
...Welcome back with meeeeeeee….....
...Apa kalian senanggg?? Tidak aduh giman nih pada gak seneng! Bentar lagi bakal 100 bab ini mau kita end di bab keberapa? Biar gak banyak kan wkwkw, tapi sayang banget gak si kalo end? Iyakann huhu ...
...Kalian dah pada follow belum ig nya?...
...Kalo udahhh makasih banyak yaa, itu kalian di situ bisa curhat atau apa gitu mutualan lah wkwk oh iya menurut kalian ceritanya akhir-akhir ini gimana?...
...Harus opening tapi bingung opening gimana:) ...
...Jangan lupa like dan komen ya! ...
...Share juga dong biar makin banyak yang baca dan semoga terus betah kalian dengan cerita ini....
...Apa yang mau kalian bilang ke ? ...
...The little devils?...
...Atau ke ...
...Kesayangan tuan muda mafia?...
...Coba deh aku tanya apa yang buat kalian tertarik awalnya baca kedua cerita ini?...
...Aku penasaran, dan juga tau dari mana? Kek lewat gitu aja atau kalian cari? Atau ada rekomendasinya?...
...Yuk kasih tau aku! Aku kepo tauuuuu!!...
Harsa dengan mobil sport hitam kesayangannya keluar area sekolah. Percayalah mobil ini tak pernah membawa perempuan bahkan ibunya saja tak pernah, mobil kesayangannya ini paling anti bawa perempuan kmtetapi sekarang?? Alana duduk di mobil anti perempuan kalau kata Aksa dan Athan.
“Lo udah makan?” Alana diam saja fokus ke luar jendela.
“Alana” panggil Harsa lembut,
“Hmm?”
“Lo udah makan?”
“Udah” singkat jelas padat percakapan keduanya.
“Gue belum” ucap Harsa,
“Gue gak nanya” Harsa meneguk ludahnya kasar mendapat jawaban yang memohok dari Alana.
“Anterin gue ke jalan XIX romawi” Harsa mengangguk saja.
Tetapi setelah hampir tiba jalan yang Alana katakany Harsa bukannya berbelok malah lurus terus entah di bawa kemana oleh Harsa.
“Kelewatan!!” Ucap Alana sambil menatap Harsa tajam,
“Temenin gue makan dulu”
“Gak mau!”
“Gue udah anterin lo, jadi lo harus mau temenin gue”
“Dihh gak ikhlas lo anterin gue?”
“Gak gitu! Lo temenin gue makan bentar trus gue anter balik lagi” ujar Harsa menjelaskan ke Alana.
Percayalah sebenarnya Alana bisa saja langsung meminta Caca yang berada di mobil belakang tak jauh dari dirinya untuk menjemputnya, tetapi Alana sedang tak ingin bersama Caca hatinya selalu tak tenang bahkan saat ini saja dirinya gelisah.
“Alana”
“Yaudah iya!!” Harsa tersenyum tipis bahkan sangat tipis sampa tak ada yang menyadari kalau Harsa tersenyum.
Mereka tiba di salah satu restoran yang berada di lantai atas mall, mall ini milik Kaila dan memang restoran di lantai atas adalah tempat Alana dan keluarganya makan bersama.
“Selamat datang tuan dan nona muda” pelayan itu mengenali Alana, bagaimana tidak mengenali anak dari bos nya dan sering ke sini.
“Lo kenal?” Tanya Harsa.
“Hmm”
“Menu spesial di sini dua” ucap Harsa,
“Lo mau makan?” Tanya Harsa ke Alana.
“Come di solito (seperti biasa) ” ucap Alana dengan bahasa Italia,
Pelayan itu mengangguk, Harsa kaget dan tentunya kagum mendengar ucapan Alana yang fasih berbahasa luar apalagi ini tadi bahasa Italia,
“Puoi parlare Italiano? (Kamu bisa berbahasa Italia?) ” Tanya Harsa dengan bahasa Italia,
“Sedikit” ucap Alana,
Harsa kembali di buat kagum, sebenarnya Harsa ingin bertanya berapa bahasa yang Alana bisa tetapi di urungkan kala melihat Alana seperti terkejut.
“Caca awas!!” Teriak Alana sambil berlari ke arah Caca,
...DOORR...
...CRASHH...
...BRUKKK...
Alana memeluk Caca, Caca terkejut semua pengawal yang tadinya duduk kini melindungi Alana. Harsa pun juga langsung berlari ke arah Alana memeriksa Alana apakah terluka.
“Perketat penjagaan!!” Perintah Caca,
“Lo gapapa?” Tany Harsa lagi memastikan.
