The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 309



...WELCOME BESTIEEEđŸ–€...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...đŸš«BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK â˜ș...



Tanpa butuh waktu lama untuk tiba di bar yang di datangi oleh Harsa dan kedua temannya, Caca tiba di bar tersebut seperti yang di minta Alana untuk segera tiba di sana.


Caca kembali mengubungi Alana,


Caca (call)


“Saya sudah berada di bar nona”


“Temui Harsa”


“Baik nona, apa perlu dimatikan dulu?”


“Apanya?”


“Maksud saya panggilannya mau di matikan dulu?”


“Ah, tidah usah”


“Baik nona tunggu sebentar”


Tersengar suara detuman musik dj menggema di seisi ruangan hingga ke telinga Alana.


“Ijin kan saya bertemu dengan orang yang ada di dalam” pinta Caca ke penjaga.


“Maaf, apa anda sudah janji?” Tanya pengawal.


Ya pengawal, sejak hari dimana Harsa di tinggalkan Alana. Harsa menyewa beberapa pengawal untuk menjaga nya agar tak terjadi hal seperti waktu itu lagi.


“Belum, tapi beritahu ke tuan Harsa kalau saya utusan nona Alana” Caca bersikap sopan ke orang atau pengawal Harsa.


“Gue hak bisa nunggu lebih lama, Caca” ucap Alana di bakik telpon.


“Baik nona”


Sedetik kemudian, Caca menghajar dua pengawal itu. Tentu keduanya tak diam saja mendapat serangan sampai keributan di luar terdengar oleh Harsa dan temannya di dalam.


“Ada apa ini” tanya Harsa.


“Maaf tuan, orang ini memaksa untuk masuk menemui anda”


“Apa masih lama?” Tanya Alana karna di pantai ya g Alana datnagi tiba-tiba mendung membuatnya harus bergegas pergi.


“Mohon tunggu sebentar nona”


“Oke aku akan ke mobil dulu”


“Hati-hati nona” Harsa dan pengawalnya hanya memeprhatikan Caca yang tengah berbicara di telpon dengan orang.


Harsa tak asing dengan muka Caca tapi dirinya yang sudah sedikit mabuk membuatnya tak bisa mengingat orang di depannya ini. Makanya Harsa membiarkan Caca berbicara dengan orang di telpon itu.


“Gue sudah di mobil”


“Perkenalkan saya Caca orang kepercayaan nona Alana, nona Alana ingin berbicara dengan anda tuan Harsa”


Harsa seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya, kepalanya pusing namun mendnegar nama Alana sepertinya pusing itu sedikit lebih baik.


Caca memberikan ponsel itu ke Harsa,


“Hallo? Caca? Gue udah di mobil”


Benar ini benar-benar suara Alana, Harsa masuk ke dalam dan meminta Caca juga masuk ke dalam untuk duduk dulu. Di ruangan ini hanya ada Harsa karna kedua temannya sedang menarik di bawah sana.


“Harsa?” Tebak Alana karna dari tadi Caca di panggil tak menjawab.


“Ya baby girl” Air mata Harsa sepertinya ingin turun karna mendnegar nama Alana.


“Pulang gih, jangan minum lagi aku gak suka.”


“Kamu dimana? Aku kangen”


“Ya ya ya. Sekarang pulang”


“Gak mau!! Kalau aku pulang gak bakal de ger suara kamu lagi”


“Harsa? Pulang ya? Kalau kamu pulang dan janji untuk gak minum-minum lagi, aku janji bakal temuin kamu”


“Aku mau kita kaya dulu, aku mau kita bareng! Aku cinta sama kamu!! Alana aku kangen kamu”


“Kita bakal bicarain itu nanti sekarang kamu pulang okey? Kamu sudah mabuk”


“Janji?”


“Janji Harsa”


“Okey aku pulang.”


Setelah mengakhiri oanggilan itu, Harsa mengembalikan ponsel milik Caca. Tanpa banyak basa basi Caca langsung pergi dari bar itu sebelum Harsa menyadari kalau dirinya tka memiliki nomor ponsel Alana.


“Perseyton dengan tugas, yang penting balik Indo dulu. Masalah kampus biar Caca yang ngurus” ucap Alana.


Alana melajukan mobilnya untuk segera pulang ke rumah dan berkemas, Alana akan memberitahu orang tua dan saudara nya kalau dia akan balik ke Indo besok dan mendiskusikan keputusan yang akan dirinya pilih.


Berbaikan dengan Harsa, memulai kembali yang tertunda. Sedari awal sudah di beritahu kalau Alana maupun yang lain memiliki keputusan masing-masing mereka tak berhak siapapun atur kehidupan mereka terutama masalah percintaan.


Ingat, bukan cuman kekejaman di cerita anak-anak online kita tapi juga kebebasan dan kebahagiaan yang mereka miliki. Tujuan sedari awal juga kita semua sudah tau yaitu kebahagiaan untuk Arion Kaila dan yang lain terutama anak-anak. Maka itu keputusan apapun yang mereka pilih bagi kita itu mutlak dan tak dapat di ganggu gugat.


Kebahagiaan orang tua mereka sudah tercapai, kebahagiaan anak-anak juga hampir tercapai karna Alana belum mencapai kebahagiaan sebenarnya maka itu cerita ini belum bisa di selesaikan.


...đŸ–€LIKE DAN KOMEN YAđŸ–€...