
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...
...
...
Varez baru saja membaca pesan dari Nio yang mana pesan itu berisi informasi dari Resya yang Varez minta dan lagi informasi Galaxy bertengkar karna ada seseorang yang menampar Alana.
“Aish!!”
“Aiden!” Panggil Varez,
“Apa!”
“Berantem yok!” Aiden melirik Varez sekilas lalu menyeringai.
“Skuyy!!!”
Keduanya langsung berjalan menuju lapangan, dan ya keduanya langsung saling pukul, Aiden sedikit menyesal menyetujui ucapan Varez. Aiden kira Varez hanya gabut saja ternyata sedang marah.
“GILA LO MAU BUNUH GUE!!”
...BUGGG...
...BUGGG...
“REY TOLONG GUE!!” Rey angkat tangan tak berani membantu,
...BRUKKKK...
Aiden menendang perut Varez namun tak berpengaruh apapun di Varez, Varez menyeringai yang mana semakin benar-benar ingin membunuh Aiden.
“Astaga!!” Ucap guru yang baru saja datang,
“Anak-anak jangan bertengkar!!”
“Rez udah!!” Pinta Aiden dirinya sudah kewalahan menahan pukulan bahkan terus menerus kena pukul Varez.
“Tuan muda!!” Empat Pengawal bayangan langsung menahan lengan, bahu dan kaki Varez.
“Huft!! Selamat tuhan terima kasih!!”
“Sorry” ujar Varez lalu berjalan pergi meninggalkan lapangan.
“Maafkan tuan muda kami, Tuan muda Uciha” ucap mereka pelan lapangan sudah di kosongkan hanya mereka saja yang ada dan beberapa guru.
“Ah tak apa kami hanya bercanda”
“Bercanda? Bercanda apa seperti itu”
“Tutup mulut ibu maaf tidak sopan tapi jika masih ingin bernafas besok jaga ucapan ibu” ujar Aiden sambil tersenyum.
Ucapan itu bukan ancaman tetapi peringatan dari seorang tuan muda Uciha karna saat ini Aiden sedang badmood akibat mendapatkan pukulan dari Varez.
...🌑🌑🌑...
Kaila dan Arion berada di ruang kerja mereka, keduanya menghela nafas sambil memijit pelipisnya laporan dari pengawal bayangan anak-anaknya hari ini kecuali Davian membuat mereka menggeleng.
“Honey” Kaila angkat tangan dirinya tak tau harus bagaimana di satu sisi dirinya tak ingin anak-anaknya jadi penjahat tapi dirinya tak rela menghukum anak-anaknya.
Tok tok tok
“Tuan, ada tuan Wilasa dan Ares di luar”
Saat Arion keluar, Galaxy datang meminta ijin dengan Arion dan tentu Arion mengijinkan sang anak.
“Mom”
“Yes boy” Kaila menghampiri sang anak.
Galaxy memeluk sang mommy dan Kaila membalas pelukan sang anak. Sesayang itu Kaila dengan anak-anaknya sampai tak tega untuk memarahi apalagi setiap perbuatan anak-anaknya itu ada penyebabnya seperti Galaxy yang marah melihat wajah sang adik di tampar dan Varez yang marah namun tak bisa membalas tamparan itu ke laki-laki yang menampar sang kakak alhasil melampiaskannya ke Aiden.
“Maafin Galaxy mom”
“Mommy maafin tapi jangan kaya gitu lagi ya?” Galaxy mengangguk.
”tapi kalo berantem sama musuh gapapa kan” Kaila terkekeh dirinya serba salah ingin melarang tapi yang di minta Galaxy tak bisa di larangnya.
“Asal kamu gak kenapa-kenapa” Galaxy mencium pipi Kaila lalu meminta ijin kembali ke kamarnya.
Beberapa saat kemudian Alana yang masuk kedalam kamar Kaila sambil membawakan teh herbal kesukaan Kaila,
“Kenapa hmm?”
“Kapan kakak bikin masalah? Gak ada tuh. Anak-anak Kaila Chalondra Adara Walsh itu gak pernah bikin masalah yang ada tuh masalah yang ganggu anak-anaknya” Alana tersenyum mommy nya benar masalah yang selalu menghampiri mereka bukan mereka yang membuat masalah.
“Pipi nya memar masih sakit?” Alana mengangguk.
“Kamu masih sering chatingan sama Beomgyu?” Alana mengangguk.
“Asal kakak bahagia mommy dukung” Alana mengecup pipi Kaila keduanya.
