
...Selamatt pagi? Siang ? Sore? Malam?...
...Kalian bacanya jamber? Absen absenn!!...
...Karna kadang aku liat ada yang jam 2an dah baca sesuai update nya! Ayo jujur kalian pada tidur atau enggak? Kalo jam 3an untuk yang muslim pasti sholat subuh aku tau kalo non muslim? Kalian begadang?...
...Jangan terlalu begadang yaa! Gak baik bisa liver tauu penyakit Hati organ organ bukan hati putus cinta!...
...Btw!...
...Jangan lupa like komen dan follow ig ya!...
...Tau kan ig nya apa?...
...Cape opening tapi harus pake opening biar kita makin akrab, awalnya openingnya ini di bagian penutup tetapiii karna aku tau kalian pasti langsung skip gak bakal baca jadi aku ketik di awalan aja ya jadilah opening bukan penutupan....
...Banyak bacot kan? Dah lah langsung aja!!...
Harsa terus menerus menggengam tangan Alana bahkan sampai badan mereka berdempetan, saat Alana hendak buka suara Harsa langsung memintanya diam dengan bahasa isyarat.
Harsa curiga salah satu orang di sini pasti ada pengkhianat yang menargetkan Alana atau dirinya. Caca sedari tadi memperhatikan sekitar.
“Lo ikut gue!!” Ajak Harsa.
“Mau kemana!”
“Diem aja! Gue hitubg sampe tiga lo harus lari sama gue percaya sama gue!!” Alana merasa kalau Harsa juga curiga dengan apa ya g terjadi.
“Tiga!!” Harsa menggengam tangan Alana keduanya berlari bersamaan.
“Nona muda!!”
“Sialan!” Ucap orang itu lalu memberikan isyarat ke anggotanya untuk mengejar Alana dan Harsa.
Bodyguard Alana menyusul di belakang sambil mengawal Alana.
DOOR
“Jangan lihat ke belakang!” Perintah Harsa.
“Tapi? Caca dibelakang!”
“Dia pengkhianat” Alana langsung menghentikan langkahnya.
“Lo salah!! Caca gakmu gkin berkhianat!!”
“Percaya sama gue!!”
“Gak! Lo gak tau apa-apa!!”
...DOORR...
“Ck!! Alana sekali aja lo harus percaya sama gue!” Harsa mencoba membujuk Alana,
Banyak krang berhamburan karna mendengar suara tembakan, Alana ingin percaya dengan Harsa tetapi mengingat kalau Caca adalah ornag kepercayaan kakeknya tak mungkin berkhianat.
“Pusing!!!” Ujar Alana,
“Caca kembar!!” Alana baru mengingat itu tetapi kembarannya sudah lama mati.
BRUKKK
Badan Alana di tubruk hingga keduanya sama-sama terlempar ke kanan, Harsa langsung bersembunyi sedangkan Nio langsung membalas tembakkan orang yang sudah mengarahkan pistol ke Alana.
“Varez!!” Kaget Alana,
“Ka Ala gapapa?” Varez berlari saat melihat Caca mengarahkan pistol tepat tak jauh dari Alana,
Tanpa pikir panjang Varez langsung menabrak dan memeluk Alana agar tak terkena benturan lantai, Alana terlalu baik dan tidak waspada jika sudah percaya dengan seseorang.
“Harsa!!” Alana baru inga ada Harsa, Harsa mengangguk yang tandanya dirinya tak apa-apa.
“Bawa mereka!” Perintah Nio ke anak buah yang dirinya bawa.
Semua bodyguard Alana entah kawan atau lawan semua di bawa ke markas BBBD, untung Varez dan Nio sempat kalau tidak mungkin Alana bakal masuk rumah sakit untuk kesekian kalinya.
“Caca!” Panggil Alana kala Nio memborgol Caca
“Ini bohong kan? Kamu kan harus jaga aku!!” Ujar Alana,
“Dia bukan Caca! Caca di rumah sakit!!” Jelas Varez,
Caca yang asli di temukan pingsan tak jauh dari gerbang utama, dan yang ada saat ini adalah Cece kembaran sekaligus kakak Caca yang dulu di kira sudah meninggal.
