
...Haiiđź’ś...
Jangan lupa like dan komen ya!
btw kalian baca ini jamber??
...Akhir tahun sering terjadi bencana kan? Kalian semua hati-hati ya🙏...
...Jaga kesehatan, dan selalu pakai masker jika keluar rumah dan selalu cuci tangan🙏...
...Semoga kita semua selalu dalam lindungannya, oh iyaa gimana bab sebelumnya? Dah panjang belom, semoga selalu panjang ya babnyađź’ś...
...Jangan lupa follow ig anak-anak online kita ya bestieeđź’ś...
...@Arcellaqueenzieg...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@arcellaqueenzieg...
“Tuan! Tuan nyonya!! nyonya Kaila panik attacknya kambuh!!”
“Shit!!! Honey tenang!!” Ucap Arion dalam hati sambil berlari. Arion, Kaivan, El, dan Wiliam langsung ikut berlari menyusul Arion.
Di rumah..
“Sayang!! Heyy sayangg!! Ambilkan obat mommy kamu di kamar!” Perintah Arion ke Alana
Tangis Kaila pecah kedua tangan Kaila di genggam Arion, Arion panik? Tentu saja sudah lama Kaila tak pernah panik seperti ini lagi biasanya hanya panik ringan namun ini sampai melukai dirinya dirinya membuat Arion sangat takut.
Setelah beberapa saat Kaila tertidur di dalam pekukan Arion sehabis meminum obatnya, mereka semua bernafas lega. Kini Alula yang menangis dalam pelukan papa nya.
“Maafin Lula hikss karna hikss Lula tadi tanya abng Varez ke mommy hikss trus Atwins bilang kalau hikss abang Varez ikut abang twins” Arion menatap kedua iparnya lalu ke Elvano dan Albert seperti sedang bertelepati.
“Buka kamar Varez!!” Perintah El.
“Kekunci dari dalam” ucap Athifa yang dalam pelukan Albert.
“Kunci cadangannya mana?” Tanya El ke Wiliam, Wiliam langsung meminta anak buahnya mengambilkan di dalam lemari yang ada di dekat lift.
Arion menggendong Kaila seperti bayi koala, kuat sekali bukan tuan tampan kita? Tentu saja dirinya sudah terbiasa mengangkat tubuh sang istri.
“Varez!!” Panggil El saat pintu telah terbuka.
Varez membuka selimut yang menutupi tubuh Varez, Kaivan memijit pelipisnya saat selimut itu sudah tak menutupi gundukan guling tersebut.
“Bocah ini” gerutu El,
“Hubungi pilot! Tanyakan apa ada Varez di dalam pesawat!!” Perintah Arion.
Setelah memerintahkan Arion dan yang lain bubar, Arion yang masih menggendong Kaila menuju kamarnya di ikuti Alana yang sudah sesegukan sehabis menangis saat melihat mommy nya seperti tadi.
...🌑🌑🌑...
Galaxy menghabiskan dua setengah botol wine sendirian setengah botolnya Davian yang meminum, walau begitu Galaxy masih sadar tak terlalu mabuk padahal kadar alkohol wine yang di minumnya sangat tinggi.
“Biarkan dia balik ke rumah bang!” Ucap Galaxy dengan tatapan tajam ke Davian.
“Abang minta maaf sudah kelepasan mukul wajah ade! Abang gak mau Varez ikut untuk misi kali ini karna terlalu berbahaya!” Ucap Galaxy ngelindur namun tetap ganteng badayy.
“Bang!! ABANG HARUS ANTAR VAREZ BALIK POKOKNYA!!!” dengan wajah cemberut Galaxy berucap.
Davian menghela nafasnya, dirinya sudah menduga bakal terjadi hal seperti ini makanya dirinya membiarkan Galaxy minum dua botol lebih wine dengan kadar alkohol yang tinggi.
“Dan juga, saya mendapat kabar kalau Nyonya Kaila panik attacknya kambuh saat mengetahui kalau tuan muda Varez tak ada di rumah dan ikut berangkat” Varez menunduk takut dan rasa bersalahnya membuat mommy sampai sakit.
“Sudah abang bilang kan! Jangan membantah ucapan abang, Alvarez!!!” Ucap Galaxy tegas namun dalam keadaan mabuk.
