The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 232



...WELCOME BESTIEEE🖤...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!!...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...



Dahi Muthia berdarah akibat gelas kaca itu, beberapa orang kaget namun tak bisa berbuat apa-apa di satu sisi memang Muthia yang salah menampar wajah Alana duluan.


...BRAKKK...


Alana seperti hilang kendali tubuhnya langsung menendang Muthia yang terduduk syok akibat kepalanya terkena benturan.


“Mas pisahin mas!!”


“Kasian mbaknya yang di bawah!!”


“Tapi salah tu cewek juga main mukul orang!!”


Muthia melawan namun tetap kalah tenaganya dari Alana, Harsa mencoba menenangkan Alana namun tak bisa bahkan saat ini Alana menjambak Muthia.


“Sayang!! Heyy sayangg!!”


“Udah yuk kita pulang ya!!”


“Lo diem!! Ini semua karna lo!!!” Harsa kaget suara Alana berat dan matanya merah sangat merah.


Kalau mengingat merah sama seperti mata Kaila namun Kaila merah dan bisa berdarah di mata kirinya sedangkan Alana merah nyalang di kedua matanya. Alana melepaskan jambakannya lalu menunjuk-nunjuk Harsa.


...BRAKKK...


“Alana!!” Davian datang dengan terhengal-hengal.


“Bawa dia kerumah sakit sebelum terlambat!!!” Perintah Davian ke anak buahnya untuk membawa Muthia ke rumah sakit.


Davian memeluk Alana posesif bahkan Harsa ingin memisahkan namun tatapan dingin Davian ke Harsa membuat Harsa mengurungkan niat dan menikmati rasa cemburu itu sendiri. Masih sempat Harsa cemburu di masa genting seperti ini ternyata.


“why! why stop when he's going to die (kenapa! Kenapa menghalangi padahal dia bakalan mati)” ucap Alana namun hanya Davian saja yang mendengarkan karna memang Alana berbicara sangat pelan dan lagi di aamping telinga Davian.


“you can kill him!! but this is not the place!! You can't just kill him but everyone in this cafe. you get what i mean!! (kamu boleh membunuhnya!! tapi ini bukan tempatnya!! kamu tak mungkin hanya membunuh dia saja tapi semua orang yang ada di caffe ini. kamu paham maksud ku!!)”


“Ini bukan candaan bang!!! dia menampar ku berulang kali, aku marah dan aku sangat ingin mengoleksi kulit tangnnya yang menampar wajahku!!”


“Gue bawa dia pulang! Besok lo boleh ketemu dia”


“Tapi Dav?”


“Ucapanku mutlak jika menyangkut saudraku! Selagi lo belum sah dengan Alana!! Lo gak berhak ngatur atau menolak perintah gue!!” Ucap Davian dingin sangat dingin.


Orang-orang di tempat itu sudah tak dapat melihat apa yang terjdi saat Davian datang karna langsung di tutup kain hitam di sekitar mereka setelah Davian memerintahkan anak buahnya membawa Muthia ke rumah sakit.


Andai bukan perintah Davian membawa Muthia ke rumah sakit semua anak buah itu tak sudi membantu karna Muthia sudah mencelakai Alana mereka sangat ingin membuat Muthi menderita.


“Fine!! Tolong kabari gue kalo ada apa-apa”


Davian gak mengangguk dan tak juga menyahut dirinya langsung pergi begitu saja sambil menggendong Alana ala bridal style karna Alana sehabis berucap tentang Muthia menamparnya setelah itu Alana tertidur mau heran tapi ini Alana. Tenaganya sangat terkuras habis, dari tadi malam kurang istirahat dan kurang tidur.


Bagaimana Davian bisa ada di caffe? Kalian sudah tau kan? Dimanapun Alana kecuali di rumah dan dalam kelas dirinya selalu di pantau cctv walau begitu mereka merekam kegiatan Alana dengan batasan dan dengan ijin Alana.


Saat Muthia dalam perjalanan datang ke caffe Varez sudah menghubungi abang-abangnya yang salah satu dekat dari tempat Alana, dan Davian yang paling dekat karna Gaalxy sedang berada di Bali saat ini untuk urusan bisnis padahal dia masih sekolah tadi.


Davian buru-buru ke caffe dan benar saja saat tiba di lokasi, Muthia sudah hampir meninggal karna susah bernafas akibat tendangan Alana di perut dan dadanya.


“Tangan nona muda terluka” ucap Arlan saat melihat darah bercucuran dari telapak tangan Alana.


“Holysh?t” Davian mengumpat kasar,


“Ko bisa!!” Tanya Davian lagi buru-buru Arlan mengecek cctv.


“Ceroboh sekali tuan putri kita ini” ucap Davian sambil memijit pelipisnya.


Alana tidur di pangkuan Davian dengan nyaman tak merasa terganggu seperti putri tidur sesungguhnya. Davian meminta Arlan memanggil dokter ke rumah agar Alana langsung di tangani jika tiba.


“Perusahaan Kenan menarik investasinya di perusahaan Gunadarma” Arlan memberitahukan berita terkini.


“Sepertinya uncle El dan Al tau tentang hal ini”


“Di grub para petinggi BBBD katanya keluarga Kenan bakal berangkat ke sini besok pagi”


“Lo tau apa yang harus lo lakuin tanpa harus gue perintah dulu kan?”


“Tau tuan muda”


“Cari apotik terdekat! Kita obati dulu takut infeksi”


Alana meringis dalam tidurnya karna perih saat di bersihkan, Alana itu bagaikan malaikat yang penuh belas kasih jika memang tak ada yang menganggunya namun sebaliknya jika ada yang menganggunya maka dia bakal berubah menjadi malaikat maut atau perantara Tuhan untuk emmbantu hambanya pulang ke liang lahat dengan cepat.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...