“Gue bakal bunuh lo!” Ujar Cece sambil tersenyum,
Alana? Marah? Tentu saja. Tatapan Alana yang tadinya sedih kini berganti tajam, Alana berdiri dan dengan gesit mengambil pistol di tangan Harsa.
...BUGGGG...
Alana menendang wajah Cece hingga badannya terhuyung, ingat note dari Alana?
“Gue bisa jadi malaikat penolong lo! Dan juga bisa jadi malaikat maut buat lo! Tergantung sikap lo saat bersama gue!” Gumam Alana,
Alana menyeringai suasana menjadi tegang dan horor. Cukup sudah Alana seperti boneka di depan orang-orang, Varez memperhatikan saja apa yang akan di lajukan Alana sednagkan Nio dan yang lain sudah resah takut kalau terjadi apa-apa dengan Alana.
“Lo? Mau bunuh gue?” Tanya Alana sambil mengelus pipi Cece menggunakan pistol.
“Ututut harapan lo tinggi juga!”
...BUGGG...
...BRAKKK...
“Akh!!”
Alana membenturkan wajah Cece ke pahanya, Cece tak bisa melawan karna tangannya di borgol belum lagi kaki nya yang tertembak tadi.
“Varez” panggil Alana dengan nada manis semanis janji mantan, Varez merinding jika Alana sudah bersikap manis namun dirinya harus tetap profesional harus terlihat cool.
“Hmmm?”
“ katanya dia mau di bunuh” ujar Alana,
“Itu sih kata ka Ala!!” Batin Varez,
“Lakukan sesuai keinginan mu princes” Varez berucap sambil tersenyum dan mengangguk kecil yang mana membuat Alana menyeringai.
“One” Alana merobek perut Cece entah belati dari mana Alana dapat.
Lokasi ini sudah di tutup dan di kawal banyak orang, bahkan temapt mereka berdiri saat ini di tutupi kain hitam yang melingkari mereka. Di lantai atas juga para pengawal berjaga agar tak ada yang melihat apa yang terjadi di bawah.
“Two” Alana menancapkan belati di pinggang Cece lalu menekannya kuat dan memutari Cece sambil menarik belati itu sesuai putaran.
Cece berlutut lemas, namun Alana belum puas jika hanya dengan itu. Harsa bukan takut atau apa dirinya terpesona melihat Alana, Alana perempuan seribu tanda tanya tak ada yang bisa mengetahui isi pikirannya.
“Three”
Membuka mulut Cece lalu menancapkan belati itu ke lidah nya hingga tembus di bawah dagu. Alana sama bahayanya seperti kedua abang bahkan kedua orang tuanya bedanya hanya saja Alana tak terlalu suka kebisingan saat mengeksekusi korbannya.
“Four”
Pistol yang sedari tadi Alana pegang di masukkan ke dalam pinggang Cece yang bolong tak lama terdengar suara.
...DEEEP...
Yang mana pelurus dari pistol itu keluar, hari itu penyerangan dan hari itu juga kekalahan di terima Cece. Alana berjalan ke arah Harsa sambil mengelap pistol itu dengan salu tangan kesayangannya.
“Sorry” ucap Alana sambil memberikan pistol itu.
“Eh?ah sama-sama”
“Lo bisa balik,sekali lagi maaf dan makasih” Alana berjalan lebih dulu lalu di ikhti Varezy tetapi sebelum itu Harsa danVarez saling tatap seperti permusuhan.
“Siapa?” Tanya Varez,
“Temen”
“Alderioz mana? Kenapa malah ke sini?” Tanya Varez
”gantengg jangan banyak omong ya lagi gak mood nih” Varez menghela nafasnya.
”hapus jejak cctv! Berita di take down jangan sampai keluarga besar tau!” Nio mengangguk.
Jika Varez sudah berkata demikian para orangtua bahkan uncle nya sekaligus tak akan dapat memulihkan rekaman yang sudah Varez hapus, karna si jenius ini sangat pintar membuat sandi.
Kelemahan Varez hanya ketika Mommy atau Alana meminta sesuatu atau berkata-kata, jika dengan Davian? Ah bisa di bilang kelemahan juga si.
“Gapapa identitas kita ketahuan?” Tanya Varez ke Alana,
“Tak perlu di sembunyikan lagi sebenarnya” Varez paham maksud dari perkataan Alana dengan kata lain menyuruhnya untuk percaya ke Harsa.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...