
...WELCOME BESTIEEEđź–¤...
...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...
...YUKKK FOLLOW YUKKK...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...DAN JOIN GRUB TELE YUKKK CARI AJA...
...“THE LITTLE DEVILS”...
...“THE LITTLE DEVILS”...
...“THE LITTLE DEVILS”...
...GRUB SAMA CHANNEL NYA SAMA AJA NAMANYA JANGAN LUPA DI IKUTI YAAAA!!!...
...JANGAN LUPA LIKEEE YAA TRUS KOMENTAR JUGA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT NYARI TOPIK CERITANYA DARI PADA AKU NGEGALAU TRUS AKU JADIIN SAD KAN NGAMOK LAGI NTAR KALIAN WKWKWK...
...KALO UDAH LIKE DAN KOMEN JANGAN LUPA BUAT VOTE SAMA FAVORITKAN BIAR TAU KAPAN UPDATENYA.....
...UNTUK CERITA ARCELLA QUEENZIE ITU UDAH END YA EMANG AKU GANTUNG KARNA MAU SELESAIN SATU CERITA DULU BARU NANTI DI LANJUT LAGI DAN TENTUNYA BAKAL MAKIN BADASS ATAU BISA JUGA BIKIN CERITA BARU DAN BEDA ALUR TENTUNYA DI TUNGGU AJA YAA!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
Sepuluh menit kemudian, semua murid di pulangkan tak boleh ada yang masih berada di sekolah bahkan puluhan orang berbadan kekar dan style serba hitam memasuki sekolahan berjaga di depan gerbang lalu mengecek setiap kelas.
Para pedangang di kantin dan satpam juga di pulangkan tak ada yang boleh berada di area sekolah.
“Main apa si emang?”
“Ko banyak om-om “
“Seketika gue merinding”
“Ngeri gue jadinya”
“Ko kita di pulangin?”
“Main game apa si seluas ini juga!!” Perbincangan demi perbincangan oleh murid-murid yang di pulangkan, tak sedikit yang kepo dan tak sedikit juga yang senang karna mereka pulang cepat.
“Alana pasti gapapa kan?” Ucap Dara,
“Cuman main doang kan?” Tanya Nico yang langsung di angguki Dara,
“Yaudah gapapa berarti”
Berbeda dengan tiga inti Alderioz, mereka bahkan smapi menghubungi Sam dan Arga karna Davian dan Galaxy tak bisa di hubungi sama sekali.
“Alana nya dimana?” Tanya Sam,
“Di dalem”
“Gue takut seketika kalau Alana kenapa-kenapa abis kita!!” Ujar Abi,
“Lah lah lah ini kenapa nihh!!” Tanya Ucup,
Para orang-orang berpakaian serba hitam langsung menutupi sekolahan dari ujung gerbang ke ujung gerbang lainnya menggunakan kain hitam pekat. Mereka menutupi gerbang itu saat area sekolah benar-benar kosong bahkan hanya tertinggal teman-teman Alana dan Alderioz. Jalanan menuju sekolahan pun di tutup dari depan, benar-benar sangat mencurigakan.
“Om!! Ini kenapa pake di tutup si?” Tanya Clarita,
“Maaf nona, ini perintah nona muda”
“Gila main apa si sebenarnya!!” Ujar Dara,
Sedangkan di dalam,
Hanya ada mereka bertiga, Alana, Olin dan Thea entah Thea dan Olin sekutu atau musuh Alana tak perduli.
“Cari tempat sembunyi gih dan jangan pergi ke roftop juga jangan mencoba kabur para bidak mainanku” suara Alana terdengar menyeramkan bahakn Olin yang tadi nya menyiram Alana saja sampai genetar takut saat ini.
Alana memilih diam di tempatnya ternyata Thea juga diam di temaptnya hanya Olin yang berlari pergi,
“Ding ding dong... ding ding dong” Alana bersenandung.
...BRAKKKK...
...PRANGGG...
...BUGGGGG...
“Ah jangan lupa ucapkan wasiat” ujar Alana sambil menarik rambut Thea.
...BRAKKKK...
Alana membenturkan kepala Thea ke atas meja, sudah di bilang kekuatan Alana jika sudah bermain atau marah sama dengan kekuatan laki-laki.
“Lo lemah”
...BRUKKKK...
“Usaha yang bagus” Alana di dorong hingga membuat Alana terkena sisi meja.
“Tapi gue gak bakal bunuh lo ko”
“Brisik!!”
“Karna di depan banyak temen gue yang nunggu”
“BANYAK OMONG LO!!!”
“Yasudah, nanti malam jangan lupa waspada ya” setelah berucap seperti itu,
Thea benar-benar di hajar habis-habisan oleh Alana, kepalanya bisa di bilang bocor hidungnya patah karna sedari tadi mengeluarkan darah. Dan berujung Thea pingsan.
Setelah Thea pingsan kini Alana mencari keberadaan Olin, anak kurang ajar itu harus di beri pelajaran.