“Good night mom”
“Night to princess”
Kaila menikmati teh herbal buatan Alana, ternyata anak-anaknya sudah besar. Dulu mereka tak bisa jauh dari Kaila dan Kaila juga tak bisa jauh dari mereka namun sekarang mereka juga mulai menata masa depan dan jodoh mereka.
Kaila ingat dimana dulu Varez masih bayi saat unur empat tahun Varez selalu minta cake ikut kemana Kaila pergi tak mau di tinggal. Davian si pendiam irit bicara kecuali dengan Kaila dan Arion. Jahilnya Varez, Galaxy dan El kalau di satukan.
Alana rebutan para opa nya karna kecantikan Alana bak berlian mewah dan langka banyak yang ingin memilikinya.
...Tok tok tok...
“Mommy” panggil Varez,
“Ya mommy di sini” Kaila yang berada di balkon masuk ke dalam menghampiri anaknya.
“Tumben banget ini anak-anak mommy pada ngabsen”
“Pengen aja”
“Itsss abang ini sekarang mulai cuek ya”
“Enggak tuh”
“Ngejawab trus” Kaila mengelus pucuk kepala Varez.
“Sayangnya mommy udah besar”
“Iya dong tambah ganteng juga kan” Varez menaik turunkan kedua alisnya bersamaan membuat Kail terkekeh.
“Iya dong keturunan Kaila dan Arion mah gak mungkin jelek”
“Ada yang jelek tau” ujar Varez,
“Siapa ? Gak ada tuh”
“Bang Galaxy” ujar Varez sambil terkekeh.
“Dia denger nanti kamu di masukin kandang Leo lagi” Varez langsung bergidik ngeri tidak lagi sudah cukup dirinya di kencingin leo dirinya tak mau lagi.
“Varez minta maaf mom” Ah kenapa dengan anak-anaknya malam ini, Kaila tak bisa di giniin anak-anaknya sangat-sangat manis.
“Its okey boy” Varez memeluk Kaila lama.
“Jangan begadang mom, Varez balik ke kamar dulu Kaila mengangguk.
...🌑🌑🌑...
“Pah, Vio mau pulang”
“Kamu belum benar-benar sembuh Vio”
“Tapi pah?”
“Nurut Vio! Kamu butuh istirahat” Vio menghela nafasnya pasrah.
Altarel Madara Ling, adik dari Selvio Hayata Ling a.k.a Vio, Vio terkena tembakan saat menyelamatkan sang adik.
“Ka Vio, maafin Tarel” Vio sangat menyayangi sang adik dirinya berjanji siapa saja yang menganggu atau mencelakai sang adik akan menerima balasan yang lebih kejam. Altarel baru berusia lima tahun yang mana seumuran dengan Alastair dan Alistier,
“Ade! Perut kakak itu masih skait hati-hati” ujar sang mamah.
“Gapapa mah”
Keluarga Ling sangat harmonis, mereka pemilik perusahaan tambang emas dan batu bara juga memiliki berapa mall. Vio tak pernah di kekang selalu di perbolehkan apapun namun tentu tak boleh melewati batas.
Seperti balapan waktu itu, orang tuanya tau dan membiarkan saja selagi anaknya tak kenapa-kenapa dan tak melewati batas mereka membiarkan.
“Sudah malam mas sama Tarel pulang kerumah aja biar mamah yang jaga Vio” Vio menggeleng cepat.
“Mamah papa dan Tarel balik aja. Vio gapapa ko besok kalian ke sini juga kan”
“Tapi kak?”
“Its okey mom, Aku gak selema itu ko”
“Yasudah kalau ada apa-apa langsung kabarin mamah!!”
“Siap ibunda”
Sekitar pukul 12.35 wib,
“Kamarnya yang ini?”
“Iya, Selviona Hayata Ling”
Vio seketika terkesiap karna mendengar geresak-gerusuk dari luar. Buru-buru Vio melepaskan jarum infusnya dan keluar dari jendela untungnya ini di lantai dua bukan lantai lima.
“Kosong!!” Vio turun dengan cepat berlari sebisa mungkin.
“Itu dia!! Kejar!!”
“Sialan!!”
“Sudah ku bilang jangan take down berita itu!!” Vio berlari sambil mengirimkan pesan ke teman-temannya.
...CHIITTTTTT...
“Tolongin gue tolongin gue!!!” Vio langsung naik ke motor tanpa ijin,
“Cepet pergi dari sini!!!”
“ tolongin gue!! Nanti gue bayar!!”
... 🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
MAAF BANYAK TYPO SEMOGA KALIAN MAKIN SUKA🖤