The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 35



“Lemah” ejek Davian.


Varez asik duduk menyaksikan film action secara live itu namun tiba-tiba dua orang lainnya mendekati Varez.


“Bang!! VAREZ MALAS BERANTEM!!” Adu nya ke Davian dan Davian hanya melirik sekilas membiarkan sang adik.


“Bang damai ya?” Varez mencoba bernegosiasi.


“Ck, boleh tapi abang lo harus jadi sandera kita!”


“Kalo Varez jadi sandera dapat apa?”


“Dapat ice cream, tapi abang lo Davian itu harus kita gebukin sampai puas dulu” Vares memutar bola matanya malas.


“Ice cream dua puluh bungkus gimana? Kalo setuju Varez mau jadi sandera”


“Betingkah banget ni bocil”


“Ya iya lah Varez bertingkah, kalo sebungkus mah Varez juga bisa beli. Bukan sombong ni ya bang tapi abang tau rumah sakit A hospital?” Varez berdumel, dumelan nya juga di ladeni oleh dua orang itu.


“Tau” ucap keduanya.


“Itu milik kakek Varez”


“Udah banyak tingkah, tukang halu lagi ni bocah”


“Rez lama!” Davian berucap seraya melirik Varez tajam.


“Males iih mager!!” Gumam Varez.


“Bang gak jadi deh jadi sandera! Bang Dav lebih seram dari kalian soalnya!!” Keduany mengerutkan kening.


“Maks...” belum selesai berucap Varez sudah menendang keduanya bergantian namun tak berselang lama karna serangan dadakan itu membuat keduanya tersungkur.


“Anj ni bocah!!”


...BUGGGGG...


...BUGGGGG...


...BRUKKKK...


“Maaf ya karna kita harus pergi ke Korsel nanti malam! Jadi kita selesain secara cepat aja” ujar Varez.


...BRUKKKK...


...BUGGGGG...


...BUGGGGG...


“Uhukk”


...KREAKKK...


...KREAKKK...


Kaki orang itu di buat Varez geser atau patah ringan dengan cara menginjak juga memutar kaki tersebut.


setelah di rasa cukup membuat mereka tak bisa berjalan beberapa bulan Varez memilih duduk kembali di atas motor dan Davian juga sudah menyelesaikan atau menumbangkan tiga orang itu.


“Lain kali jangan kebanyakan omong” titah Davian,


“Bukan banyak omong bang, itu namanya negosiasi”


“Negosiasi yang gak ada hasil cuman buang waktu” Davian menjalankan motornya meninggalkan para korban yang sudah pingsan tersebut,


“Iyain biar fast” ujar Varez.


Beberapa saat kemudian mereka sudah tiba di rumah terlihat motor Galaxy sudah terparkir di depan rumah.


“Darah bang” Varez menunjuk ke arah lantai.


“Shit!!” Davian langsung berlari masuk ke dalam rumah di ikuti Varez.


Para maid dan penjaga panik mendengar teriakan Davian tersebut sangat jarang sekali si gunung es ini berteriak.


“Dimana Galaxy!!” Tanya Davian tanpa peduli itu perempuan atau laki-laki yang dirinya tanya.


“Tuan Gala baru saja naik ke atas, Tuan”


“Bodoh!!” Umpat Davian.


“Buta mata kalian hah! Apa kalian tak liat bercak darah di depan!!” Kini Varez yang berkata dengan wajah yang tak biasa.


Kedua kakak beradik itu menuju kamar Galaxy bertepatan mereka masuk ke dalam lift, Arion dan Ares juga twins datang.


“Darah siapa di depan?” Tanya Arion.


“Tuan muda Gala, Tuan” Arion dan Ares membulatkan matanya.


“Hubungi Zainisa!!” Titah Arion, Arion mendorong stroller twins sedikit cepat untuk menuju kamar Galaxy.


“Bersihkan darahnya sekarang!” Titah Ares lalu menyusul Arion.


Di kamar Galaxy, Galaxy merebahkan dirinya lukanya tak parah hanya menembus perut kananya saja tapi tak terlalu dalam.


“Sudah Gala obatin dad” ujar Galaxy santai, iya santai bahkan saat ini Gakaxy sedang mabar game.


“Gimana ka?” Tanya Arion ke Zainisa,


Zainisa setelah mendapat kabar keponakannya terluka langsung berangkat menuju mansion Arion, percayalah saking kesalnya Zainisa kala melihat Galaxy yang santai dengan luka yang membelalak itu, Zainisa sampai menekan luka tersebut membuat Gakaxy merintih sakit.


“Perlu di jahit gak fatal” Galaxy mengangguk.


“Gak fatal kan Aunt? Berarti jadi dong ke Korsel”


“Bang Gala di tinggal aja Dad, soalnya becandanya gak lucu ngeprank satu rumah pake sengaja netesin darah di depan pintu lagi sok drama!” Galaxy sudah siap melempar ponselnya ke arah Varez namun Zainisa langsung menatap Galaxy tajam.


“Untuk kali ini gue ampuni lo cil liat aja ntar gue banting!” Ujar Galaxy.


“Diem Gala! Aunt mau jahit lukanya” titah Zainisa.


“Dav ke kamar dulu, Twins Dav bawa dad” Arion mengangguk.


“Gak di kasih di bius aunt?” Tanya Gala sedikit panik.


“Lupa bawa obat bius” Galaxy langsung bergeser agak jauh dari Zainisa.


“Jan gitu dong Aunt! Gak lucu beneran deh”


“Siapa yang bercanda?”


“Bhaks rasain!” Ejek Varez lalu pergi meninggalkan kamar Galaxy.


“Dikit doang itu mah gak dalam juga” ujar Zainisa.


“Gak dalam gundul mu!” Batin Galaxy.


“Serah aunty aja” Galaxy memilih melanjutkan gamenya sesekali merintih karna merasakan perih dan sakit di perutnya belum lagi jarum jahit yang menembus daging nya.


Davian sudah mandi tentunya Twins juga sudah mandi bersama Davian tadi, sekarang mereka akan makan malam bersama. Zainisa dan Ares sudah pulang tadi sore setelah mengobati luka Gakaxy dan mengecek keadan lukanya.


“Jam berapa berangkat dad?” Arion melirik ke Galaxy.


“Jam tujuh kita langsung ke bandara”


“Mommy sama Ka Ala dimana dad?”


“Sekarang mereka..” Arion mengecek tab di depannya yang mana menampilkan lokasi Kaila dan Alana juga cctv di sekitar mereka. Penguntit handal:)


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


PAJAK JANGAN LUPA**!