“Katakan Varez aman bersama kita, dia akan ikut misi kali ini di bawah pengawasanku! Dan katakan misi kali ini sepertinya akan memakan waktu yang lama, setiba di bandara kita akan menghubungi kayakan seperti itu” ujar Davian.
“Baik tuan muda”
Davian kembali menghela nafasnya, terdengar isak tangis dari Varez yang masih menunduk takut dan bersalah, namun Varez juga tak bisa memberitahu apa yang di katakan Aiden ke abang-abangnya ini sekarang.
Varez harus benar-benar memastikan musuhnya terlebih dahulu dan akan menyusun plan C jika strategi kedua abangnya sudah tak ada jalan lain. Davian mengelus rambut Varez sambil tersenyum.
“Nant minta maaf dengan mommy daddy dan yang lain” Varez mengangguk air matanya semakin membasahi wajahnya.
Sebenarnya Varez tak ingin menangis tetapi tanpa ijin air matanya malah keluar begitu saja karna rasa bersalahnya yang tak bilang-bilang ke Kaila dan langsung ikut saja.
Galaxy dan Varez tertidur setelah satu jam berlalu. Davian masih terjaga karna memang dirinya belum ngantuk padahal perjalanan masih panjang.
...🌑🌑🌑...
Mereka sudah tiba di hotel, setiba di bandara tadi mereka langsung menghubungi kedua orang tuanya. Varez terus-terusan minta maaf sejak muka Kaila terlihat di layar. Davian berusaha meyakinkan Kaila dan yang lain kalau Varez akan baik-baik saja.
tentu dirinya dan Galaxy akan baik-baik saja juga, jika mereka sampai kenapa-kenapa percayalah sebelas petinggi BBBD akan benar-benar mengamuk dan menghancurkan mereka yang berani melukai penerus mereka.
“Luncurkan berita kalau kita akan mengadakan pertemuan dengan para awak media” perintah Galaxy ke anggotanya yang saat ini berada di dalam kamar.
Mereka akan muncul di depan publik untuk launching perusahaan yang mereka miliki yaitu DG entertaiment, alasan mereka membuat prusahaan ini Hanya untuk memancing Carlon itu masuk dalam perangkap mereka.
Rela membuang uang asal musuhnya masuk dalam perangkap bagi mereka itu tak masalah selagi semua bisa membuat mereka dan keluarga bahagia hidup dengan ayaman di masa yang akan datang.
“Penyerangan kita lakukan setelah semua selesai” ucap Davian.
Kantornya sudah jadi, ko bisa? Awalnya memang ingin di buat perusahaan entertaiment oleh Kaila dan seminggu yang lalu baru selesai. Tiba-tiba Davian memiliki rencana yang terbilang di luar batas mengingat dirinya akan memancing musuh untuk mendekat lebih dulu dengan membuka perusahaan.
“Ah melelahkan” ujar Galaxy sambil merebahkan tubuhnya.
Varez? Varez berada di kamar sebelah istirahat setelah menangis sampai sesegukan dan tentu saja Galaxy yang masih kesal membanting sang adik di kasur tanpa rasa bersalah.
“Gue mau ke mall” ujar Galaxy sambil berjalan ke kamar mandi untuk mandi.
Davian keluar dari kamar Galaxy memilih untuk menikmati waktu sebelum peperangan di mulai, iya mereka akan berada di negara Prancis dengan waktu yang tak di perkirakan.
Yang jelas dalam waktu satu bulan semua masalah yang ada saat ini harus sudah terselesaikan dan mereka harus kembali ke masa remaja mereka yang mana kumpul-kumpul dengan teman-temannya.
“Apa Varez sudah bangun?” Tanya Davian saat berada di depan kamar Varez.
“Sepertinya sudah tuan” Davian menekan bell kamar Varez.
...Clik...
“Bersiap untuk makan malam”
“Varez gak bawa baju” dengan senyum tak bersalah Varez berucap.
Galaxy dan Varez sama sekali tak membawa pakaian hanya membawa barang berharga seperti ponsel dompet dan beberapa barang lainnya. Berbeda dengan Davian dirinya membawa dua lembar tiga lembar pakaian untuk jaga-jaga karna takut kalau dirinya malas untuk ke mall.
“Ikut Gala ke mall sana abis itu ketemu di restoran” Varez mengangguk saja, Varez masih belum berani bertingkah saat ini karna bisa-bisa dirinya saat itu juga di paketkan kembali ke rumah.
...đź–¤ JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN đź–¤...