The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 51



...**HAIIIIII BESTIEEEEEE...


...MAAF BANGET KEMARIN GAK UP....


...KARNA TANGAN AKU LAGI CIDERA DAN LAGI AKU BARU PULANG DARI LUAR KOTA KECAPEAN**....


...**JADI MAAF BANGET Y...


...OH Y...


...JANGAN LUPA PAJAK**!!...


Mereka semua berada di bandara pagi-pagi sekali agar saat tiba di negara B mereka tidak terlalu sore bisa menjenguk oma mereka.


“Ala mau ke toilet” pinta Alana saat mereka berjalan menuju landasan.


“Abang temenin” ujar Galaxy.


“Gak usah, duluan aja bentaran doang”


“Kenapa gak di pesawat aja?” Tanya Varez.


“Kelamaan” mereka semua mengangguk menuruti permintaan Alana.


“Kawal” perintah Davian.


“Baik prince” dua orang mengawal Alana.


Alana sebenarnya bukan mau kencing tapi dirinya tadi melihat sekilas orang yang mencurigakan yang masuk ke dalam toilet makanya Alana ingin mencari tahu siapa orang mencurigakan itu.


“Keluar lo!” Perintah Alana namun orang tersebut tak ingin membuka pintu.


...BRAKKKK...


Pintu di tendang Alana, ternyata Thea yang ada di dalam situ muka Alana berubah datar perempuan ini tidak tau posisi berani sekali bertindak semaunya.


“Ngapain lo hmm?” tanya Alana.


“Kenapa? Lo cuman tunangan Davian gosah kecentilan”


“Ck, obsesi lo terlalu berlebihan takutnya ntar gila” Alan memilih meninggalkan Thea setelah tau siapa orang yang mencurigakan itu.


Alana menyusul abang dan adik-adiknya ke landasan ternyata abang-abangnya tak langsung menunu ke landasan mereka menunggu dir uang tunggu.


“Sudah?” Tanya Davian yang langsung di angguki Alana.


“Bang Varez punya ide, gimana kalau Twins di taruh di sayap pesawat waktu mau berangkat tapi di iket biar gak jatuh” Varez langsung di hadiahi tatapan mengerikan dari abang dan kakaknya.


“Ya Allah bercanda doang”


“Kenapa gak lo aja Rez? Kan mayan asuransi lo keluar ntar”


“Ngadi-ngadi boleh bodoh jangan bang” keduanya langsung kejar-kejaran di ruang tunggu private itu.


Setelah beberapa menit mereka pun langsung menuju landasan.


Di dalam pesawat.,


Alistier saking kesalnya karna di jahili Varez terus langsung mengigitnya kuat sampai Varez mengaduh sakit.


“Lo pukul dia gue lempar lo dari atas sini” ancam Galaxy kala Varez sudah hendak memukul Tier.


“Tier, lepas gak!!” Mata Varez sudah merah kesakitan. Kulit Varez seperti hendak putus karna Alistier mengigit kuat saat di rasa cukup baru Tier mencabut giginya dari lengan Varez.


Varez menangis kesakitan, Davian tak ada karna sednag tidur di dalam kamar bersama Alastair keduanya sering bersama bahkan kadang tidur berdua.


“Gak boleh gitu” tegur Alana,


“Siapa suluh ganggu Tiel mulu!!”


“Bilang daddy hikss sakit tangan Varez hikss” Galaxy menahan tawanya melihat Varez menangis.


Percayalah yang menangis itu adalah anak yang beberapa bulan lalu melemparkan dua rudal ke perusahaan juga toko kue yang mana sempat menggemparkan dunia karna rudal nyasar.


Varez memeluk salah satu bodyguard yang ada sambil menangis, Galax mengangguk kala pengawal tersebut melirik ke dirinya. Menenangkan Varez sampai tak terasa yang tadinya sesegukan berubah menjadi dengkuran halus.


“Jangan kaya gitu lagi ya boy?” Galaxy membawa Alistier ke dalam pangkuannya.


“Iya bang”


“Nanti minta maaf ya kalo bang Varez nya udah bangun” Tier mengangguk.


“Ala tadi ketemu Thea di airport” Galaxy cuman menanggapi lirikan sekilas.


“Curiga deh Ala kalo ada penghianat di rumah”


“Nanti abang selidiki, kamu tidur perjalanan masih jauh” Alana pun mau tak mau mengangguk.


Galaxy dan Alistier menonton sponggebob di tablet milik Galaxy, keduanya anteng menonton sampai tak terasa sudah hampir sampai dan keduanya juga ikut tertidur makanya tak sadar kalau mau sampai.


Davian keluar dari kamar lalu memberikan kode ke pramugari agar tidak membngunkan adik-adiknya jika sudah sampai biarkan merek tidur terlebih dahulu.


Setelah mendarat mereka sudah di sambut banyak pengawal di landasan menunggu namun tak ada satupun yang keluar dari dalam pesawat membuat para pengawal overthinking dan meminta pintu pesawat di buka.


“Kenapa? Ada apa? Tidak terjadi apa-apa kan?” Pramugari mengangguk seraya memberi kode untuk tetap tenang dan diam.


Sekitar sepuluh menit Davian mau tak mau membangunkan Galaxy dan Alana, kalau Varez dan twins tidak akrna mereka akan di gendong juga di rebahkan nanti saat di dalam mobil.


“Udah sampe?” Davian menanggapi pertanyaan Galaxy hanya dengan berdehem.


Mereka turun dan langsung menuju mansion keluarga Nelson.


Setiba di mansion.


“ABANGG, KA ALA LULA RINDUUUUU” teriak Alula dan langsung memeluk Davian, Galaxy dan Alana bergantian.


“loh? Bang Varez sama twins mana?” Tanya Alula.


Varez duduk di stroller besar dengan wajah tak enak di pandang, yap Varez sudah bangun dengan cara terkejut mendengar teriakan Alula.


“Enaknya di apain bocah satu ini ya” batin dan pikiran Varez saling bertukar pendapat.


Kaila dan Arion datang dari belakang Alula keduanya langsung menjemput anak-anaknya dengan senyum bahagia, Kaila bahkan sampai menangis sambil bergantian memeluk anak-anaknya.


“Maafin mommy lama ninggalin Kalian, maafin mommy ka Ala sampe kenapa-kenapa” ucap Kaila di pelukan Alana.


“Gapapa mom, Ala gapapa ko” Kaila mengangguk.


Kaila bergantian memeluk Varez lama, Varez juga memeluk Kaila erat dirinya rindu mommy nya yang di rumah dan cerewet bukan seprti sekarang melow.


“Tangan abang kenapa?” Tanya Arion ke Varez.


“Di gigit Tier” dengan nada ketus kala mengingat kejadian dirinya menangis di dalam pesawat.


...**🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


...YUK SPAM KOMEN SIAPA TAU AKU KHILAF MALAH DOUBLE UP** ....