The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 63



“Bawa belati dan pistol bang” ujar Varez.


“Kenapa?” Tanya Davian.


“Gak tau, firasat Varez gak enak” Davian mengangguk lalu membuka laci mobilnya mengambil pistol dan belati miliknya.


Mereka berjalan menuju Mcd terlebih dahulu untuk makan, Davian seketika waspada dengan keadaan sekitarnya.


Dan lagi mengingat kejadian beberapa hari lalu, wlaau pelaku penembak sudah ketemu dan sudah berada di markas BBBD namun dalang di balik itu semua belum di temukan, dua orang itu menyembunyikan identitas tuannya.


“Bang Gala belum pulang?” Tanya Varez sambil menikmati ice cream nya.


“Belum”


“Kayaknya ada yang suka sama ka Ala, atau bahkan Ka Ala punya pacar ya bang?”


...UHUKKK...


...UHUKKK...


Davian tersedak mendengar ucapan Varez, berani sekali laki-laki yang mendekati Alana tanpa sepengetahuan dan seijin dirinya juga orang tuanya.


“Kata siapa?”


“Nih” Varez memutar Tablet Davian ke arah Davian itu.


Terlihat laki-laki yang berseragam sama dengan Davian selalu memantau bahkan tersenyum jika Alana tersenyum,


“Beberapa hari ini setiap Varez cek cctv yang ada ka Ala nya ini cowo selalu ngeliatin ka Ala”


“Kayak pernah liat” ujar Davian.


“Itu teman sekelas abang!!” Kesal Varez abangnya ini seperti nolep padahal ketua Alderioz.


K E T U A GAIS KETUA!!


“Oh pantas kaya pernah liat”ujar Davian


“Besok gue eksekusi” Davian kembali berucap kala melihat pria itu tersenyum melihat Alana di kantin.


“Betul!! Kalo perlu hajar bang” Davian mengangguk.


Varez terkekeh geli melihat sang abang snagat posesif ke kakak perempuannya, kenapa ke adik laki-lakinya Davian dan Galaxy tak seperti itu?


Karna keduanya tak ingin adik laki-laki mereka menjadi manja dan penuh akan ketakutan, walau negitu percayalah mereka sangat menjaga ketat adik-adik mereka namun tak terlalu di tunjukkan saja agar mereka tak terbiasa.


...DUAARRRRR...


Bangunan Mcd itu meledak, saat Davian dan Varez sedang berjalan menuju keluar. Davian sempat menarik tubuh Varez keluar kala bangunan itu belum benar-benar roboh.


...DUAARRR...


Ledakan kedua terdengar, Varez dan Davian tak kenapa-kenapa namun saat ini keadaan Varez tidka baik-baik saja.


“Rez!! Dekk!! Varez!!” Nafas Varez tak karuan wajahnya pucat peristiwa kelam beberapa tahun lalu yang terlintas di ingatannya.


Varez tiba-tiba panik attack, Davian menekan tombol urgent di jam tangannya sambil memeluk sang adik. Polisi,pemadan dan ambulan berdatangan.


“Varez!!” Wajah Davian panik.


Sekitar sepuluh menit helikopter dan beberapa mobil jeep hitam juga orang-orang berpakaian serba hitam datang.


“Dad! Varez!!” Air mata Davian yang sedari tadi di tahan sudah tak bisa di kendalikan. Arion menenangkan Davian,


“Baik King”


“Bang, bawa ke heli” Davian mengangguk dan menggendong sang adik di ikut Arion.


Varez pingsan setelah panic attack tadi, makanya Davian panik melihat adiknya yang pingsan. Arion meminta pilot helikopter segera menuju rumah sakit.


...🌑🌑🌑...


“Varez tidak apa-apa sekarang dia sudah tertidur” ujar Zainisa.


“Makasih ka” ujar Kaila seraya terisak.


Beberapa hari ini bahkan hampir satu bulan ini mereka seperti di hantui atau di terror dengan beberapa peristiwa,


Kaila benar-benar ingin mencabik-cabik siapapun yang mengangguk keluarganya, bahkan dua orang yang menembak Galaxy saja dia yang akan menangani sendiri karna keduanya bungkam.


“Kalian bakal daddy homeschollingkan dulu!” Ujar Arion.


“Mommy setuju” Ucap Kaila.


“Sebelum pelaku dan dalang dari semua kejadian ini di temukan kalian daddy homeschollingkan”


“Tapi dad”


“Ini demi keselamatan kalian kak! Daddy dan mommy gak mau kalian kenapa-kenapa” Alana mengangguk.


“Ala di teror” ujar Alana membuat mereka langsung menatap ke arah Alana.


“Di teror?” Tanya Kaila sambil berjalan menghampiri sang anak.


“Iya” Alana menunduk takut.


“Mommy mau lihat gimana dia meneror kamu” Alana memberikan ponselnya .


Kaila emmbaca semua pesan yang di kirimkan, mencoba meredam amarahnya di depan anak-anaknya.


“Kamu anak mommy! Itu semua gak benar! Jangan di percaya ya?” Kaila memeluk sang anak. Alana mengangguk.


“Mommy bawa ponsel kamu dulu, kamu bisa pake yang lain atau beli baru nanti mommy ganti”


“Iya mom” Kaila berjalan keluar di ikuti Arion.


Sambil berjalan keluar Kaila menutupi mata kirinya, aura membunuhnya pecah begitu saja orang-orang yang berpapasan dengan Kaila dan Arion merinding.


Kaila masih menutupi matanya, Arion menggenggam tangan Kaila.


“Tenang sayang” Kaila mengangguk namun tetap saja aura haus darahnya kembali lepas kontrol.


“Sayang!” Panggil Arion lembut.


“Shut up Ar!!” Arion meneguk ludahnya susah, jika sudah seperti ini berati Kalia yang mengontrol tubuh Kaila.


Mereka berdua menuju markas, dan juga Kaila menghubungi di grub inti BBBD untuk melacak siapa pemilik nomor telpon tersebut. Dalam satu jam semua data harus segera dikirimkan ke dirinya.


“Kalian yang berani melukai anakku?” Suara Kaila menggema seisi lorong gelap itu, suasana semakin mencekam karna hanya terdengar suara bahkan tubuhnya tak terlihat.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


GAPAPA KAN BESTIE KALAU NYONYA KAILA NYEMPIL DIKIT WKWK


KANGEN KAN KALIA:V**