The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 147



...WELCOME BESTIEEEđź–¤...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...DAN JOIN GRUB TELE YUKKK CARI AJA...


...“THE LITTLE DEVILS”...


...“THE LITTLE DEVILS”...


...“THE LITTLE DEVILS”...


...GRUB SAMA CHANNEL NYA SAMA AJA NAMANYA JANGAN LUPA DI IKUTI YAAAA!!!...


...JANGAN LUPA LIKEEE YAA TRUS KOMENTAR JUGA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT NYARI TOPIK CERITANYA DARI PADA AKU NGEGALAU TRUS AKU JADIIN SAD KAN NGAMOK LAGI NTAR KALIAN WKWKWK...


...KALO UDAH LIKE DAN KOMEN JANGAN LUPA BUAT VOTE SAMA FAVORITKAN BIAR TAU KAPAN UPDATENYA.....


...UNTUK CERITA ARCELLA QUEENZIE ITU UDAH END YA EMANG AKU GANTUNG KARNA MAU SELESAIN SATU CERITA DULU BARU NANTI DI LANJUT LAGI DAN TENTUNYA BAKAL MAKIN BADASS ATAU BISA JUGA BIKIN CERITA BARU DAN BEDA ALUR TENTUNYA DI TUNGGU AJA YAA!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...



Ketiganya sudah sampai di tanah air, Alana langsung menjemput ketiganya di bandara padahal sudah di bilang tunggu di rumah saja namun Alana ngeyel.


“KANGEN BANGETTTTT!!!!” Ujar Alana sambil berlari memeluk Davian.


Percayalah raut wajah ketiganya datar namun tetap menyambut pelukan Alana, Davian dan Galaxy baru saja di kasih tau oleh orang suruhan mereka masalah Alana. Dan yang membuat mereka marah karna Alana bermain sendirian sampai meminta Resya menggunakan obat milik ayah Resya untuk Olin.


“Udah gak pergi lagi kan? Ala males banget sendirian”


“Ko diemin Ala si”


“Kita kecewa sama lo!” Ujar Galaxy lalu berjalan meninggalkan Alana yang menyusul Davian di depan.


“Dihh? Abang!!” Panggil Alana,


“Varez!! Bang Gala kenapa?” Namun Varez hanya diam dan melewati nya saja.


Sebenarnya Galaxy sudah tau Alana akan bermain namun sampai menggunakan obat terlarang itu yang memang mereka tentang untuk di gunakan lebih baik membunuh mereka dari pada membuat obat itu semakin di edarkan di mana-mana.


Mereka di mobil yang berbeda kecuali Varez, semarah apapun dirinya ke Alana tetap tak bisa membiarkan Alana menyupir sendirian apalagi menggunakan mobil sport nya ini bisa-bisa membuat jalanan menjadi sirkuit untuknya.


“Lo berdua yakin Alana yang minta orang itu memakainya?” Tanya Galaxy.


“Iya tuan, namun nona muda tak pernah menyentuh benda haram itu sama sekali dia hanya memberikan saran” Davian memijit pelipisnya.


“Permainan syialan!!” Ucap Davian.


“Sudah kalian selidiki siapa mereka?” Tanya Galaxy lagi.


“Adseoz jorgen, salah satu anggota Nano mafia yang menjadi kekasih perempuan pecandu” Galaxy memang tak mengijinkan mereka menyebut mainan Alana dengan nama maka itu menggunakan bahasa kasar untuk penyebutan namanya.


...Ting...


...Varez (chat)...


Ka Ala nangis nih!!


Kita gak pulang malah ke jalan


Yang berlawanan!


Udah Varez bilang kan!!


Nanti aja marahnya.


buruan susul,


Dia ke arah rumah sakit!!!


emosinya juga gk ke kontrol nih!!


^^^****!!!^^^


Galaxy langsung memijit pelipisnya, insting Alana benar-benar membuat mereka tak berisitrahat. Kalau Alana tak di cegah untuk yang satu ini habis lah sudah kedua perempuan itu benar-benar akan kehilagan nyawanya.


“Ka Ala!! Bang Dav sama Bang Gala gak marah”


Varez mencoba menahan Alana yang saat ini hendka keluar dari mobil, sekali hentakan cengkraman tangan Varez lepas dari lengan Alana. Buru-buru Varez keluar dari mobil menyusul Alana.


“Dengerin Varez!!” Varez menarik Alana lalu memeluk tubuh Alana mengecup pipi sang kakak agar tenang.


“Mereka emang marah sama ka Ala, tapi mereka bakal makin marah kalau ka Ala bertindak gegabah”


“Udah ya jangan nangis”


Ingin sekali Varez memarahi kedua abangnya namun apa daya nyalinya langsung ciut kalau Galaxy masih bisa tapi kalau Davian mental Varez masih belum sanggup.


“Princess” panggil Davian namun Alana gak menjawab.


“Udah di bilang kan!!!” Varez berbicara tanpa suara ke arah keduanya.


