The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 224



...WELCOME !!...


...JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM DI BAWAH INI BESTIEEE !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN ...


...@THEYCALLME.QUEEN ...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA ...


...@THEYCALLME.VIORA ...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA FAVORITKAN DAN LIKE KOMEN JUGA YA!! SEMOGA KALIAN BETAH DAN SUKA TERUS SEMUA CERITA AKU. TINGGALIN JEJAK TERUS YA BIAR AKU TAU KALAU KALIAN SELALU BACA CERITA AKU !! ...


...OH IYA!!!! JANGAN LUPA BACA JUGA ...


...ARCELLA QUEENZIE ...


...DAN...


...XAVIORA KENANYA ...


...TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA !!!...



Davian dan Galaxy berada di markas, Varez sedang duduk memantau ketiga adeknya yang mana Raka, Alastair dan Alistier meracik robot karna ketiganya di suruh bermain biasa tak mau malah memilih meracik robot.


Alhasil Varez membelikan semua bahan-bahan yang akan di gunakan untuk robot itu. Varez benar-benar hanya memperhatikan sesekali lalu bermain game. Mereka tak ada yang ngantuk padahal Arion sudha meminta mereka tidur walau besok libur.


“Hoam” Alistier sudah mengantuk tapi masih ingin mengerjakan mainannya.


Beberapa menit kemudian tiba-tiba dua bocil luknut itu tertidur di karpet depan tv samping mainan mereka, Raka saja terkejut melihat keduanya tertidur karna terlalu fokus mengerjakan robot-robot mainan itu.


“Besok lagi di lanjutin” Raka mengangguk.


Raka sangat menurut dengan Varez walau dengan yang lain juga tapi dia lebih dekat dengan Varez kemana-mana selalu berdua kecuali mandi dan tidur. telihat mata Raka yang sayu-sayu ngantuk memintanya langsung pergi ke kamar dan tidur.


Varez meminta penjaga untuk menggendong Alistier dan Alastair dirinya yang gendong, kemana para babysister twins? Keduanya ada tapi jika di rumah saja atau waktu tertentu saja di panggil kalau tak di panggil dia akan bekerja sebagai maid.


“Terima kasih” ucap Varez setelah penjaga itu merebahkan Alistier di ranjangnya.


Varez tak langsung keluar kamar twins melainkan berkeliling ruangan itu mengecek takut ada serangga atau alat penyadap dari penyusup. Tak ada salahnya mewaspadai sekitar iya bukan?.


Varez berdiri di balkon kamar twins menatap ke arah hutan di belakang rumah mereka. Sampai ujung atau mentok pagar menjulang yang tak terlihat dari sini adalah batas tanah milik keluarga Nelson yang mana sudah menjadi milik Kaila tentunya.


“Selamat malam princess” ucap Varez sambil menatap ke arah bintang-bintang malam.


Ada rasa masih tak percaya, jika Alula sudah tak ada di sisi mereka akibat kecerobohan Varez menurutnya begitu. Varez selalu menyalahkan dirinya karna tak bisa menjaga adek perempuan nya.


Kalaupun anak laki-laki dari Delfir memberontak karna mengetahu kalau ayahnya mereka bunuh, Varez tak akan segan-segan melenyapkan anak itu juga karna rasa kehilangan Alula lebih besar dari rasa kasihan Varez.


Berjalan menuju kamar Alula yang mana masih di rawat seperti akan ada Alula datang nanti, Varez berjalan menyusuri tiap ruangan dengan langkah kakinya melihat foto Alula dan keluarga besar juga foto dengan dirinya.


“Lo cantik banget si La” puji Varez sambil memegang pas foto Alula bersama dirinya.


“Gue cengeng ya? Maaf” Varez menutupi mata dengan satu tangannya.



Saat itu juga hujan turun membuat Varez semakin menangis kenangannya bersama Alul terus terlintas di pikirannya.



Varez menangis sejadinya di kamar Alana sambil memeluk boneka kesayangan adeknya itu, bolehkah? Bolehkan waktu di putar agar Varez bisa mencegah semua hal itu?.


“La bangun!! Gue kangen lo!!”


“Jangan tinggalin gue La hiks jangan tinggalin gue!!!”


“Gue gak becus ya? Gue jahat ya?”


“Kenapa lo ninggalin gue!!!”


