The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 138



...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...


...OPENING BARU NIH WOY WK...


...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....


...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....


...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN PACAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...


...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....


...BTW BTW...


...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM?...


...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH...


...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...


...GAK DENG BERJANDAA EH...


...BERCANDAA...


...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...


...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...


...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....


...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...



Dua puluh lima orang yang ada di pulau itu, ternyata para perempuan yang ada di situ adalah para turis yang diculik saat mereka membajak setiap kapal.


Tak di biarkan untuk pergi meninggalkan pulau tersebut, di jadikan penuas nafsu para laki-laki yang ada di pulau itu. Pula itu terletak sangat jauh dari daratan bahkan kata orang yang did arat pulau itu berhantu karna sangat suram amun nyatanya tempat itulah di jadikan rumah oleh para pembajak.


“Jadi?” Tanya Galaxy.


“Okey!! Okey!! Lindungi para perempuan dan anak-anak itu! Bawa mereka ke daratan dengan selamat! Namun tidak untuk para laki-laki” Varez sudah menyetujui ucapan Arlan.


Para perempuan yang ada di pulau itu adalah perempuan yang memang di culik mereka, dan para laki-laki itu ternyata memiliki istri di daratan tanpa mengetahui kalau suaminya memiliki simpanan. Alih-alih pergi mencari ikan untuk beberapa hari nyatanya mereka pergi kepulau itu.


“Kita akan segera tiba” ucap nahkoda.


Mereka sudah siap dengan peralatan mereka masing-masing, sekitar tiga puluh anggota yang ikut sisanya memantau dari helikopter yang berjalak satu kilometer di tempat dan tentu kapal perang milik mereka untuk mengistirahatkan helikopter itu.


“Aku harap tak ada yang terluka untuk penyerangan kali ini” ucap Davian.


“Baik tuan”


“Tentu tuan muda”


“Siap tuan” ucap mereka beragam.


Mereka memasuki hutan yang ada di pulau itu, Varez dengan santai berjalan sambil memegang senjata Ak-47 dengan peredam suara agar tak menimbulkan bunyi gaduh.


“Dimana letak para perempuan?” Tanya Galaxy ke anak buah yang sudah memantau di pulau ini.


“Dua belas perempuan berada di setiap masing-masing rumah. Lima lainnya berada di gubuk itu untuk menjaga anak-anak” lapornya.


“Bawa mereka yang ada di gubuk itu ke kapal” perintah Galaxy.


Beberapa anggota menuju gubuk itu tak butuh waktu lama karna mereka mempercayai anggota BBBD saat di perlihatkan lencana tentara milik mereka.


“Semua sudah di bawa tuan” Galxy tersenyum.


Baru saja laporan dari anak buah di dengar, Varez langsung melempar granat ke dalam salah satu rumah bahkan tak layak di sebut rumah sepertinya.


...DUARRRRR...


“Masih ada perempuan Rez!!” Tegur Galaxy.


“AISHH!!! Aku tidak peduli bang!!”


“SIAPA ITU!!!”


“PENYUSUP!!” Teriak para laki-laki.


...DOOPP...


“Mari berpesta” ujar Varez sambil berlari.


“Prioritaskan para perempuan!!” Ucap Galaxy lalu mengejar Davian dan Varez.


...KREAKKKK...


“Sia..arkhhh!! Baj.. akh!!”


...SRAKKKK...


...BRAKKK...


...TRANGGG...


“Siapa kalian!!”


“Aaaaaa!” Teriak para perempuan.


“Bun..” dirinya langsung terdiam kala samurai tepat di lehernya.


“Kau ketuanya? Siapa yang memakai panah di sini” tanya Davian.


“Persethan!!”


...BRUKK...


...BUGGGG...


...PRANGG...


...CRASSS...


“Sepertinya kita tak dapat ikut campur”Ucap salah satu anggota karna hampir semua pria itu menghadapi tiga tuan muda.


“Pertama dada ini”


...SRAKKK...


...SRAKKK...


“Arghhh!!”


“Kenapa kau berteriak tuan?” Tanya Varez,


“Oh ya, aku tau kau memiliki dua orang putri yang baru lahir”


“Siap.. akhh... siapa kalian brengshake...”


“Mulut mu banyak berteriak!! Aku tak suka”


Varez memotong rahang orang itu melakui bibir nya dan menyobeknya dengan belati sampai rahang itu tak lagi terlihat menyatu dengan rahang atas. Memotong penghalang antara kedua mata orang tersebut sampai tulang yang menjadi pembatas itu terbelah.


“Kau selanjutnya!!” Varez menahan tangan orang yang hendak memukulnya dari belakang.


“Ahhhhhhhh!!! Tanganku!!!” Dari urat nadi yang ada di tangan sampai siku, Varez menusuknya dan membelahnya sesuai garis nadi tersebut.


Setelah melukai tangan orang tersebut, Varez juga membelah isi perutnya absrak sampai usus-usu di perut itu berceceran keluar.


Beralih ke Galaxy,


Galaxy tak seberingas Varez, namun dengan samurainya hampir semua yang melawan Galaxy. Tangan dan kakunya tak menyatu dengan tubuh. Jeritan dari orang tersebut di kumpukan di satu tempat sambil melihat Galaxy memeganggal satu persatu kaki tangan mereka.


