The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 88



...HALLOWđź’ś...


...Gimana-gimana double up nya?? Masih mauu?...


...Kalau mau double up banyakin komen dan likenya yawwđź’ś...


...Bingung nih pembukaannya gimana wkwkwk...


...Kalian udah pada makan?...


...Mau tau dong aku yang baca ini umurnya pada berapa? Huhu maaf kepo dan juga kalian dari kota mana? Siapa tau kan kita satu kota bisa meet anjai meet hehehehehhe....


...Sekarang dah pada maem belom?...


...Authornya banyak bacot kannn yodah maaf mari lanjut ke part berikutnyaaaaaa. Selamat membacaa....


...Oh iyaa!! ...


...Jangan lupa follow ig kita ya đź’ś...


...Sekian terima kasih🙏...



Sam sudah berada di depan rumah Alana pagi-pagi buta dan saat Sam datang Alana masih tertidur karna kecapean, bahkan Alana tertidur setelah sholah isya sampai pagi ini.


“Bang Sam nunggu lama ya! Maaf banget Ala kecapean” Sam hanya diam saja,


“Nona sarapan dulu” Alana dilema di satu sisi dirinya lapar di sisi lain jam sudah menunjukkan pukul tujuh, Alana menatap Samuel.


“Sarapan dulu” Alana tersenyum.


“Boleh?” Sam mengangguk.


“Yaudah abang ikut makan juga!” Alana menarik lengan Sam menuju ke meja makan.


“Gue ud..”


“Temenin Ala makan ya, biasanya ada mommy daddy, abang dan yang lain! Kalau Ala makan sendiri di meja seluas ini, Ala jadi kangen mommy” Alana menunduk dirinya rindu suasana ribut di pagi hari.


“Jangan nangis Ala nanti Davian ngamuk” dan benar saja entah kenapa tiba-tiba ponsel Sam bergetar.


...Galasu (calling)...


“Hallo! Lo yang jemput ade gue ya?”


“Lo dimana? Dah jam 7 nih, jangan


nyimpang ya lo awas aja!”


“Woy Sam!”


“Budeg lu?”


“Samuel!! Adek gue mana!!”


^^^“Apa! Orang lagi makan juga!!”^^^


“Eh princess, lagi makan ya?”


“Aduhh kangen pengen banting princes”


^^^“Hmmm”^^^


^^^“Abang udah makan?”^^^


“Udah, ini lagi mo tidur”


^^^“Minggu depan Varez balik kan?”^^^


“Iya nanti abang paketin cod ya”


^^^“Serius!”^^^


“Iya manis”


“Dah kamu makan sana trus berangkat”


^^^“Iyaa”^^^


“Sam awas ya ade gue sampe


kenapa-kenapa! Gue kirim rudal lima


ke rumah lo!!”


^^^“Bacot”^^^


...Panggilan berakhir....


Sam menjemput Alana menggunakan mobil, awalnya Alana ingin menggunakan mobil sendiri tetapi ternyata mobilnya sedang di servis semua kecuali mobil keluarga.


Setiba di sekolah hujan deras karna memang cuaca sudah mendung sedari tadi pagi.


“Gimana keluarnya?” Gumam Alana yang melihat hujan deras di luar.


Sam mengirimkan pesan ke teman-temannya untuk membawakan payung namun tak ada balasan karna saat ini jam pelajaran sedang di mulai.


“Lo gak bawa jaket?”


Alana tersentak kaget dan langsung menunduk takut jelas sekali kilatan petir di langit.


“Ala mau mommy” ucapnya pelan kakinya di naikkan di atas kursi untuk di peluknya.


Sam juga sempat kaget namun seketika menetralkan karna ada Alana kan malu, Sam melirik ke Alana yang makin lama terdengar suara isakan tangis.


“Are u okay?” Tak ada jawaban dari Alana membuat Sam bingung.


“Sorry” ucap Sam lalu mengelus lembut kepala Alana.


“Jangan nangis, kan ada gue dan yang lain. Bilang aja kalo ada apa-apa atau mau ke mana pasti kita temenin ko” percayalah Sam berbicara panjang lebar seperti ini hanya ke Alana seorang.


“Heyy udah dong” Alana mengangguk saja.


...Tok tok tok...


...Tok tok tok...


“Woy cepet!!” Ujar Abi di luar ngegas karna basah kehujanan.


“Jangan nangis ntar beli boba deh baliknya”


“Di bayarin?”


“Iya gue bayarin”


“Beli banyak ya? Biar Ala gak keluar rumah nanti kalo mau lagi?” Sam menganguk.