“Gue gapapa”
“JANGAN SAMPAI DADDY MOMMY DAN ABANG JUGA YANG LAIN TAU!! TUTUP SEMUA AKSES INFORMASI MEREKA!! TUTUP PARA MEDIA!!” Perintah Alana,
“Baik Nona” ucap mereka,
Alana awalnya sedang fokus melihat keluar jendela yang mana dekat dengan meja Caca dan yang lain, terlihat dari gedung seberang ada seseorang berbaju hitam. Dan tak lama ada percikan kecil cahaya dan Alana langsung tau itu makanya dirinya berlari melindungi Caca walau harus salah satu anak buah nya terkena tembakan itu tepat di jantungnya.
“Periksa sekitar!” Ucap Caca.
“Kaca ini bukan kaca anti peluru?” Tanya Harsa.
“Anti peluru, kata daddy semua kaca ini anti peluru” Harsa langsung menarik Alana ke dekatnya.
“Eh?” Kaget Alana.
...DORRR...
...DORRR...
...DORRR...
kaca yang lain tak bisa di tembus dengan pistol Harsa. Harsa curiga ada pengkhianat di antara orang-orang ini.
...🌑🌑🌑...
Varez sednag tiduran di kursinya, jam terakhir sering menjadi jamkos karna guru pada malas mengajar atau juga ada kesibukan.
...Ting...
...Nio (calling)...
“Hallo tuan muda!!”
^^^“Hmm?”^^^
“Mall milik nyonya di serang”
^^^“Lalu?”^^^
“Nona Alana berada di lokasi”
^^^“Ka Ala?”^^^
“Saya sedang dalam perjalan ke sekolah
anda, saya curiga ada pengkhianat di
dekat nona Alana, karna yang saya tau
kaca di restorant itu anti peluru semua”
^^^“Cepat bodoh!!”^^^
...Panggilan berakhir....
Xanio Auzi (Nio) adalah anak didik Kevin sidah seperti anaknya sendiri, Nio ini cyber seperti Varez sekaligus bodyguard Varez orang kepercayaan keluarga Nelwash. Jarang sekali dirinya tampil di depan publik ini untuk pertama kalinya Nio keluar karna menyangkut Alana dan Varez.
Umur Nio seumuran dengan Davian, hanya saja dirinya tak ingin sekolah karna sudah pintar dan cerdas katanya.
Aiden dan Rey yang tidur langsung terbangun kala Varez mengamuk di kelas mendang kursi bahkan sampai melemparnya keluar jendela.
“Lo gila!!” Ucap Rey.
“Rez!! Varez!!” Aiden menarik Varez yang hendak melempar kursi keluar jendela.
Semua murid perempuan panik bahkan ketakutan kala bertatapan dengan Varez. Aiden menahan lengan Varez kencang karna dirinya tau di pinggang belakang Varez ada belati yang selalu di bawanya kemana-mana.
“Tenang!! Lo harus tenang!!” Mata Varez dan Aiden slaing bertatapan.
Sekalis hempas tangan Aiden yang tadinya mencengkram tangan Varez terlepas, Varez memilih keluar dari kelas yang mana sudah seperti habis di rampok. Guru-guru berdatangan saat Varez hendak keluar.
“ULAH SIAPA INI!!” tanya guru bk.
“Siapa yang berkelahi?” Tanya guru yang lain.
“Minggir!” Ucap Varez karna tak bisa keluar.
“Kamu ya!! Ikut saya ke ruang bk!!”
“Lepas!!” Perintah Varez karna tangannya di pegang oleh guru itu.
“LEPAS!!” teriak Varez.
Saat ini Varez tak bisa berpikir jernih emosinya sedang menguasi diri, andai dirinya di perbolehkan menyetir mobil sudah berangkat sedari tadi ke tempat Alana namun karna dirinya masih belum di perbolehkan maka dia hanya bisa menunggu orang menjemputnya.
“Tuan muda” ucap Nio,
“Ck!! Enyah!!” Varez menghempas tangan guru itu lalu menatapnya tajam.
“Jangan tidur terlalu nyenyak bu, karna bisa saja tangan anda hilang saat anda tidur” bisik Varez sambil tersenyum devil. Guru tersebut merinding takut matanya menatap murid dan rekan kerjanya takut karna memang hanya dirinya yang mendengar ucapan Varez.
Varez berjalan didepan di ikuti Nio dan pengawal lainnya dari belakang. Kepala sekolah yang baru saja hendak menuju kelas Varez langsung berhenti kala melihat Varez.
“Tuan muda, ada apa?” Varez hanya melewatinya.
“Nona Al...”
“Tutup mulutmu Nio!” Nio langsung bungkam,
Saat ini Varez seperti orang yang siap membunuh siapa saja, Nio diam bahkan yang lain pun ikut bungkam.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...