“Kalian tau? Kapal pesiar yang kalian rampok dan tenggelamkan itu milik siapa?”


“Milik keluarga Nelson, dan kalian tau? Akibat dari kalian merampok itu?”


“Tidak kan? Akibatnya ibu ku meninggal terkena panah di perutnya sangat dalam. Apa kalian tau juga kalau kematian anak istri kalian di rumah sebentar lagi akan menanti?”


“JANGAN!! JANGAN SENTUH ISTRI DAN ANAKKU!!”


“ANAK MUDA SIALHAN!!”


“KUBUN... UHUKK” samurai Galaxy menepus kepala orang itu dari mulutnya.


“Padahal kalian sudah tak punya tangan dan kaki masih saja berpikir untuk membunuhku” tiga orang tersisa mereka hanya bisa menangis sambil meminta maaf.


Dan sayangnya maaf mereka tak membuat Kaila hidup kembali, Galaxy menguliti wajah orang-orang itu mulai dari telinga sampai kepala mereka. Tak terlihat adanya kasihan di kedua mata Galaxy maupun Varez saat menyayat setiap jengkal kulit mereka.


Davian, Samurai dan beberapa kunai miliknya tertancap di dada empat orang yang di lawannya, mereka masih hidup bahkan semua lengan dan kaki lengkap hanya tertanam kunai di dada mereka.


...BRUKKKKK...


...BRUKKKKK...


...BRAKKKKKK...


...BUGGGGGGG...


...BUGGGGGG...


Davian menendang, menginjak, bahkan menekan kunai itu semakin dalam tertancap sampai orang itu menghembuskan nafas terakhirnya, sebelum nafas terakhir orang itu tentu Davian menghancurkan kepalanya hingga otak-otak putih bercampur darah berserakan.


“tarik yang itu” tunjuk Davian,


“Tu... uhuk tuan maafkan sa..saya! Say..ya memiliki is..”


...BUGGGGGG...


Davian menendang wajah orang yang meminta permohonan.


“Meminta pengampunan?” Tanya Davian langsung di angguki orang itu.


“Baiklah” Davian meminta anak buanya membawa ketiga orang itu ke depan di mana mereka memarkirkan kapal.


Galaxy dan Varez tak peduli apa yang akan di lakukan Davian yang jelas pasti, wajah teduh Davian tidak itu sebenarnya hanya topeng aslinya di dalam tubuh abangnya itu adalah iblis tanpa belas kasihan.


Pertanyaan Davian kemana sisi kemanusiaan Varez? Sebenarnya itu hanya formalitas menguji Varez apakah memiliki kasihan terhadap orang-orang itu atau tidak. Kalau Varez memiliki rasa kasihan maka Davian tak akan segan membuat Varez masuk rumah sakit agar tak mengacaukan rencananya.


Sedangkan dengan Arlan? Dia memang sedari awal meminta agar Davian tak membunuh para wanita dan anak-anak yang ada di situ, awlanya Davian akan membakar seluruh hutan itu tapi Arlan dan Josky berkata itu terlalu beresiko terhadap habitat di dalam laut.


“Ampunan kan?” Tanya Davian.


“Iy..iya tuan maafkan kami. Kami menyesal tuan”


“Pergilah” ucap Davian,


Mereka pun berlari menuju kapal mereka tanpa menyadari kalau kapal itu sudah di lumuri minyak. Davian bertanya ke Arlan dan Josky kalau membakar pulau itu beresiko besar tapi untuk kapal tidak kan. Awalnya keduanya tetao menentang tapi apa boleh buat mereka hanya anak buah.


Sekita beberapa meter kapal para tiga orang itu menjauh dari pulau, Davian naik ke atas helikopter dengan tangga. Melayang di atas sana sambil menembak tangki berisikan minyak.


...DUARRRRR...


Kapal itu meledak dan ketiga orang itu terpanggang di atas kala tersebut, senyum Davian terbis sambil menyaksikan itu semua. melayang-layang di bawah helikopter hanya berpegangan pada tangga yang menjuntai Davian tersenyum menatap hamparan laut yang luas.


“Maafin Davian mom” ucapnya lalu helikopter membawa Davian ke kapal perang untuk beristirahat.


Sedangkan di pulau,


“Ah minyaknya terlalu sedikit!!” Dua orang lagi yang masih Varez biarkan hidup namun hanya beberapa saat,


Varez membakar orang tersebut di tengah-tengah mayat miliknya dan Galaxy berada, jeritan kesakitan panas tentunya menjadi jerita yang snagat menyakitkan. Mereka berdua tak sedih atau merasa bersalah malahan keduanya tersenyum seperti melihat api unggun yang cantik namun aslinya manusia yang di bakar.


“Mom maafin kita” ucap Galaxy


“Lo membunuh salah satu perempuan Varez” Ucap Galaxy,


“Benarkah? Apa aku harus membunuh yang lainnya juga bang?” Sambil terkekeh Varez bertanya.


“Tuan muda Davian meminta untuk anda berdua segera kembali ke kapal” ucap Arlan.


“Baiklah, urus semua jangan meninggalkan jejak sedikit pun” ucap Galaxy.


“Tentu tuan muda”


Mereka berdua pun kembali ke kapal.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...