“Aku melihat mu... detak nadi mu memanggil namaku”
“Jeritan demi jeritan akan segera terdengar”
“Hmmmm hmmmm tutup mulut jangan bersuara..” Alana bersenandung sambil mengecek setiap kelas yang ada.
Tepat di kelas nya, Olin gemetar takut bersembunyi suara Alana menggema seperti senandung kematian. Padahal senandung itu hanya pelan namun dapat terdengar jelas karna sangat sepi
“Ketemu” Alana berjongkok tepat di depan Olin yang sedang bersembunyi.
...BUGGGG...
...BRUKKKK...
Alana menjambak rambut Olin, menariknya secara paksa dari kolong meja membuat Olin menjerit kesakitan.
“Hahaha” tawa renyah Alana saat Olin menjerit.
...PLAKKKK...
...BRAKKKK...
Setelah di tampar lalu di benturkan ke meja berulang kali hingga nasib Olin sama seperti Resya pingsan.
Alana duduk di kursi atas meja sambil berselfie latar belakang Olin yang pingsan dengan wajah berlumuran darah di kursi. Alana menyimpan fito tersebut untuk nanti dirinya oerlihatkan ke abang dan adiknya.
“Uhukk-uhukkk” Olin ternyata masih sadar.
“Selamat menderita” ujar Alana lalu pergi ke toilet mengganti pakaiannya tadi.
Deru motor sport menggema di lapangan, Caca menghampiri Alana setelah mendapat perintah untuk membawa kedua orang yang pingsan itu ke rumah sakit Alana pun pergi meninggalkan Caca.
“Al...”
“Gue buru-buru! Lo pada ke markas Alderioz aja nanti gue nyusul” setelah berucap demikian Alana memacu motor sportnya.
Berhenti di lampu merah, Alana memainkan ponselnya menunggu lampu hijau tiba-tiba ada cowo menggunakan helm turun dari mobil sport hitam.
“Harsa anjenk!!” Aksa orang di dalam mobil itu yang baru saja di tinggalkan Harsa turun dari mobil.
“Hp gue!!!” Ujar Alana karna ponselnya di rebut Harsa,
“Mundur cantik” ujar Harsa.
“Lo siapa!! Gila lo!! Balikin hp gue!!!”
“Sama calon pac.. eh gak sama calon suami gak kenal?”
...Tinnnnnnnnnnn...
Aksa dengan sengaja menekan klakson tanpa akhlak membuat Alana sedikit kaget, tentu Aksa mendapat tatapan tajam dari Harsa,
“Jalan ke samping sana” Harsa tanpa ijin menaiki motor Alana,
Mau tak mau Alana menuruti walau masih tak tau siapa laki-laki ini, mobil di belakangnya sangat kurang ajar memang.
“Turun gak lo!!”
“Galak banget si” Harsa membuka helm nya,
“Harsa!!” Kaget Alana,
“Hai my girl”
“Lo ngapain di sini?” Tanya Alana,
“Ck!! Udah ah gue laper!! Gue yang bonceng!!” Ujar Harsa
Keduanya pun menikmati siang yang mendung bersama mengendarai motor sport Alana menuju pantai yang kira-kira tiga jam dari kota.
Andai Davian, Galaxy atau Varez melihat Alana dan Harsa saat ini bisa-bisa babak belur Harsa di hajar ketiganya sekaligus.
Btw Alana tadi kan nyuruh teman-temannya ke markas tapi dirinya malah pergi sama crush nya mana jauh banget lagi astagfirullah.
Setiba mereka di pantai..
“Mau makan apa?” Tanya Harsa sambil merangkul pundak Alana.
“Mau makan lobster” Harsa mengangguk.
Lalu keduanya pergi menuju restoran yang biasa Alana datangi bersama keluarganya, sekitar dua jam berlalu setelah selesai makan. Cuacanya mendung membuat angin pantai semakin kencang.
“Alana” panggil Harsa,
“Ya?”
“Gimaa keadan bonyok?” Mereka saat ini berada di caffe tepian pantai agak jauh si dari pantai.
“Gapapa ko” bohong Alana, karna memang keadaan keluarganya itu privasi.
“Al” panggil Harsa,
“Apa Harsa”
Ternyata ada teman-teman Harsa juga di caffe ini, Harsa diam menatao Alana sambil tersenyum tipis.
Karna di caffe ini ada live musik, Harsa pun meminta ijin untuk memainkan satu lagu.
“Kek bisa nyanyi aja lo!!” Cibir Alana.
“Bisa lah!!” Ujar Harsa percaya diri.
“Mo nyanyi apa?”
“Rahasia dong” Alana memutar bola matanya malas.
Ah ya Alana sudah ijin ke orang tuanya kalau dirinya berada di pantai bersama Harsa, Arion sudah tau kedekatan keduanya.
...đź–¤ JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN đź–¤...