa karna Davian benar-benar membuatnya terlena atau seperti tersihir oleh ucapan Davian, alhasil Vio menemani Davian makan.
Tiba di restoran, Davian memesan makanan cukup banyak sengaja agar nanti Vio ikut makan walau katanya sudah kenyang.
“Lo? Kenapa gak mau dengan pertunangan ini?” Tanya Davian,
Tapi Vio tak mendengarkan karna fokus dengan ponselnya, sesekali Vio tersenyum ke arah ponselnya dan berdumel pelan. Davian tak suka dengan Vio yang saat ini fokus dengan ponselnya.
“DAVIAN!!” Kesal Vio karna ponselnya di rebut paksa.
“Lo apaan dah!! Balikin!!!”
“Kalo lagi sama gue jangan fokus ke ponsel!!”
“Lo siapa ngatur-ngatur gue!!” Kesal Vio,
“Balikin ponsel gue Davian!!!!”
“Selviona!!” Panggil Davian lembut namun penuh penekanan membuat Vio agak takut.
“Gue tau lo gak suka gue!! Tapi bisa gak? Waktu lo sama gue fokus lo ke gue aja?”
Davian menatap mata Vio, sakit itu yang saat ini Davian rasakan, dia mengajak Vio ke makam bukan untuk mencari simpati atau membuat Vio kasihan dnegan dirinya tetapi agar Vio tau dia Alula adek perempuan Davian.
Seharian ini Davian menahan diri karna fokus Vio cuman ke ponsel saat Davian tanya Vio hanya hah hoh membuat Davian harus mengulangi pertanyaannya, padahal dirinya paling anti mengulang pertnayaan atau banyk bicara dengan orang lain.
“Gue mencoba dekat dengan lo biar bisa ubah pandangan lo sedikit aja buat gue!! Toai nyatanya gak berubah ya! Haha fine makasih”
Davian belum saja menyelesaikan makanannya bahakn makanan itu belum ada di atas meja, Davian pergi menuju kasir untuk membayar lalu pergi dari restoran itu membuat Vio merasa tak enak.
“Gue terlalu kasar gak si? Tapi bodo amat deh emang bener kan?” Gumam Vio.
Vio merasa tak enak namun dia menepis rasa itu tak peduli kalau Davian sakit hati dnegan ucapannya karna memang Davian bukan siapa-siapa dirinya sedari awal juga begitu.
“Bagiin aja ke yang membutuhkan” ucap Vio lalu pergi dari restoran,
...🌑🌑🌑...
“Wow kenapa lo?” Tanya Galaxy kala melihat abangnya itu tengah berlati menembak.
“What? (Apa?)” tanya Davian karna tadi tak mendengar.
“Lo kenapa?”
“Gue fine”
“Ohh, cabut kuy markas” ajak Galaxy.
“Alana mana?”
“Di rumah Harsa”
“Sama siapa?”
“Varez Raka”
“Lo pergi aja gue gak”
“Oke” Galaxy tak ingin ribut dengan Davian akrna memang sedang malas saja jika dirinya ingin sudah dia tanya sampe berbusa mulut Galaxy menanyai Davian.
“Mau kemana?” Tanya Alastair,
“Nongki”
“Ikut!!”
“Ikutttttt!!” Teriak Alistier juga,
“Yaudah ayo” ajak Galaxy,
Tak ada Davian twins pun jadi kata Galaxy, ketiganya pun pergi ke garasi mobil terlihat berjejer sepuluh lebih mobil mewah dan mahal di dalam garasi tersebut belum lagi motor sport beberapa berjejer.
“Bawa duit gak?” Tanya Galaxy saat hendak pergi,
“Bawa!!” Alistier memeprlihatkan jam tangan yang memang bisa membayar cash apapun yang mereka beli tinggal scane.
Mereka pergi ke salah satu caffe yang mana inti Alderioz sudah ada di sana, Ucup dari jauh sudah menepuk dahinya kala melihat Galaxy datang dengan dua bocil luknut ini berada.
“Ngapa bawa bocil si Gal?” Tanya Ucup,
“Davian gak ikut?” Tanya Bale,
“Kagak moodnya lagi gak baik”
“Kenapa bisa?”
“Mana gue tau”
“Bang Ucup jelek!!” Ujar Alistier,
“Sembarangan!!”
“Ambil indoor aja, banyak asap di luar” ujar Galaxy,
Akhirnya mereka pun pindah ke dalam ruangan, mau tak mau si sebenarnya pindah karna ada bocil benar kata Galaxy di luar ruangan banyak yang ngevape atau ngerokok Galaxy tak mau kena marah Kaila kalau twins bau rokok semua.
“Mau ice cream!! Sama tiramitsu!!” Ujar Alistier,
“Udah bisa bilang R lo cil?” Tanya Ucup,
“Dari lama aja udah bisa dia mah cuman caper aja sok gak bisa” ujar Galaxy
“Caper itu apa?” Tanya Alastair,
“Ya Alla fix kena siraman rohani ni gue ntar” gumam Galaxy,
“Caper itu cari perhatian” ujar Bale,
“Siapa yang cari perhatian?” Tanya Alastair,
“Gak ada, Tair mau minum apa?” Abi mencoba mengalihkan pembicaraan agar bocil satu ini tak fokus mencari tau arti caper.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...