“Ayo pulang!!” Ucap Davian.


Baru saja Davian berucap, tiba-tiba beberapa mobil datang mengelilingi mereka yang ada di parkiran keluar puluhan orang berbadan kekar dengan pakaian serba hitam.


“Akhirnya gue nemuin lo!! Cewe syalan!!” Rahang ketiga putra Arion langsung mengeras. Alana sudah tertidur di dalam pelukan Varez karna terus menangis.


“qui es-tu (siapa lo?)” tanya Galaxy,


“Serahan perempuan jal..”


...BUGGGG...


Galaxy menampar orang itu saat hendak menyelesaikan ucapannya.


“Bawa Alana masuk mobil!!” Perintah Galaxy.


“Anj ngajak berantem lo!!” Ucap Adseoz Jergen,


“Lo harus tau batasan” ucap Davian.


“Adseoz Jorgen” ujar Davian penuh penekanan.


“Siapa lo, ah gue gak perduli yang gue mau perempuan syalan yang buat cewe gue masuk rumah sakit!!!”


...BLAMMMM...


Varez menutup pintu mobil sedikit kencang.


“Ambil perempuan itu!!”


...BUGGGGG...


“Lo kira dia barang!!”


...BUGGGGG...


“Berani lo mukul gue!!!”


Terjadi baku hantam antara gerombolan orang itu tentunya tak hanya tiga pilar Arion saja yang menghajar mereka, anggota BBBD yang mengawal kedatangan tadi juga ikut menghajar orang-orang itu dengan Varez yang duduk santai di depan mobil.


Satpam dan beberapa orang lain datang ingin membubarkan namun mereka tak berani karna perkelahian ini di atas batas wajar. Mereka menghubungi polisi tentunya.


“Sialan!!!” Ucap Adseoz kala mendengar bunyi sirena polisi.


“Cabut!!!” Perintahnya.


Adseoz menatap mobil yang saat ini di dalamnya ada Alana dan ada Varez menjaga di luar, Varez tersenyum remeh ke arah Adseoz membuat Adseoz semakin kesal.


“Urus!!” Perintah Davian lalu pergi menuju mobil Alana di ikuti Galaxy.


“Baik tuan”


Davian masuk ke dalam mobil Alana, sedangkan Galaxy dan Varez pergi menuju mobil sebelumnya yang di gunakan Davian dan Galaxy.


Mereka pulang ke rumah, benar-benar Alana tak membiarkan mereka istirahat. Di dalam mobil Davian mengelus pucuk kepala Alana lembut lalu mengecup berulang kali tengkuk tangan Alana.


Sambil menenangkan pikirannya, Alana candu mereka obat penenang paling ampuh setelah mommy mereka.


Memasuki area rumah. Kaila langsung menyambut mereka namun betapa terkejutnya Kaila dua anak tertuanya berdarah dan lebam di beberapa bagian wajahnya.


“Berantem sama siapa astagfirullah!!!”


“SAYANGGGGGGG!!!” Teriak Kaila,


“Kenapa hmmm?” Arion datang sambil menggendong kedua bocil luknut.


“Anak aku mukanya pada lebam!!!!” Arion hanya memberikan jempol saja karna dirinya sudah depresot ulah duo maut.


“Iih ko git... Alana kenapa!!!” Saat melihat Varez menggendong Alana.


“Tidur mom!” Ujar Galaxy lalu mengecup pipi Kaila bersamaan dengan Davian mengecup pipi sebelahnya.


“Kalian berantem sama siapa!!” Tanya Kaila yang kesal akibat olah anak-anaknya.


“Biasa lalat di luaran sana gak bisa liat orang ganteng” ujar Galaxy sambil terkekeh.


“Yasudah!! Obati luka kalian dulu! Alana nya antar ke kamar!!” Mereka mengangguk.


Semenjak kejadian dimana Kaila hampir meninggalkan mereka, semua urusan apapun selain urusan di rumah. Kaila tak pernah kerjakan lagi walau kadang Kaila ingin mengeceknya tapi Arion langsung yang menyampaikan ke sang istri.


“Kenapa lagi?” Tanya Arion berbisik ke Galaxy.


“Biasa anak muda gabut” Arion memutar bola matanya malas.


Mereka benar-benar menyembuyikan semua ke khawatiran yang Kaila takutkan entah perkelahian ringan sampai yang susah mereka semua menutupinya bahkan dari Arion walau daddy nya itu bisa saja mengecek langsung tapi Arion memberikan mereka hak privasi yang tak bisa di ganggu.


“Turunn!!” Ucap Davian yang mana keduo maut itu langsung meminta turun dari bahu dan gendongan Arion.


“Dari tadi kek” ucap Arion sambil mereganggang tubuhnya.


...đź–¤JANGAN LUPA LIKE KOMENđź–¤...


...SEGINI AJA YAA, MAKIN GAK ASIK YA MAAF YA MAAF BANGET...