
Alana duduk sendirian di depan pintu masuk kelas les nya karna hari sedang hujan dan Alana tadi di antar oleh Davian.
Les piano Alana sebenarnya bisa les di rumah saja tapi bersikeras untuk ikut gabung dengan yang lain, mau tak mau Arion dan Kaila mengijinkan untuk ke tempat les.
Davian dan Galaxy sedang di markas Alderioz karna hujan tak bisa menjemput padahal biasa di markas ada mobil salah satu anak Alderioz namun entah kenapa hari ini tidak ada yang membawa mobil.
“Alana bilang di sana masih lebat hujannya” ujar Galaxy.
“Minta anak buah daddy jemput atau gimana?” Tanya Galaxy.
“Gue yang jemput” ucap Davian.
“Hujan gak liat mata lo?”
“Udah malam! Alana sendiri gila lo?”
“Tapi Alana bilang nanti tunggu reda baru kita boleh jemput dia!”
“Gak usah ngatur! Gue lebih tua!”
“Biarpun lo lebih tua tapi pemikiran lo kek gitu percuma!!”
“Jangan ngajak berantem sekarang Gal!”
“Terserah lo Dav! Sementang lo abang lo mau seenaknya! Gue juga gak mau lo sakit mikir apalagi Alana!”
“Jangan mulai Gala!!” Galaxy memilih keluar dari kamar Davian pintu di banting kencang oleh Galaxy hingga terdengar sampai lantai bawah.
“Ngapa lagi tuh bocah bedua?” Ucap Abi
“Serem y kalo Davian dan Gala berantem” ujar Ucup
“Mau kemana Gal?” Tanya Bale saat Galaxy melewati mereka.
Galaxy tak menjawab dengan raut wajah datar tak ada senyum-senyumnya melewati mereka di luar hujan lebat namun tetap terdengar deru motor Galaxy.
Selang beberapa detik Davian turun dengan raut wajah yang sama bahkan aura mengerikan ikut terlihat yang mana membuat orang meriding kala melewati atau berselisihan dengan Davian.
“Damn!!” Umpat Davian pelan lalu berlari kecil agar cepat sampai di garasi.
Davian menyusul Galaxy yang sudah jauh di depan sana bahkan tak terlihat, belum lagi hujan lebat mengguyur permukaan tanah. Malam yang gelap di tambah hujan lebat membuat keadaan semakin horror.
Di tempat Alana..
Alana duduk sendirian tak terlihat ada orang lain di tempat les ini. Saat sedang menatap butiran-butiran air yang berjatuhan Alana merasakan kalau ada seseorang tak jauh dari dirinya.
“Gak perlu sembunyi. Gue tau lo dari tadi ngeliatin gue” ujar Alana.
Tangan kanan Alana sudah siap dengan belati kesayangannya yang diberikan oleh Davian saat ulang tahunnya.
“Ck, Anak-anak Arion memang mengerikan” ucap orang itu.
Seorang laki-laki tua atau seumuran dengan Luke dengan style serba hitam mendekati Alana. Tak ada raut takut di wajah Alana, Alana tak tau siapa ini dan apa hubungannya dengan daddy nya. Menurut yang Alana tangkap atau perkiraannya orang ini pasti musuh daddy nya dulu entah kapan.
...SRETTTT...
Lengan orang itu langsung mendapatkan goresan oleh belati Alana karna dengan berani hendak menyentuh bahu Alana.
“Jangan berani-berani nyentuh gue!!” Peringat Alana
“Hoho! Kalau aku berani? Apa yang aku dapatkan nona muda?”
...SRETTTTTTT...
“sepertinya abang-abang mu datang, goresan di balas goresan” Pria itu langsung berjalan masuk ke dalam lorong yang gelap setelah berucap dan menggoreskan luka di pipi Alana.
Alana tak ingin membuat kedua abangnya tau tapi darah dari pipi nya tak mau berhenti untungnya tak tembus ke dalam mulut dan tak mengenai mata nya. Dia akan mencari tau siapa laki-laki gila itu.
“Ala!!” Alana tersentak kala Galaxy memanggilnya dan menggoyang-goyangkan tubuhnya.
“Hey!! What happend!!” Tanya Davian panik.
“Darah? Pipi Ala kenap?” Tanya Galaxy
Alana masih mencoba mencerna ucapan mereka, apa ? Ada apa? Kenapa? Dirinya seperti tak sadarkan diri untuk beberapa saat seperti halusinasi atau hipnotis.
“Hey! Ala!!”
...PRANGGGGG...
“Bang” kaget Alana belati di genggamannya terlepas.
“Alana kenapa hmm?” Alana menggeleng.
Melirik lorong gelap itu terlihat sedikit raut wajah tersenyum di balik gelapnya lorong itu, Alana menghela nafas dirinya benar-benar akan membuat orang tersebut menderita di ruang game nya.
“Pipi nya kenapa?”
“Gak tau! ayo pulang Ala laper!” Ajak Alana
“Masih hujan nunggu reda aja” Alan berpikir sejenak.
“Want to play?” Senyum devil Alana terukir di wajah cantik bak dewi itu.
“Game?” Tanya Davian.
Galaxy yang langsung mengerti seketika melirik ke kiri dan kanan tanpa menoleh ada sedikit bayangan di gelapnya lorong tersebut yang mana membuat Galaxy langsung tersenyum devil.
“What is the target bby girl?”
“Seekor tikus dewasa” Davian tersenyum manis bukan devil seperti para adiknya.
“Lets play” suara manis itu bak tanda kematian bagi korban.
Orang yang berada di kegelapan mendadak panik kala ketiga kakak beradik itu berpencar bahkan tidak terdengar jejak kaki mereka seperti terbang.
“Goresan di bayar goresan?” Gumam Alana entah di mana orang itu berada.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
GIMANA BESTIEEE?
OH YA JELAS MANTAP YA GAKK WKWK
BERCANDA KO
TINGGALIN JEJAK Y**
FOLLOW IG KITA BESTIEE...
@ARCELLAQUEENZIEG