“Kenapa La? Gue gak bisa kaya gini La bangun!!!”


Varez terus menerus berteriak sambil bergumam di kamar Alula, pikiran jahat dan bisikan setan agar melukai dirinya bahkan seperti ingin bunuh diri terlintas di otak Varez saat ini.


Kaila yang tertidur seketika bermimpi. Di mimpinya ada Alula datang sambil menangis meminta dia untuk pergi mendatangi Varez, Alul sangat sedih di dalam mimpi Kaila, putri kecilnya itu cantik sekali namun wajahnya merah akibat menangis.


Beberapa menit kemudian Kaila terbangun dan langsung keluar kamarnya mencari keberadaan Varez di lantai kamar anak-anak yang mana lantai tiga.


“Gue sayang sama lo!! Tapi kenapa lo ninggalin gue!!”


“Varez susul Lula ya? Varez temenin Lula di sana ya?”


”di sini ada yang lain buat jaga mommy dan ka Ala tapi Lula sendirian kan? Varez susul ya?”


“La? Varez sayang Lula!! Varez mau susul Lula gapapa ya? ” Kaila membekap mulutnya air matanya turun mendengar seberapa menyakitkan melihat anaknya memendam semua sendirian.


Kaila masuk perlahan dirinya memeluk putranya itu sambil berbisik agar anaknya itu tenang, tangis Varez semakin kencang saat Kaila memeluknya.



“Abang boleh ko nangis gak ada yang larang”


“Mommy gak kuat liat abang nangis kaya gini, abang bikin mommy takut!”


“Lula sendirian mom hiks Lula gak ada temannya!”


“Istighfar bang hikss abang mau tinggalin mommy? Abang gak sayang mommy?”


“Varez sayang mommy banget malahan”


“Jangan tinggalin mommy ya? Mommy masih mau abang di sini bareng mommy dan yang lain” Varez diam sambil memeluk mommynya.


“Garis kehidupan dan kematian itu sudah di tentukan bang, kita sebagai manusia hanya bisa menikmati waktu yang sudah di berikan. Pergi sebelum batas waktu itu sama saja kejahatan”


“Lula nangis liat abang kaya gini tau wajahnya merah karna nangisin abang!”


“Mommy liat Lula?” Tanya Varez.


“Iya! Lula bilang abang jangan kaya gini, Lula gak suka katanya! Wajahnya merah banget sambil mommy peluk kaya gini tadi trus dia bilang abang gak boleh susul Lula kalau belum waktunya!”


Kaila tak bohong semua yang dia ucapkan adalah percakapannya dengan Alula di mimpi tadi walau cuman sekilas tapi seperti nyata. Pelukannya dengan Alula sangat-sangat hangat pelukan rindu dan kesedihan juga bahagia bercampur aduk.


“Maafin Varez mom” Kaila mengangguk terus mengelus punggung sang anak hingga tenang.


Sebelum itu Kaila berpindah yang tadinya duduk di Lantai mengajak Varez duduk di ranjang Alula. Elusan di punggung Varez membuatnya semakin tenang hingga tertidur dalam pelukan Kaila.


“Maafin mommy ya bang, mommy gak bisa jaga kalian! Mommy gagal ya jadi orang tua? Sampai kamu mau tinggalin mommy?” Kini Kaila yang menangis.


Varez di rebahkan, Kaila memberikan kecupan ke anak laki-lakinya itu setelah itu pergi keluar kamar Alula. Arion berdiri di depan pintu menunggu istrinya, iya awalnya Arion panik Kaila tiba-tiba hilang dari sampingnya. Berkeliling lantai dua mencari namun tak ada lalu pergi ke kamar twins juga tak ada tapi saat menuju kamar Varez terdengar suara Kaila yang menenangkan Varez dari kamar Alula.


“You are the greatest parent, you are the best and you have not failed in taking care of our dear children! don't ever think like that again okay? I love you and our children! I won't let anything happen to you guys!! i love you my angel!!”


“(kamu orang tua terhebat, kamu terbaik dan kamu tidak gagal dalam menjaga anak-anak kita sayang! jangan pernah berpikiran kaya gitu lagi okey? aku sayang kamu dan anak-anak kita! aku gak bakal biarkan apapun terjadi ke kalian!! aku cinta kamu malaikatku)”Arion memeluk Kaila erat, Kaila menangis dalam pelukan Arion.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...