Alana sangat lucu menurut Sam, wajahnya yang putih dan hidung juga matanya yang merah sehabis menangis belum lagi saat Alana berbicara persis seperti anak kecil.


“Woy!!” Abi sudah sangat kedinginan di luar, dua orang di dalam malah tak merespon.


...🌑🌑🌑...


Perbedaan waktu di Indonesia dan Paris beberapa jam kalau saat ini pagi di Indonesia kalau di Paris masih tengah malam. Dan sekarang di Indonesia sedang Pukul 19.05 wib dan Paris 13.04 siang.


“Gila cape banget!” Ujar Galaxy saat masuk ke dalam mobil.


“Minum dulu” Varez botol berisikan air lemon agar Galaxy merasa segar.


“Thanks” Varez sedari tadi menunggu kedua abangnya yang sibuk pembukaan dan konprensi pers sedangkan Varez berjalan-jalan di dekat gedung tersebut sekaligus mengecek apakah ada yang janggal atau ada yang kurang.


Davian berjalan ke arah mobil di kawal dengan puluhan pengawal juga tertutup payung, Galaxy juga tadi seperti itu hanya saja dirinya mempercepat langkah karna entah dari mana tiba-tiba banyak fans atau followers ig nya yang ikut hadir di acara itu.


“Tadi Alana sempet nelpon” ucap Galaxy saat Davian sudah masuk ke dalam mobil.


“Apa katanya?”


“Nanya kapan balik trus bilang kalo dia di jemput Sam trus mereka kehujanan di mobil dan Sam pinjamin jaket ke dia” Davian mengangguk.


“Ke restoran” perintah Davian.


Mereka akan makan bersama para ketua di beberapa staff yang menjabat sebagai ketua divisi. Mereka menikmati masa-masa seperti ini bukan mengeluh mereka malah bersyukur bisa mendirikan perusahaan walau di bantu orang tua mereka.


“Minggu depan lo balik ke Indo sama gue” ucap Galaxy ke Varez.


“Hmmm” Varez sedari tadi sangat cuek dingin bahkan berbicara seadanya saja tak ada kejahilan yang di lancarkannya saat ini karna Varez sedang overthinking dengan yang di ucapkan Aiden itu.


Davian dan Galaxy sedari awal sudah menyadari sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Varez namun mereka masih menunggu Varez sendiri yang berkata jujur ke mereka tanpa di paksa.


“Tuan sepertinya mobil kita sedari keluar parkiran di ikuti” ucap bodyguard yang ada di dalam mobil itu juga.


“Tetap dalam formasi dan terus saja ketempat tujuan” ucap Davian.


“Tapi tuan?”


“Ikuti saja”


“Baik tuan”


Galaxy memilih untuk tiduran saja walau keadaan dalam mode waspada yang pasti dirinya sudah sangat lelah ini baru hari pertama belum hari-hari yang akan datang.


...BRUKKKK...


...BRAKKKK...


...BRAKKKK...


mobil bodyguard yang mengawal salah satunya terbarik akibat melindungi mobil Davian dan kedua adiknya, Davian masih cuek saja karna orang yang mengikuti mereka tak bakal bisa menembus formasi yang mana sudah di susun Davian.


Setelah beberapa kali mobil yang mengikuti itu tak bisa menembus formasi mereka pun langsung menghentikan dan memilih pergi entah kemana yang pasti mereka mungkin merubah rencana pengejaran yang baru.


“Gal bangun” Galaxy dengan wajah ngantuknya turun dari mobil.


Tiga pangeran kesayangan Kaila berjalan masuk ke dalam restoran yang sudah di pesan oleh mereka, walau banyak pengunjung padahal semua pengunjung itu adalah anak buah mereka bertiga untuk mencegah terjadinya penyusup atau pembunuh bayaran masuk ke dalam.


“Argh!! Kangen Alana” teriak Galaxy padahal baru saja ingin masuk ke dalam ruangan VVIP Galaxy malah berteriak begitu membuat semua bodyguard yang ada kaget dan langsung berdiri serempak.


“Ada apa Tuan muda” salah satu bodyguard kepercayaan mereka bertanya.


“Diem lo! Gue jahit ntar mulut lo!” Bodyguard itu menunduk takut Galaxy sepertinya sedang haid makanya sensi.


“Sorry” ujar Galaxy lagi setelah menyadari dirinya melampiaskan emosi nya ke anak buahnya.


...đź–¤ JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN đź–¤...